CHAPTER 02

150 18 13
                                        

Vote Komen Gengs biar author semangat buat ngetik

Yang sudah terimakasih 💜

Sedikit mengandung 21+

🥀🥀🥀

HAPPY READING

🥀🥀🥀


Mata Yeri tak pernah lepas pada pria yang sedang menyuapinya bubur. Intens serta penuh makna. Sesekali ia tersenyum miring saat pria itu membalas tatapan nya dengan pandangan bingung.

"Kenapa kau tidak lari?" Tanya Yeri ketika selesai menghabiskan buburnya.

Setelah penjelasan dari pria di depannya 'Si Jungkook' pasal dirinya tenggelam, Bibi Yein datang sembari membawakan bubur agar Yeri mau makan. Sebab Bibi Yein tau sekali, Yeri selepas pulang sekolah tidak menyentuh makanan yang telah Yein siapkan.

Yeri mau memakan bubur buatan bibi Yein asalkan Jungkook mau menyuapinya.

Dahi Jungkook mengkirut lantaran tidak mengerti atas sikap Yeri yang tiba-tiba memintanya seperti itu. Walau berat hati, Jungkook tidak menolak. Ia mau menyuapi Yeri lantaran tatapan ibunya (Yein) nampak ingin sekali Jungkook menuruti permintaan gadis ini.

"Saya sama sekali tidak paham dengan ucapan Nona"

"Ck! Jangan memanggilku Nona, mulai sekarang panggil aku Yeri" tegas Yeri.

"Tapi Nona, Nona muda adalah anak majikan dari—"

"Hussttt, tak ada tapi-tapian Jungkook."

Jungkook sama sekali tidak memahami sifat Yeri, macam perempuan yang kemauan nya harus di turuti.

Tapi setelah Jungkook pikir-pikir, bukankah perempuan seperti itu. Apapun kemauannya harus segera di turuti.

"Jangan salahkan aku, aku sudah memperingatkan mu dari awal loh..." Goda Yeri, ia tersenyum manis saat Jungkook menatapnya.

'Apa maksud dari ucapannya?' Batin Jungkook bertanya.

"Kata ayah, kau akan di pindahkan di sekolah yang sama dengan ku. sekelas pula, oleh karena itu jangan memanggilku Nona. Bagaimana pun juga mulai sekarang kita adalah teman. Betul apa betul?"

Lagi-lagi Yeri menggoda Jungkook, mata gadis itu macam menatap Jungkook penuh makna, gelagatnya pun aneh seperti memiliki niat tersembunyi.

"Hm, saya baru saja tadi pagi berbicara dengan Tuan Namjoon, beliau menjelaskan saya tentang hal tersebut."

"Betul bukan? Maka dari itu ayo kita mulai dari pertemanan?" Tawar Yeri sembari menyodorkan tangan kanannya.

Jungkook menatap sekilas kearah tangan Yeri lalu kembali menatap manik gadis itu. Sedari tadi bibir gadis itu terus melebarkan senyumannya, tak pernah bosan untuk di lebarkan.

"Baiklah" jawab Jungkook final sambil membalas jabatan tangan Yeri.

Lagi-lagi Jungkook bingung. Sebab Yeri menggenggam tangannya begitu erat. Ingin melepaskan tapi tangan Yeri seolah merangkapnya. Jungkook pasrah hingga membiarkan tangannya yang masih di jabat oleh Yeri.

OBSESSED ON YOU (Slow Update)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang