Somno

7.2K 81 1
                                    

written by anonymous
published in 2023
content warning(s): somnophilia/sleep sex, ghost sex, Jeongguk x original character, porn without plot

◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇◇

Saat itu, Jeongguk sedang tidur nyenyak di tempat tidurnya, tengkurap dengan pantat montoknya mencuat di bawah selimut yang tak tertutup sepenuhnya dan dengkuran kecil lepas dari mulutnya yang mengeluarkan air liur. Dia tertidur. Jauh di dalam tidurnya, ia merasakan sensasi tangan yang mencengkeram pinggul lebarnya, menarik selimut satin dari tubuhnya, dan mengangkatnya.

Si rambut coklat yang tidur mengenakan piyama itu bahkan tidak bergeming saat tubuhnya disentuh. Tak lama, celananya ditarik turun melewati pantat indahnya sementara sesuatu membuka celana dalam berenda cantiknya untuk menampilkan vaginanya yang cukup basah yang membuat siapapun yang melihat ingin merusaknya.

Merah muda dan sangat sangat cantik. Berkilau karena cairannya.

Betapa ruginya orang yang menolak untuk memakan vagina itu. Membenamkan wajah ke dalam pantat itu adalah wujud lain dari surga dan kebahagiaan, menjilat lubang itu sampai basah kuyup. Menggoda.

Dalam posisi kepala terbenam di bantal dengan pantat menghadap ke atas, tubuh Jeongguk berjengit kala merasakan jilatan pertama pada lubang basahnya dan disusul oleh jilatan-jilatan lain hingga makhluk itu memutuskan untuk memakan klitoris yang berkedut di bawah tatapannya itu menggunakan lidah.

Sesuatu itu tampak menikmati. Ia melanjutkan perbuatannya dengan menggoda klitoris Jeongguk tanpa henti, menjilat lubangnya terus menerus hingga manusia cantik itu merintih dalam tidurnya dan menunjukkan protes kecil dengan mencoba untuk menurunkan pinggulnya kembali ke kasur.

Namun makhluk itu kejam dan haus akan kenikmatan, jadi ia memaksa pinggul Jeongguk kembali ke posisi semula dan memasukkan bundalan sensitif itu ke mulutnya lagi, menyiksa klitorisnya terus menerus sampai Jeongguk bergetar dalam tidurnya, nafasnya terengah-engah tapi ia tetap tertidur.

Suara kecapan basah itu terdengar cabul. Dengan kasar, makhluk itu bergerak untuk melebarkan bibir bawah Jeongguk untuk menggali lebih dalam celah sempit itu dengan lidahnya, memanfaatkan kesempatan yang ia miliki. Oh, betapa menyenangkannya itu jika ia bisa mendengar Jungkook menangis karena penisnya sambil mendesah nikmat.

Gumpalan cairan licin keluar dari lubang Jungkook dan ia bergerak kacau dalam tidurnya dengan geraman lembut, alisnya berkerut sambil menggumamkan sesuatu.

Dari sudut pandang Jeongguk, dia bisa merasakan sesuatu menjilat dan memakan kemaluannya tapi dia tidak tahu apa yang terjadi. Rasanya seperti mimpi basah.

Sosok itu menyedot lubang Jeongguk dengan berantakan dan meminum cairan yang menetes turun, mengumpulkannya di dalam lidah lalu menelan rasa manis dan kuat itu sementara genggamannya menimbulkan warna merah pada pantat mulus Jeongguk. Tampak sadis bagaimana paha sekal dan pinggul itu terlukis bekas telapak tangan dan memar.

Jeongguk sangat lezat dan tidak berdaya. Seolah ia memang diciptakan untuk dirusak dan dipakai.

Ia tampak manis dengan rintihan yang terengah-engah dan rengekannya yang tak bertenaga saat ia dimakan, tanpa sadar lubangnya berdenyut dan kakinya menegang. Tidak berselang lama, makhluk itu memutuskan untuk menjauh dari bagian bawah Jeongguk dan bangkit.

Tidak ada yang bisa dilihat selain lubang malang Jeongguk yang menganga oleh sesuatu secara pelan-pelan seolah suatu benda didorong masuk ke tubuhnya namun pria dengan mata bambi itu tak sedikitpun membuka mata cantiknya, hanya kembali merintih dalam tidurnya, mengeluarkan suara dari bibirnya ketika dinding ketatnya mulai meregang.

Sangat seksi bagaimana lubang Jeongguk menjepit sesuatu yang tidak terlihat. Dinding basahnya mencoba menutup tapi sesuatu jelas ada di dalam tubuhnya dan menghalanginya karena tak lama sesuatu itu mulai menyetubuhi Jeongguk dengan laju yang luar biasa dan mungkin berlebihan sampai-sampai si cantik mengerang dengan keras dan suara tercekik keluar dari mulutnya yang tertutup.

Sungguh ajaib ia masih tidak terbangun.

Bahkan dengan betapa kasarnya benda itu bergerak di dalam dirinya. Menghantamnya dengan sangat brutal hingga membuat tubuh Jeongguk yang lemas melayang ke depan dan terpental-pental akibat tusukan yang kasar. Suara becek menggema di udara saat benda yang diasumsikan seperti penis itu merusak dinding Jeongguk, meremukkannya dengan benda tebal itu.

Benda berurat itu sukses menghancurkan vagina cantik itu. Makhluk itu memperkosa si manis. Nafas berat dan terengah keluar dari bibirnya yang mengkilap karena air liur yang menutupi seluruh permukaannya.

Dan apapun atau siapapun makhluk itu, ia tampak peduli dengan kepuasan Jeongguk karena ia segera mengusak klitorisnya yang berkedut dengan kecepatan yang sangat mengesankan sambil menjaga tusukannya agar tetap stabil dan super cepat.

Tempat tidurnya berderit dan kepala ranjangnya terbanting ke dinding saat waktu telah menunjukkan tengah malam, di dalam ruangan gelap tanpa cahaya sama sekali ketika Jeongguk diseret ke dalamnya. Suara tersedak keluar dari bibirnya dan pahanya bergetar karena kenikmatan yang menumpuk di perutnya. Pantat montoknya memantul secara erotis, pahanya bergoyang seiring dengan gerakan benda tebal itu dan mekipun satu-satunya kulit dari makhluk hidup adalah milik Jeongguk— suara tamparan kulit keras bergema.

"Ahh." Jeongguk mendesah dengan suara manisnya. Sangat cantik dengan kondisi celana yang diturunkan hingga bokong dan lubang basah yang terisi penis. Merusaknya dengan amat baik, ia hanya perlu mendesah dalam tidurnya.

Si cantik pasti bersyukur ia adalah seorang deep sleeper karena jika ia melihat kejadian ini di jam dua pagi, ia akan ketakutan setengah mati. Membuatnya terkena serangan jantung dan berteriak panik.

Dindingnya mengetat pada batang itu dan tak lama kemudian ia mencapai puncaknya dan bergumam keras, tubuhnya tumbang seperti boneka yang diletakkan di atas ranjang mewah sambil mengejang dalam kenikmatan orgasmenya sendiri— kakinya terangkat dari tepian kasur sementara sensasi sentuhan dari 'sesuatu' itu menghilang dari tubuhnya. Dia sangat kecewa.

Ia ditinggalkan dengan celananya yang diturunkan dan lubang yang terbuka tanpa terisi apapun sambil terbaring lemas— habis dipakai dan berantakan, lalu tersentak merasakan tubuhnya remuk dengan hembusan nafas yang gemetar.

Misteri terbesar dari kejadian ini adalah sepasang mata yang tampak terhibur memandangnya rendah dari sudut yang gelap.

Menyaksikan.

••☆END☆••

BpKoo Stories [Terjemahan]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang