Happy reading voters🧚♀️
🤍🤍
•
•
•
Selamat membaca readers tersayang, btw jangan Lupa VOTE!!!★★★
Kata maaf yang berulang-ulang, terkadang akan dianggap sebagai hal yang sepele.
Malam yang terasa begitu panjang. Dengan adanya Arka dalam kamar, membuat Lara gelagapan dan bingung sendiri. Wajah yang tidak pernah senyum kepadanya, kini harus dia hadapi.
"Emm, kak Arka sudah makan?" Tanya Lara berusaha memecah lenggang.
Tak ada jawaban sama sekali dari Arka, bahkan melirik ke arah Lara yang sedang berdiri di sisi ranjang pun tidak. Ia terlalu asik dengan HPnya, berusaha agar tidak mengusir gadis yang sekarang satu kamar dengannya.
15 menit di tempat yang sama, Lara masih tak bergeming dari tempatnya, ia tidak tahu harus melakukan apa? suaminya ini begitu cuek membuatnya ingin segera pergi dari kamar, karena merasa tidak diiinginkan sama sekali.
"Lo kalau mau tidur ya tidur aja, gak usah berdiri diam disitu." Kata Arka yang terus sibuk dengan HPnya.
Lara melihat Arka dengan tatapan yang tidak dapat diartikan dan tersenyum kikuk meski Arka tidak melihat dirinya tersenyum.
"I-Iya kakk" Dengan hati-hati Lara mengambil bantal dan berjalan ke arah sofa yang berada di kamar, berniat meninggalkan tempat tidur yang tengah di huni oleh suaminya.
"Mau ke mana lo?" Tanya Arka menatap tajam si istri
"Tidur di sofa kak" Jawab Lara.
"Lo tau gunanya ranjang? kalau lo gak tau sekolah lagi sana!" Sarkas Arka yang tepat menggores luka dihati Lara, yang hanya bisa diam. Ia paling sensitif kalau soal pendidikan.
"Emang Lara boleh tidur di ranjang?" Tanya Lara takut
"Lo bodoh atau gimana? kalau lo tidur di sofa dan badan lo sakit-sakitan, gw yang bakalan di salahin, sama kakak lo dan kedua orang tua gw!" Final Arka dan langsung menyimpan hpnya di atas nakas. Ia segera beranjak tidur menarik selimut menutupi badannya dan membelakangi Lara yang masih berdiri mematung ditempat.
Lara menarik napas pelan menghalau rasa sesak yang ada di dadanya, sebegitu bencinya kah Arka terhadap dirinya?
___________
Setelah sholat subuh Lara langsung menuju dapur menemani sang Ibu mertua untuk menyiapkan sarapan.
"Nak nanti siang kamu dan Arka akan pindah ke apartemen" Kata Kinan kepada sang menantu.
Lara yang sedang asyik mengoles mentega ke roti, berhenti saat mendengar penuturan sang mertua.
"Pindah?" Lara sedikit kaget dengan pernyataan dari mertuanya, ada perasaan takut yang tiba-tiba menghampirinya.
"Iya sayang, ada yang kamu mau tanyakan?" Tanya Kinan
"Eh gak papa bun." Bohongnya sambil tersenyum, dan lanjut mengoles mentega, Kinan mengangguk.
Jam 06.30 Pagi, seluruh keluarga sudah berkumpul dimeja makan untuk melakukan sarapan, terkecuali Arka yang belum juga balik dari sholat subuhnya di mesjid.
"Kenapa nak?" Tanya Kinan yang melihat Lara celingak celingukan ke arah pintu. Karena tidak ada respon dari sang empu Kinan menggoyangkan tangan Lara
"I-iya bun?" Tanya Lara kaget.
"Kenapa mukanya khawatir gitu?"
"Kak Arka kok belum pulang yaa bun?" Lara yang terus-terusan melirik kearah pintu masuk dapur sedikit khawatir, dia trauma karena acara kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKALARA
RomansaLara Syahriza Ardenasta gadis cantik yang masih berusia 19 tahun ini dengan terpaksa tidak melanjutkan pendidikannya, karena harus menikah dengan Oktalion Arka Alfariz, pewaris pertama keluarga Alfariz Radentama. Pernikahan yang ia jalani diusia mud...
