Hera selalu bertanya-tanya tentang masa depan. Akan jadi apakah dia. Seperti apakah masa depannya nanti. Bahagiakah dia dimasa depan.
Impiannya sederhana, lulus sekolah nanti dia ingin melanjutkan ke perguruan tinggi kemudian mengembangkan potensi, minat dan bakat yang dia bisa sembari merangkai masa depannya. Tentu memiliki hubungan romantis yang sempurna menjadi bonus.
Hera sudah membayangkan hidupnya menjadi sangat bersinar seperti sebuah bintang. Jika begitu adanya akan sengat indah sekali nanti.
Hera si pemimpi.
Kriiiiiiing
Seperti pagi-pagi biasanya. Hera akan berangkat sebelum sinar matahari menyentuh bumi. Dengan riangnya kaki-kaki beralaskan sepatu itu menjejaki halaman sekolah. Tidak seperti di kota besar yang hampir tiap siswanya membawa motor atau bahkan mobil, ditempatnya ini termasuk kota kecil yang menomor satukan adat dan budaya. Kebanyakan dari mereka masih berjalan kaki, membawa sepeda atau naik angkutan umum sangat sedikit yang membawa kendaraan pribadi kecuali mereka yang memiliki hak istimewa. Hera melirik dupa yang sudah habis terbakar pada salah satu sisi tembok pintu gerbang. Terbukti dengan kepercayaan masyarakat pada budaya leluhur dan juga mitos yang sangat kental. Tapi bukan berarti kota kecil ini tertinggal jauh. Tidak seperti itu, hanya saja sedikit lebih tradisional.
"Pagi Heraa." Sapa orang-orang yang bahkan hampir tidak Hera kenal. Aktivitas seperti ini belakangan sedang Hera alami. Tiba-tiba saja namanya menjadi sangat populer di sekolah Neo. Sebenarnya ini karena salah satu orang yang membuatnya jadi sorotan. Suka tidak suka jalani saja.
Ya... hidup harus terus berjalan.
Terkadang kehidupan itu terbagi menjadi dua. Nomor satu, kehidupan yang dijalani oleh gadis-gadis populer yang tiap harinya akan di penuhi dengan berbagai macam warna dan rasa. Kemudian yang nomor dua, kehidupan yang di jalani oleh gadis biasa-biasa saja yang terkesan monoton juga hambar.
Sebenarnya kehidupan nomor dua lah yang di jalani oleh Haera Nalavya selama ini. Gadis yang terkesan biasa-biasa saja di sekolahnya namun dalam sekejab berubah menjadi sangat luar biasa berwarna berkat Janos Rahadian yang berhasil terpikat oleh pesonanya.
Ya, Haera yang biasa-biasa saja bisa membuat seorang masterpiece dari SMA Neo jatuh hati padanya. Bahkan saking hebohnya gonjang-ganjing pergosipan dunia SMA, Hera sampai di sangka teman-temannya menggunakan sihir ilmu hitam untuk memikat Janos.
Hera kadang berpikir, apa dia seburuk itu sampai harus menggunakan sihir dan membuat sebagian orang tidak terima dengan hubungannya. Padahal jika di lihat dengan seksama, Hera merasa dirinya ya memang cukup cantik untuk ukuran perempuan. Karena memang sudah sepatutnya perempuan itu cantik bukannya tampan. Betul apa betul?
Memang terkadang takdir itu sungguh diluar dugaan. Siapa sangka kalau Janos akan membuat sedikit hari-hari Hera menggemparkan seisi sekolah karena dia.
Terlepas dari kehidupan remaja yang banyak tuntutan belajar, disini juga banyak hal-hal konyol yang sering dilakukan tanpa sengaja.
"KAK JANOS DATAAANG." Teriakan itu seketika membuat gaduh hampir seisi sekolah. Suara sepatu pada lantai juga teriakan siswa perempuan riuh mengisi lorong sekolah. Mereka buru-buru berlari lebih dulu untuk mencari posisi yang tepat untuk sekedar menatap sang masterpiece, mostwanted prince sekaligus super mega bintang sekolah Neo, Janos Rahadian.
Yap, laki-laki yang akhir-akhir ini dekat sama Hera. Jangan tanya kenapa bisa begitu, karena Hera juga tidak tahu. Hanya saja kedekatan Janos membuat Hera sedikit tidak nyaman walau hidupnya menjadi aman.
Janos itu memang salah satu laki-laki spek surga yang ketampanannya tiada tara. Harusnya laki-laki seperti ini sangat sayang untuk di lewatkan. Bayangkan saja hanya dengan melihat wajahnya di pagi hari, setelahnya bisa membuat bahagia sepanjang hari. Se-magis itu pesona Janos.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAERA
Jugendliteratur*** Hera hampir memiliki kekasih yang menjadi impian semua gadis di sekolahnya, Janos Rahadian. Tapi bagaimana jika kesempatan itu akhirnya harus Hera kubur dalam-dalam demi masa depan Janos. Rencana Hera untuk menjauhi Janos membuatnya harus beruru...
