Bangun untuk kenyataan yang lain. Aku pulang dari sekolah menuju rumah tempatku tidur. Suasana jalan desa yang ramai dengan lalu lalang sepeda motor, suara klakson yang bersautan mengingatkanku akan suara kemacetan di India yang kulihat di youtube.
Aku sampai dirumah,
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ibuku menjawab
Tanpa mengurangi rasa hormat, aku salim kepada ibuku. Lalu aku masuk kamar, tempat spesialku. Ku ganti bajuku, kunyalakan mesin angin, kujatuhkan badanku di kasur empuk. Ahhhh rasanya semua badanku terasa ringan. Sepoi anginnya membuat kantung mataku sayup sayup tak karuan. Aku tertidur pulass.
Sore hari suara adzan sholat asar berkumandang. Aku terbangun, kuambil wudhu untuk sholat. Selesai sholat, kumulai aktifitasku lagi. Menyapu, mencuci pakaian, menyetrika, begitu seterusnya sampai semua beres.
Tak terasa senja tenggelam berganti malam. Ayahku pulang, sebelumnya masih tenang, sampai hampir tiba masa tidur malamku.
"Beras kita mau habis, mau makan apa kita besok" kata ibu dengan nada tinggi
"Ya mau bagaimana gajiku sedikit" saut ayahku
Ayahku adalah seorang pegawai tempat pencucian motor. Gajinya tidak begitu besar, masih bisa makan aja sudah untung.
"Ya gimana caranya kek, kamu usaha apa kek" saut ibuku
"Iya nanti aku usahain" jawab ayahku dengan muka bingung.
Drama malam ini cukup sampai disitu. Nambah beban lagi, jadi kepikiran besok gimana ya aku makan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kontradiksi
Teen Fictionseorang laki-laki bernama bayu bertemu dengan seorang gadis yang telah mengubah hidupnya. perlahan tersadar untuk menggapai cintanya ia hanyalah perahu kertas yang tenggelam oleh waktu