KAK Us terus saja mengusili ku dengan kerlingan matanya setelah pria manis itu duduk di sisi ku dan membiarkan bunda untuk duduk kursi bahagian penumpang di sisi Mile. Itu juga terjadi setelah Kak Us memaksa ku untuk duduk bersamanya di belakang.
Senyuman yang dia ukir itu terlihat berbeda. Setelah kabar jika aku menerima Mile kembali di dengar olehnya, Kak Us adalah orang yang paling senang. Matanya terus saja basah saat itu karena rasa harunya yang tidak bisa dia gambarkan lewat kata.
Di waktu itu juga aku sadar, bagaimana pandangan aneh bunda lemparkan pada ku dan Kak Us tapi wanita itu lebih memilih untuk mendiamkannya saja. Tidak berniat untuk melontar pertanyaan sedikit pun padaku atau Kak Us. Aku bersyukur untuk itu, karena aku tidak lagi harus merangkai kata hanya untuk membohonginya.
Mulai dari detik ini, aku tidak membutuhkannya lagi - kebohongan itu. Aku dan Mile adalah pasangan dalam arti yang sebenarnya. Bukan sekadar aktingan untuk mengelabui bunda.
" Kau ini sebenarnya ada apa, Kak?" bisik ku pada Kak Us.
Sedari tadi, pria manis satu ini terus saja mencuit lengan ku. Di tambah dengan senyuman di wajahnya yang terus saja menghiasi wajah. Oh tentu, kerlingan matanya yang terus saja memandangi ku dan Mile secara bergantian.
" Berhenti menggoda ku seperti itu." kesal ku padanya.
Kerlingan matanya terlihat lagi kali ini. Seolah mengatakan.. " Aku senang melihatmu dan Mile seperti ini."
" Ihh, papi...! Berhenti mengganggu papo terus." suara teriakan kecil dari Nine terdengar di susul dengan tangan kecil itu terus saja memukul pelan tangan Kak Us.
Tawa kecil ku lepas begitu saja melihat wajah kesal keponakan ku yang satu ini. Gemas!
Bunda hanya menoleh untuk beberapa detik. Mile juga, tapi pria itu lebih memilih untuk melihat pada ku. Pria itu hanya mengangkat tinggi alisnya dan aku mencibir. Pada akhirnya, pria itu hanya tersenyum dan menggeleng.
Aku yakin, Mile tidak pernah tahu jika aku mengatakan hal yang pernah terjadi di antara aku dan dirinya pada Kak Us. Aku juga pernah meminta pada Kak Us untuk merahasiakannya saja. Memintanya untuk menganggap jika hal buruk itu tidak pernah terjadi sama sekali dalam kehidupan ku setelah Mile sendiri ingin berubah.
" Kalian berdua kenapa?" bunda menegur.
" Tidak ada... bunda." dalih Kak Us. Masih saja dengan pandangan usilnya pada ku dan di balas dengan menjelirkan lidah padanya, mengundang tawa di akhir pertengkaran kecil itu. Terlihat jelas wajah kebingungan Aak dan Nine setelah mendengar tawa ku dan Kak Us yang tiba-tiba saja meledak. Lalu, elusan sayang aku berikan pada mereka.
" Apa kamu senang, Nine? Bisa naik pesawat." Mile berbicara dengan Nine.
" Senang! Seru ya bisa terbang tanpa harus punya sayap sendiri. Apa aku bisa naik pesawat lagi setelah ini?" balas Nine kesenangan. Menghadirkan tawa dari setiap sosok di dalam mobil itu.
" Maaf... apa aku bisa bertanya padamu, Kak Us?" Suara Mile kembali terdengar dan nadanya kali ini juga sedikit berbeda. Lebih berhati-hati.
Mata itu kembali mencari keberadaan pandangan mata ku. Di saat pandang menyatu hanya dari pantulan cermin, bibir ini terkunci. Hanya berbicara lewat mata. Sesaat kedipan mata di berikan pada ku, dapat kurasakan ketulusan cintanya hanya untuk ku.
" Silakan." kata Kak Us dengan anggukan kepalanya. Di tidak lupa juga senyuman kecil di bibir.
" Kenapa... Kak Jj tidak ikut hadir ke acaranya nanti?"
Kak Us menelan liur dengan payah setelah mendengar pertanyaan itu. Untuk beberapa detik kedepannya, Kak Us menoleh padaku. Tidak ada jawaban darinya, cahaya kebahagian yang sempat hadir di mata itu juga sirna. Tergantikan dengan sendu yang rasanya masih setia menghuni hati omega itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
2. Drapetomania [ MileApo ] ✅
Фанфіки*Note : Harus baca Between Us dulu baru Drapetomania Book 2 : Aku tahu ini salah, tapi hanya ini jalan yang terfikir oleh ku. Mungkin aku terlihat seperti pengemis saat ini di matanya. Hilang sudah harga diri seorang Apo Nattawin di mata seorang Mi...