⚠️FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA⚠️
GIVE ME 💙💙💙 IN HERE!!
~HAPPY READING~
Hari geng inti Aster tengah berkumpul dengan Alya dan teman-temannya di ruang osis. Ruangan tersebut masih bisa Alya gunakan selagi untuk membicarakan suatu hal penting atau sekadar pertemuan tertentu tanpa harus nongkrong tidak jelas, jika tidak pasti pihak sekolah sudah menyita ruangan tersebut secara paksa.
"Berarti Alya harus kerumah Alvino, memastikan bahwa berkas yang disana asli dan bisa kita ambil?" tanya Denish membuka obrolan diskusi mereka siang itu, sembari memainkan spinner ditangannya. Anak Aster lainnya juga duduk di sofa yang telah tersedia.
"Iya benar, tapi gue harus bisa memastikan itu dokumen asli atau bukan, kala pun palsu gue tetap ambil untuk gue Analisa dulu dan juga gue yakin mereka gak bakalan nyari selagi masalah ini belum diberitakan di media manapun." Jawab Alya
"Tapi yang menjadi pertanyaannya, ini kasus udah lama. Apa mereka punya rencana diluar dari rencana kita buat ngebersihin bukti dan masalah ini benar-benar dikubur?" tanya Denish dengan kerutan di dahinya, penasaran.
"Gue rasa nggak, yakin seratus persen kalau tindakan jahat mereka gak sampai separah dulu, mereka bakalan siap siaga melihat setiap pergerakan kita saat ini, jadi mereka tau kalau kita akan menyelesaikan masalah ini." Terang Aleta menambahkan.
"Emang lo tau darimana?" tanya Reynald yang daritadi ia tidak bisa merasa tenang, mengetahui Alya harus menyelusup kerumah Alvino untuk mengambil bukti dokumen, ada sedikit rasa cemburu yang terselubung, namun Alya cukup peka akan perasaan Reynald.
"Gue tau dari nyokap gue, udah lama informasi itu, tapi gue memberanikan diri buat ngomong disini, meski informasi itu sebagai formalitas saat makan malam keluarga gue. Lagian kejadian malam sewaktu pesta ulang tahun gue yakin ada beberapa hal yang masih janggal, tapi kita harus temukan hal itu nantinya" Jelas Denish yang tau dari orang tuanya, karena orang tuanya dengan Bramasta masih dekat sebagai kolega kerja.
"Apa gunanya sih mereka nutupin semuanya?" tanya Reynald yang mulai jengah dengan situasi ini.
"Mereka tuh egois, memang manusia itu egois, tapi mereka lebih dari sekedar hewan sih, buktinya sekarang aja mereka masih ngubur masalahnya. Palingan kalau klarifikasi malah jadi pembohongan publik." Terang Alya sedikit memberikan fakta menyakitkan, membuat Reynald tambah khawatir, bolak balik ia menyenderkan kepala dan menghela napas kasar. Mengetahui hal tersebut spontan Alya menggenggam tangan Reynald, menenangkannya.
"Gue dari awal ngerasa kayak dikasih petunjuk sama bokap gue, tapi selalu gue hiraukan, mungkin karena gue abaikan jadinya masalah ini juga gak cepat selesai." Jelas Alya lagi.
"Apatuh?"
"Bokap gue kan pernah bilang kalau gue harus nyuruh kalian berhenti balap motor, tapi dari situ kalian gak ambil keputusan. Apa karena Alvino balik, terus kalian merasa diremehin dan akhirnya tergoda untuk mengikuti tantangan mereka? Kalau iya, kalian dari awal harusnya sadar kalau itu jebakan." Jelas Alya hati-hati takut mereka tersinggung dan rapat kecil-kecilan ini buyar.
"Kalau misalnya dari awal kita berhenti balap motor, keadaan lo bisa bahaya dan gue rasa ini juga bagian dari alih-alih mereka." Sahut Denish mencoba menetralisasi keadaan.
"Maka dari itu gais, gue harap Aster hanyalah sebuah keluarga, berhenti balap motor nggak menjadikan image kalian turun, ma-" perkataan Alya berhenti seketika
"Jadi lo menganggap geng kita ini sekumpulan orang yang gak berguna?" tanya Haidar tersinggung dengan perkataan Alya.
"Maksud gue tuh kalian sudah menjadi bagian keluarga, jangan merasa takut dengan geng Alvino, karena gue yakin kalian bisa menghadapi ujian yang dating, tunjukkan kalau kalian itu gak hanya pakai otot tapi pakai pikiran juga." Jelas Alya secara detail berusaha menenangkan Haidar dan juga situasi yang agak menegangkan seketika.
KAMU SEDANG MEMBACA
Alya Mission
Fiksi RemajaAlya Faresha Alexander. Perempuan yang kerap disapa Alya seorang Ketua Osis SMA Gelora Bangsa, memiliki misi untuk membongkar kejahatan orang-orang yang terlibat di perusahaan milik keluarga Alexander dan berusaha sembuh dari amnesia jangka pendek y...
