Matahari Terbit

0 0 0
                                    

" Nyaman adalah suatu hal yang membuat kita bahagia" HAGA NARAYAN

Setelah pertemuan aku dan Haga malam itu,kami berdua semakin dekat,terkadang disekolah kami ngobrol bersama,ketemuan,dan banyak hal.

Dan ketika malam hari,kami rutin untuk mengobrol ditelepon.

Tapi malam ini entah mengapa berbeda,Haga tak menghubungi ku,tentu saja terdapat rasa khawatir di hati ku,takut terjadi suatu hal yang buruk padanya,aku pun menunggu dia membalas chat ku semalaman sampai aku tertidur.

Jam sudah menunjukkan pukul 05.30
pagi,aku terbangun dari tidurku karena ada seseorang yang meneleponku,aku pun menjawabnya tanpa melihat siapa yang menelpon

"Halo" ucap ku

" Pagi cantik" jawabnya, suara itu seperti aku mengenal nya,tapi siapa

"Siapa ya?" Tanya ku dengan nada bingung

"Haga,calon pacarmu" jawabnya,aku pun langsung membuka mata ku lebar-lebar yang melihat nama di kontak,dan benar saja itu Adit,dia menelpon ku.

"Kenapa ?" Tanyaku pada Haga

"Keluar deh,gua diluar nungguin lu" jawab Haga

" Hah ngapain ? " Tanyaku

"Kangen sama si cantik" jawabnya,mendengar itu sudah dipastikan aku salting,aku pun pergi meninggalkan kasurku,lalu mengintip ke arah jendela,dan benar saja Haga sedang ada didepan rumah ku,menggunakan celana pendek dengan kaos putih,ditambah jaket berwarna hitam,wajahnya terlihat tampan,dan juga kelelahan.Aku pun membuka pintu rumah ku,lalu mematikan telpon

Haga tersenyum kearah ku,sial dia sangat tampan

" Hai " ucap nya dengan senyum termanis nya

" Hai,lu belum tidur yaa?" Ucapku sambil berjalan kearahnya

"Kok lu tau" jawabnya masih tetap dengan senyumannya

" Iya lah tau,muka lu capek banget,lagian ngapain sih belum tidur,lu ngapain?,kalo sakit gimana ?" Ucap ku dengan terburu-buru sambil melihat kearahnya sebal

Dia hanya mengangguk sambil tersenyum,lalu dia berjalan lebih mendekat padaku,memasangkan jaketnya ditubuhku,akupun hanya diam menerima perlakuan Haga.

"Biar gak sakit pake jaket gua ya" ucapnya,aku pun hanya mengangguk

dan setelah selesai memasangkan jaketnya ditubuhku,tiba-tiba ia memeluk ku

"Hmm,nyaman banget meluk lu " Ucap Haga, mendapat perlakuan itu tubuh ku pun menjadi kaku bingung harus bagaimana,dan aroma parfum adit adalah vanilla,wanginya begitu melekat dan membuat nyaman,aku pun membalas pelukan Adit.

"Lu kenapa?" Tanya ku hati-hati

" Mau jalan-jalan gak,keliling komplek ini sambil ngelihat matahari terbit" ucapnya padaku

Aku pun hanya mengangguk,lalu mengikutinya berjalan disebelahnya 

"Tubuh lu" ucap Adit padaku,
mendengar Haga mengucapkan itu aku pun mencium tubuh ku takut jika bau "kenapa bau ya ? " Ucapku

"wangi vanilla dan strawberry,enak banget bikin nyaman" lanjutnya dengan senyum memamerkan giginya

Aku pun hanya tersenyum mendengar jawaban  Haga,sebenarnga aku ingin menanyakan mengapa Haga tiba-tiba berada didepan rumahku pagi-pagi sekali,tapi hal itu ragu untuk aku tanyakan,kami berdua berjalan entah ingin kemana.

Akhirnya kami pun sampai ditaman dekat rumah ku,Haga pun berjalan menuju kursi taman,aku pun hanya mengikutinya saja,kami berdua akhirnya duduk bersama menatap langit yang sebentar lagi akan berubah menjadi sangat terang,Haga pun mulai membuka suara.

"Tadi malam maaf yaa" ucap Haga padaku sambil menunduk

" Kenapa minta maaf ? " Tanyaku heran

" Gua gak menjawab chat lu,dan gak nelpon lu juga" ucap Haga sambil menatap ku

Aku pun hanya terkekeh " gapapa kali,lagian kita gak ada hubungan apa-apa,gak wajib juga telponan tiap malem" jawabku padanya

Hening,tak ada jawaban dari Haga

Dan dia hanya menatapku,dengan tatapan yang sulit untuk ku artikan.

Haga pun mulai membuka suara lagi menjelaskan apa yang terjadi semalam "Tadi malem gua balapan" ,mendengar itu aku terkejut

"Tapi lu gapapa kan ?" Jawabku sambil melihat tubuhnya,dan menyentuh wajahnya

Dia hanya tersenyum " gua gapapa kok" jawabnya sambil memegang tangan ku yang berada diwajahnya

Kami berdua pun saling bertatapan,lalu dia melepas tangan ku,aku pun langsung menurunkan tangan ku dari wajahnya.

"Lu ketangkep polisi ya ? "Ucap ku menebak

Ia hanya mengangguk, "ihh kok bisa sih,lagian kenapa lu balapan segala,itu kan bahaya" ucapku padanya dengan nada khawatir

"Gua gapapa Ni" jawab Haga sambil meyakinkan diriku

"Oke,jangan gitu lagi yaa,gua gak mau lu kenapa-kenapa" ucapku padanya,aku ingin sekali mengomeli nya tapi aku sadar aku tidak boleh seperti itu karena aku tidak memiliki hubungan special dengan Haga.

"Janji" ucap Haga sambil mengulurkan tangan nya,aku pun membalas uluran tangannya.

"Janji" ucap Haga sambil mengulurkan tangan nya,aku pun membalas uluran tangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Matahari pun sudah terbit,kami melihatnya sambil saling menatap satu sama lain

" Indahnya " ucapku sambil menatap Haga

" Iya indah,apa lagi dilaluin nya sama lu" jawab Haga terfokus pada matahari yang mulai muncul

Pagi itu Haga menjelaskan semua kronologi yang dia laluin malam itu,dan setelah selesai bercerita Haga pun mengantarku pulang kerumah.

Setelah dirumah ia berpamitan kepada ayahku,kebetulan ayahku sedang menyiram tanaman didepan rumah.

Aku pun memasuki kamar ku lalu aku berdiri didepan cermin,dan ternyata outfit ku sangat jelek,aku hanya memakai celana pendek dan baju kebesaran ketika bertemu Haga tadi,ditambah rambut singa ku yang sangat aut-autan menambah kejelekan diri ini.

"Aduh,kenapa yaa, ketemu calon pacar,kok outfitnya begini,semoga aja dia gak ilffel" ucapku didepan cermin sambil meratapi nasib.

Jika Tak Lagi BersamaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang