" You're our ace, Auliya. Daddy harap Auliya akan ingat ayat ni, sampai titik pengakhiran hidup Auliya. I swear, no one will ever lay a hand on you even we're not around. We will be a ghost to protect you from all those devils that will harm you in any time. We will be there, liebling. We love you so much, more than you will ever think. " Dato' Azrul, tersenyum sebaris menatap wajah anak kecilnya yang baru saja berusia 10 tahun. Anak mata mereka lama bersatu.
" What i will do if one day, I really lost you, daddy? " Auliya memuncung. Sebak hatinya bila ayahnya mula berkata begitu.
Dato' Azrul tersenyum. Tangannya naik membelai wajah kecil Auliya. Pemikiran Auliya sungguh luas, walaupun baru sepuluh tahun.
" Ghost were scary, and I will be one of them when that times come. "
Angin sepoi-sepoi menampar wajah Auliya yang tenang menghirup udara segar di pantai yang meninggalkan banyak kenangan bersama keluarga tercinta. Mata Auliya melilau, tertoleh sekilas ke arah keluarga yang gembira berkejaran di pesisiran pantai.
Auliya tersenyum lembut. Matanya kembali menatap keindahan pemandangan pantai.
" That should be me too. " bisik Auliya seorang diri.
Pelukan pada lututnya semakin erat. Auliya semakin merasakan kekosongan hidupnya. Mungkin itu lumrah kehidupan di mana semua orang akan pergi meninggalkan kita, tapi bagi Auliya, semua tu tak adil. Kenapa harus Auliya, dan kenapa semua sekali pergi meninggalkan dirinya? Tidakkah dunia terlalu kejam?
" What will I do if i lost you? " tatapan Auliya kosong. Semakin Auliya merindui keluarganya, semakin jauh Auliya rasa keluarganya pergi.
" Did you really here, daddy ? With me? "
Auliya seakan berharap ayahnya menyahut panggilannya. Sungguh Auliya tak percaya dirinya sendiri tenggelam dalam kata-kata manis ayahnya, di sini, 15 tahun lepas.
" Just, show yourself. If you really one of them, you're not scary at all. I mean it. Just, please. Show yourself. " Auliya menekup wajahnya pada kedua lutut. Semakin erat pelukan pada dirinya.
Auliya teresak kecil. Sedingin mana diri Auliya pada orang sekeliling, akan ada satu masa Auliya terbawa emosi apabila bersendirian. Emosi yang diri Auliya sendiri tak boleh kawal.
"Ehem! "
Auliya masih tenang memeluk dirinya. Air mata yang hampir gugur terhenti di kelopak matanya. Wajahnya masih di antara lututnya. Wajah Auliya kembali tegang.
" Tak sangka ada bidadari kat sini. "
Sekumpulan lelaki itu gelak kuat. Ada yang bereaksi tidak senonoh. Mata mereka seakan mer0gol badan seseorang.
" Sayang, pandanglah kami. Tak tahan dah ni- "
Pisau ditangan lelaki yang bercakap terjatuh bertemu bumi apabila tangan Auliya yang bersarung dengan sarung tangan hitam, laju memasuki perutnya, organ di bahagian dalam digoncang Auliya sekuat hati. Ketajaman kuku dan tangan Auliya tidak boleh dibayang.
Auliya masih duduk tenang memeluk kakinya menggunakan satu tangan. Tangan kirinya laju bekerja di dalam perut mangsa.
Apa yang disaksi oleh kumpulan lelaki itu, membuatkan mereka melangkah beberapa kali kebelakang. Psiko. Perempuan itu psiko!
ANDA SEDANG MEMBACA
Her Personal Assistant (In Editing)
Misterio / Suspenso-𝐀𝐮𝐥𝐢𝐲𝐚 𝐧𝐚𝐭𝐚𝐥𝐲𝐢𝐚 " Selagi dia tak mati, aku takkan mati. Itu sumpah aku " Konflik antara sahabat. Obses. Dendam. Tikam belakang. Khianat. Semuanya terjadi apabila Auliya menjadi seorang sebatang kara yang kehilangan keluarganya. Wal...
