Takdir 4 (Lelah)

36 4 0
                                        



Happy Reading Voters!!🧚‍♀️

Senyap, itulah suasana dalam mobil sekarang. Selama di perjalanan sepasang suami istri itu saling diam, tidak ada yang membuka suara.

Lara berpikir keras, agar suasana canggung bisa segera hilang. Sementara Arka enggan untuk berbicara kepada istrinya.

"Kak..." Panggil Lara sambil tersenyum, saat melihat ada tumpukan boneka doraemon yang sedang obral disisi kiri jalan, dari arah datangnya mobil Arka.

Arka tak menjawab panggilan dari Lara, iya tetap fokus menjalankan mobilnya dan seakan tak ada seorangpun didalam mobil selain dirinya sendiri.

Lara melorotkan bahunya, ketika tumpukan boneka doraemon yang sedang diobral dilewati begitu saja oleh Arka, Lara menjadi lesu karena tak bisa membeli salah satu boneka dari kartun kesukaannya.

"Napa lo?" Tanya Arka ketika tak sengaja melihat Lara yang sedikit merosotkan duduknya.

Lara menggeleng lesu ketika ditanya oleh Arka, ia terus melirik arah belakang dengan posisi kepala menempel di kaca mobil yang tertutup.

"Ngapain modelan lo kek gitu?" Tanya Arka dingin, mendengar itu Lara segera menegakkan tubuhnya dan kembali menghadap kedepan.

"Ma-af kak" Lirik Lara ke Arka dia takut. Yang dilirik hanya diam, dan lanjut fokus menjalankan mobil.

selang satu setengah jam perjalanan, Arka memasuki area parkiran Apartemen yang begitu luas, dan lihat apartemen milik Arka di desaign
dengan sangat mewah, terdapat 10 lantai dan hanya orang-orang penting yang dapat menyewanya.

Saat sampai di parkiran, terdapat 2 orang pegawai yang berlari-lari kecil menyusul arah datangnya mobil Arka.

"Selamat pagi menjelang siang nona Arka" Sapa seorang pelayan berusia sekitar 50 tahun

"Ehh jangan nona pak, Lara saja" Jawab Lara sopan, ia tak enak jika dipanggil seperti itu dengan orang yang jauh lebih tua darinya.

"Baikk nak Lara" Pelayan tersebut mengangguk mengerti, tapi dia memanggilnyaa dengan tambahan 'nak' agar terdengar lebih sopan.

"Ehh nak Lara gak usah bawa, biar saya dan rekan saya yang membawakannya, ini sudah tugas kami". Cegah pegawai tersebut, karena melihat Lara yang ingin mengeluarkan koper dari mobil

"Yaudahh pak makasih banyak" Lara membalas sopan.

"Kalau begitu saya permisi, kak Arka udah ninggalin saya". Pamit Lara, Pelayan tersebut hanya mengangguk dan tersenyum membiarkan Lara pergi.

"Kak Arka tunggu". Panggil Lara saat melihat Arka pergi meninggalkannya begitu saja, Lara berlari menyusul Arka yang sudah  memasuki pintu apartemennya.

Saat memasuki area apartemen, di lantai pertama terdapat seperti loby dengan seorang wanita yang berjaga di meja loby.

"Pagi Tuan". Sapa seseorang yang berada di meja loby apartemen.

"Iyaa, pagi". Balas Arka.

Lara hanya menunduk sopan dan tersenyum ketika bertatapan langsung dengan penjaga loby. Lara ikut masuk kedalam lift bersama Arka untuk menuju lantai 3, kamar apartemen mereka berada.

"Kak Arka, itu semua pegawai kakak?" Tanya Lara polos karena merasa takjub pelayanan yang dia lihat, dan saat Arka di panggil Tuan oleh penjaga loby

"Banyak nanya lo" Ketus Arka dan langsung keluar dari lift tanpa niat menggubris Lara sama sekali.

ARKALARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang