Yujin sedang membilas mukanya, satu langkah sebelum tidur saat tiba-tiba cahaya kunang-kunang menyilaukan indra penglihatannya.
"Cil! Yucil!"
Dirinya berlari tergopoh menuju suara ketukan pintu dari luar sana. Park Gunwook, seperti biasa. Apakah lelaki itu tidak bisa menunggu hari esok untuk kembali mengecohi tetangganya lagi. Ah, Yujin benar-benar lelah.
"Nak... Yujin," panggilan lembut dari seorang wanita paruh baya yang tengah berdiri pada salah satu anak tangga itu menghentikan langkahnya.
"Iya, Ma?" jawab Yujin menunggu lanjutan. Sementara wanita yang disebut Mama hanya tersenyum.
"Jaga diri baik-baik, ya,"
Hanya itu. Kemudian beliau berlalu.
Yujin memiringkan kepalanya, tidak mengerti. Namun gedoran keras di pintu yang sudah dekat itu kembali menyadarkannya dari lamunan.
"Sabar kek, bang! Ada apa sih?" sedikit emosi saat membuka pintu.
"Lo gak liat?" pertanyaan yang kini dijawab oleh pertanyaan lainnya.
"Liat apa?"
"Kunang-kunang," jawab Gunwook.
"Tadinya gue kira emang beneran kunang-kunang, Cil. Tapi dia ngikutin kemanapun gue pergi, dan waktu gue mau ngikutin dia, tiba-tiba motor gue gak mau jalan," penjelasan Gunwook dibiarkan menggantung.
"Maksud lo...?"
"Iya. Gue rasa ini penunjuk jalan buat pergi ke dunia immortal,"
- - -
"Gue takut, bang,"
Ucap Yujin begitu sampai di tempat kunang-kunang itu memadamkan cahayanya.
"But no one here tho. Apa gue salah ya?" balas Gunwook meragu.
Pasalnya memang tidak ada satu orang pun yang berada di tempat dengan penampakan mirip hutan yang tengahnya terdapat alas sempit nan kotor ini.
Srakk srakkk.
Suara langkah kaki kian mendekat ke arah keduanya.
"Bang Gunwook...," lirih Yujin bersembunyi dibalik tubuh kakak kelasnya.
Gunwook juga sama takutnya, sampai sebuah perawakan yang ia kenal membuat lelaki itu memicingkan matanya.
"Ngapain lo disini?!" nadanya tinggi tanpa basa-basi.
Yujin yang mendengarnya ikut menoleh. Anak itu sama terkejutnya.
"B-bang Munjung...,"
Sementara yang dipanggil, Mun Junghyun juga tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Apa dua teman sekolahnya itu juga merupakan rekan satu kubunya?
"Lo yang ngapain disini. Bukannya OSIS lagi ngurusin event sekolah?"
Analisa Munjung pada Gunwook yang ada benarnya. Mengingat lelaki Park itu sedang berada di parkiran sekolah waktu cahaya kunang-kunang tiba-tiba mengganggu jarak pandangnya.
"Bukan urusan lo," elak Gunwook menolak menjawab.
"Kalo gitu gue disini juga bukan urusan lo,"
Perdebatan keduanya tidak berlangsung lama hingga presensi beberapa orang lainnya mulai berdatangan.
"Yakin disini?"
"Hutan? Inimah ranah Jihoo banget,"
"Tampilannya doang, bang. Kalo tiba-tiba ada laut di tengahnya juga gak ada yang tau,"

KAMU SEDANG MEMBACA
DEVIL TWINS || zb1 x evnne
FantasyPertemuan Sung Hanbin dan Park Hanbin kini membuka portal menuju dunia immortal yang masih tertutup. Menandakan bahwa tidak lama lagi peperangan akan segera dimulai. Dua nama yang sama akan kembali beradu untuk mempertahankan masa kejayaannya. || Hi...