Unknown, Stalker 666, Obsessed, Romansa.
Tak ada yang spesial dari cerita ini, hanya menceritakan kehidupan sehari-hari seorang gadis dengan kisah cinta bernuansa abu-abunya selama masa sekolah.
***
Plagiarizing this story is strictly prohibited! B...
Balik lagi sama aku bulan, ini karya aku yang kedua, tolong support ya, love!🖤
Spin off dari cerita ANDIRA IS MINE
DISCLAIMER ‼️ cerita ini murni dari hasil pikiran aku sendiri ya! Dan aku tidak menerima copy paste dalam bentuk apapun!
“cinta itu seperti angin, kamu tidak bisa melihatnya tapi kamu bisa merasakannya.”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
ALVIN’S POV;
"Pergi kencan buta besok, jangan sama perempuan tidak jelas." perintah Wiwi— sembari meletakkan cangkir tepat diatas meja.
Helaan nafas terdengar keluar, wajahnya penuh frustasi serta segudang pertanyaan mengenai kalimat yang baru saja diucapkan. "Buat apa? Nggak mau aku!"
Setelah itu segera Alvin beranjak pergi dari ruang keluarga, diikuti dengan Wiwi yang tergesa-gesa guna membujuk sang anak.
"Buat apa kamu tanya? Ya, buat diri kamu dan masa depan kamu dong... sebentar dulu kamu jangan langsung marah begini." ia menahan tangan sang anak berusaha menenangkan.
"Mau apalagi?" tanya Alvin seraya memalingkan wajahnya ke arah Wiwi dengan tatapan sinis.
Perusahaan milik Damar— papah tirinya tengah mengalami kebangkrutan, berakhir ia dipaksa pergi kencan buta dengan seorang gadis pemilik anak perusahaan terkenal di Jakarta.
Zaman sudah lewat bukan zaman Siti Nurbaya lagi, kenapa dirinya harus repot-repot menerima ajakkan kencan buta tersebut. Melelahkan saja!
"Orangnya cantik kok, pasti kamu suka kalau udah ketemu dan bertatap muka."
Peduli apa dengan kecantikan? Jika ia tak mau selamanya tetap tak akan bisa menerima perempuan tersebut, bagaimana pun kalau boleh jujur untuk saat ini dirinya sudah memiliki pujaan hati.
"Nggak usah paksa aku, Mah! Lagian aku udah gede, aku punya pilihan sendiri untuk masa depan aku nanti."
Mendengar jawaban Alvin membuat seketika emosi Wiwi memuncak. "Oh! Jadi kamu lebih suka ngeliat perusahaan papah kamu bangkrut terus kita jatuh miskin gitu?"
"Itu urusan kalian, dan satu lagi aku gak akan pernah sudi manggil dia dengan sebutan papah!"
"Nggak tau diri kamu, harusnya kamu balas budi sama papah Damar!"
"Balas budi untuk apa? Atas apa?" tanya Alvin kepada sang mamah.
"Jangan lupa sama kejadian malam itu, kalo papah gak ada mungkin kita berdua mati dan gak hidup sekarang!" ujar Wiwi mengingatkan kejadian pada malam itu yang hampir merenggut nyawa keduanya.
Tenggorokan Alvin terasa seperti tercekat dan perasaannya campur aduk tak kala Wiwi mengingatkan kejadian malam itu, tanpa ragu ia menjawab. "Oke, aku mau pergi kencan buta besok buat ketemu sama orang yang mamah maksud."
***
ALIA’S POV;
Temaram bulan pada malam hari membuat suasana semakin tenang, apalagi angin bertiup pelan mengitari sekitar, dibawah sinar bulan tampak seorang gadis menggunakan baju tanpa lengan berwarna putih dengan celana hijau mint sedang duduk dibalkon.
01:45
Wajahnya tampak lelah dan kedua matanya sembab, tatapannya begitu kosong serta pikiran gadis tersebut dipenuhi dengan berbagai macam kata-kata. Hidupnya tak baik-baik saja beberapa bulan terakhir saat seseorang dengan identitas misterius mengaku sebagai stalker 666 bukan hanya pengakuan itu, orang misterius tersebut juga hampir setiap hari mengiriminya dengan pesan tak senonoh serta foto-foto dengan diambil menggunakan kamera tersembunyi, menangkap gambar dirinya.
"Lo siapa sialan!"
"Kenapa lo ganggu hidup gue dengan cara gini, sih, gue salah apa?!"
"Gue benci sama lo sialan! Gue cuman mau hidup tenang, kenapa harus diteror setiap hari dengan pesan foto-foto yang ga senonoh."
Suaranya hampir habis setelah menangis kurang lebih selama seharian penuh dan untung saja seluruh keluarganya pergi ke Bandung untuk mengunjungi kerabat mereka.
Ting!
Ting!
Ting!
"Ah itu pasti dia lagi..."
"Dia maunya apasih, sial!"
Bunyi pesan berturut-turut mengalihkan pandangan Alia dari bulan yang malam itu terang tertuju kepada ponselnya yanh terus-menerus berbunyi. Dengan cepat ia buka pesan tersebut untuk tau siapa yang mengiriminya pesan.
Message;
alvin regantara:
lia, ayo kita putus.
BRAK!
Ponsel berlogo apple itu terjatuh dengan keras dengan keadaan tubuh Alia bergetar hebat setalah mendapatkan pesan secara tiba-tiba dari sang kekasihnya. Putus? Secara mendadak dengan alasan serta penjelasan yang sama sekali tidak ia ketahui
Mengapa harus sekarang saat perasaannya sedang buruk dan kondisinya tubuh ia tak stabil, kenapa harus sekarang?!
"ALVIN BRENGSEK! SIALAN! KENAPA HARUS SEKARANG, ARGHHHH!"
***
Terima kasih yang sudah ingin berkenan membaca cerita gabut aku ini, kalau kalian suka tetap disini ya sama aku!
Sosmed aku ini;
Instagram: @/wp_flowerannee (aku kadang suka post random seputar wattpad.)
Twitter: @/ihateblondeea || disana ada au aku, mau baca silahkan aja.