42. Losing You

458 25 19
                                        

"Hati-hati keseleo sama typo!"


































***

"CCTV luar mati!"

Pekikan Aries membuat Magma yang saat itu tengah menyantap makan malamnya tersedak, bahkan Yada yang sedang minum langsung menumpahkan minumannya kembali.

"Semuanya!"

"What the-" Magma bergerak mendekati Aries, menatap layar monitor yang berderet di depannya. "Damn!"

"Tiba-tiba anjir! Siapa yang bobol?"

Ketiga lelaki itu sama-sama panik. Namun mereka tak hanya berdiam diri, kesepuluh jari mereka bergerak untuk mengatasi masalah yang baru saja terjadi. Sebagai anggota yang bertugas menjaga markas 04, mereka harus memenuhi tanggung jawab untuk mengatasi masalah ini.

"Samba dan Aroyan mana?" tanya Magma.

"Pergi sepuluh menit yang lalu, kan? Disuruh Gif mantau Kisabella."

Tangan Magma berhenti bergerak, "are you kidding me?!"

"Seriusan njir. Lo kan di toilet tadi."

Bukan-bukan kepergian Samba dan Aroyan yang membuat Magma kalut, tetapi-ponselnya berbunyi. Nama Jana tertera sebagai penelpon.

"Dude, are you stupid or what?!"

Jika Jana ada dihadapannya mungkin Magma sudah memberi sebuah pukulan pada wajah lelaki itu. "Kalo nggak penting gue tutup."

"Helikopter Mammon diatas markas 04! Kenapa kalian nggak sadar? Telpon anggota lain!"

Aries langsung berlari menatap jendela, "holyshit! Lampu mercusuar mati. Ada api! Bangsat, kebun binatang kebakaran."

Magma masih berbicara dengan Jana, "lo dimana?"

"Dua ratus meter dari markas 04, gue sama Yuta. Selagi gue menuju sana, cepat telpon anggota yang lain."

Telepon dimatikan.

"Pegang senjata, Mammon nyerang kita lagi," perintah Magma. Cctv mereka tidak bisa diperbaiki. Ini bukan sekali cctv mereka diretas oleh musuh, mungkin sudah kesekian kali. Namun baru kali ini mereka gagal untuk mengatasinya lagi. "Kita bisa mati kalo cuma diem disini."

"Anggota inti cuma kita bertiga Mag."

"Jana dan Yuta menyusul, jadi sebisa mungkin kita menghalau serangan dari atas."

"Res, kunci semua gudang senjata dan alat berat kita," perintah Magma.

Aries menurut dengan menekan semua tombol dalam brankas yang juga terkunci. Tugas utama mereka adalah menjaga gudang yang menjadi sumber uang mereka. Gudang senjata utama terletak dibawah tanah, jadi sebisa mungkin tidak ada serangan yang bermula disana.

Dor!

Boom!

Bunyi debuman keras terdengar beberapa kali. Sumber berasal dari bawah. Benar dugaan, ternyata Mammon menyerang dari bawah untuk pertama kali. Seperti yang sudah-sudah.

Drrrttt!

"Fucking shit-" Magma merogoh ponselnya, "what else?!"

"Gawat!" Magma menatap layar ponselnya, Aroyan. "Gue nggak nemu Kisabella di rumahnya!"

"Nggak lucu bercanda lo anjing."

"Gue serius sat. Gif gue telpon nggak diangkat."

Magma memijat pelipisnya. Ini yang ia khawatirkan sedari tadi. Mammon menyerang markas 04 dan menculik Kisabell diwaktu bersamaan.

GRIFFIN; Sweet But Psycho 🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang