17: Melawan hukum

81 9 63
                                        

"aku suka berjalan di bawah hujan, sehingga
tidak ada seorang pun yang bisa melihatku menangis."

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Tepat dilapangan sekolah Taruna Jaya terlihat beberapa murid tengah diberikan hukuman dikarenakan mereka melanggar peraturan sekolah mengenai demo kemarin.

5 orang laki-laki paling mencolok diantara yang lain, siapa lagi jika bukan Inti GOLDEN? Bahkan Reksa- bagian osis juga ikut-ikutan.

Seluruh murid Taruna Jaya dengan berbondong-bondong untuk menyaksikan hukuman yang diberikan oleh para guru untuk murid yang ketahuan berpartisipasi dalam demo kemarin. Dan 5 murid laki-laki nampaknya sudah menjadi langganan para guru BK.

Alvin Regantara- remaja dengan wajah polos dan datarnya, tapi siapa sangka wajah tenang itu nyatanya juga berandalan sekolah juga.

Deandra Erlangga- anak donatur, tak takut dengan hukuman, biasa kalau sudah ada kuasa semuanya akan dilanggar.

Reksa Nugraha- remaja ambisius, tapi tak tahan dengan godaan berandalan para sahabatnya, terlalu setia kawan hingga berani melanggar aturan sekolah.

Ahmad Ravel Pratama- tak perlu dijelaskan lagi, remaja yang dijuluki si tuan puitis itu juga ikut-ikutan para sahabatnya.

Kelvin Laksamana- langganan para guru BK sejak masuk semester awal, tak takut pada hukuman juga, soalnya dijanjiin backingan yang gede sama Deandra.

Suara helaan nafas Alya sangat terdengar sekali saat matanya mengarah ke bawah tepatnya lapangan sekolah. "Kemarin dia bilang gak ikut-ikutan demo, tapi kenapa dihukum coba?"

Mendengar ucapan sahabatnya membuat Cila terkekeh pelan. "Nggak usah polos gitu, lupa sama slogan mereka? Solidaritas tanpa batas, jadi jelas pacar lo dihukum bareng sama para antek-anteknya."

"Nggak heran gue kenapa lo bisa sehafal itu sama kelakuan mereka."

"Udah kenal 2 taun sama mereka, gue gamau heran, sih, Li." kekeh Cila menyahuti ucapan dari gadis berambut pendek tersebut.

Gadis dengan kepang satu, serta dilengkapi dengan jepitan bintang disamping mereka juga ikut mengangguk tanda setuju, walaupun matanya memicingkan tajam ke arah Deandra dari atas. "Mau heran, tapi itu mereka semua jadi gamau heran, intinya abis ini gue mau gebukin si pembohong itu."

"Hah? Pembohong siapa?" mata Alya mengikuti arah pandang Andira yang tentu tertuju kepada seorang Wakil Ketua Golden.

"Tuh orangnya, benci banget gue!"

"Belom lo apa-apaiin udah takut duluan dia, lagian ngeselin banget mereka."

"Iyakan?! Eumm, tapi kemarin juga lo kagak masuk sekolah, curiga gue jangan-jangan lo ikutan demo ya?" todong Andira dengan tatapan curiganya.

HE'S STALKER 666Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang