Berita itu benar ?

1 0 0
                                    

" Berita itu seperti angin yang bisa datang melalui segala arah" Nini

Pagi ini aku sedang melamun dikelas,teman-teman ku sedang dikantin untuk membeli sarapan,dan tiba-tiba Bella memanggil nama ku,akupun langsung tersadar dari lamunanku

"NINI" teriak Bella
akupun menoleh ke arah Bella,"kenapa sih teriak-teriak" jawabku sebal

Bella pun hanya mesem-mesem,"temenin gua ke lantai empat yuk" pinta Bella

"Mau ngapain?" Tanya ku

"Mau nyamperin cowo gua,ayo Ni,lumayan lu bisa ketemu Haga" ucap Bella sambil menarik-narik tanganku

Aku pun lalu berdiri dari tempat duduk ku,ingin hati menolak permintaan Bella,tapi lumayan juga bisa ngeliat Haga hehehehe

Kami berdua pun berjalan menuju lantai tiga,"kenapa sih lu yang ke tempat cowo lu,kenapa gak dia aja ke kelas kita?" Tanya ku pada Bella

"Kan gua yang butuh,gua yang kesana lah" jawab Bella

"Iya juga sih" jawabku,kami pun sampai di depan kelas pacar Bella,Bella pun memanggil kekasihnya itu ke dalam kelas,sedangkan aku menunggu diluar kelas,saat sedang menunggu Bella tiba-tiba ada lelaki yang berdiri disebelah ku,aku pun menengok untuk melihat siapa dia.

Dia adalah teman Adit aku tau karena pernah melihat dia bersama Haga waktu itu , lalu dia melihat ke arah ku juga," lu cewenya Haga ya?" Tanyanya padaku

Aku pun terkejut mendengar itu lalu langsung menjawab,"Bu-bukan" jawabku sedikit gagap

Dia hanya menatap ku lalu tersenyum,"kenalin gua Raka " ucapnya sambil mengulurkan tanganya padaku

Aku pun membalas uluran tangannya itu lalu berkata "gua Nini",setelah menyebutkan namaku aku pun lalu langsung melepaskan uluran tangan kami.

"Lu udah lama deket sama Haga ? " Tanya Raka padaku

"Belum lama,kenapa?" Tanyaku pada Raka

"Hati-hati sama dia ya" ucap Raka

"Kenapa emangnya?" Tanyaku bingung

"Nanti lu juga tau,jangan sampe kejebak sama Haga " ucapnya padaku,lalu ia pun menepuk kepala ku dengan lembut,setelah itu dia pun kembali kedalam kelasnya,ketika dia membuka pintu,ketika itu pula Haga  keluar dari kelas.

"Habis dari mana lu Rak" tanya Haga pada Raka

"Toilet" jawab Raka dengan nada yang sedikit ketus,lalu ia langsung memasuki kelasnya.

Haga lalu menghampiri ku " Hai" sapa Haga padaku dengan senyuman manisnya

"Hai juga" jawabku tentunya dengan senyum juga

"Bella nyuruh gua bilang ke lu,kalo lu duluan ke kelas aja,katanya dia mau pacaran dulu" ucap Haga padaku

"Nyebelin banget dia" ucapku dengan nada sebal

Haga pun tertawa,aku kebingungan kenapa dia tertawa,lalu Haga mengacak rambutku sambil berkata " lucu banget sih kalo lagi ngambek"

Mendengar itu pipiku langsung panas,aku yakin pasti sudah merah ini muka.

"Ihhh gitu malahan" ucapku sambil berusaha menutupi kesaltingan ini

"Mau ikut gua gak ?" Tanya Haga padaku

"Kemana?" Tanyaku

"Ayo ikut aja" jawab Haga lalu menggenggam tanganku,lalu kami berjalan bersama

"Mau kemana sih dit" tanyaku pada Haga

"Udah jangan banyak nanya ikut aja" jawab Haga,dengan tangannya yang terus mengenggam tangan ku

Kami pun menaiki tangga,tangga itu terlihat terpencil,aku pernah melihat tangga ini tapi tak berani menaiki nya.

" Eh eh dit" ucapku pada Haga,kami pun berhenti berjalan, Adit melihat ke arahku

"Kenapa ?" Tanyanya khawatir

"Gapapa sih,ini mau ngapain naik ke tangga ini serem tau " tanyaku pada Adit

"Ihh udah sih ikut aja" jawab Haga,dia pun langsung menarik tanganku lagi agar ikut dengan nya,aku pun lagi-lagi mengikutinya,kami berdua sampai didepan kelas,kelas itu sepertinya tidak berpenghuni,lalu Adit membuka pintu kelas itu,dan benar kelas itu tak berpenghuni tempat duduknya terlihat berantakan,dan banyak debu ditempat itu.

"Selamat datang di ruang rahasia" ucap Adit dengan bangga

Aku pun tersenyum melihat ke arahnya " kelas apa ini ?" Tanyaku pada Haga

"Kelas kosong,gak kepake lagi" jawabnya lalu duduk di meja yang dia arahkan ke depan jendela yang cukup besar dikelas itu.

Aku pun hanya menatap Haga," gak capek berdiri" ucap Haga sambil menatapku,"sini" lanjutnya sambil menepuk meja yang ia duduki,agar aku duduk disana,akupun menghampirinya lalu duduk disebelahnya,kami berdua melihat ke arah jendela.

"Wahh adem banget,enak "ucapku sambil menutup mata menikmati angin yang datang

"Iyakan enak,makanya gua suka banget tempat ini,bikin tenang lagi" ucap Haga padaku,dengan tatapan masih kedepan jendela.

Akupun melihat ke arah adit,lalu bertanya "Lu sering kesini?", Haga pun lalu melihat ke arahku

"Sering" Jawab Adit,"kalo gua lagi sumpek dikelas,atau pengen menyendiri gua suka kesini" jelas Haga padaku,aku hanya mengangguk-ngangguk saja

"Lu suka disini?" Tanyanya padaku
"Suka" jawabku dengan cepat,"kenapa?"tanya Haga padaku

"Karena lu yang ngasih tau tempat ini"jawab ku lalu aku tersenyum dengan menunjukan gigi ku

Haga pun tersenyum,lalu ia mengacak-ngacak rambutku " jangan senyum gitu dong,makin cantik kalo gitu,nanti gua makin suka gimana" ucap adit sambil terus merusak tatanan rambutku

"Ihh jangan diberantakin"jawabku sebal

"Iya-iya maaf" Haga pun lalu membantuku merapikan rambutku

"Nyebelin dasar" jawabku dengan bibir yang dimanyunkan," maaf cantik,dimaafin yaa" ucap Haga sambil mencubit pipiku gemas,"iya" jawabku dengan singkat pada Haga

Kami pun kembali melihat kearah jendela,sambil menikmati angin yang membuat kami berdua tenang.

"Ni" panggil Haga,lalu dia menatapku,aku pun ikut menatapnya

"Kenapa?" Tanyaku dengan wajah serius menatap Haga

"I love you" ucap Haga padaku,ia pun lalu memeluk tubuhku

Tiba-tiba tubuhku kaku,apa yang aku dengar,kenapa Haga tiba-tiba seperti ini,dia ah entahlah,aku pun membalas pelukannya itu, cukup lama kami berpelukan,lalu dia melepaskan pelukannya itu, dengan senyuman manisnya itu dia berkata "ayo ke kelas,gua temenin" ucap Haga ,aku pun mengangguk,kami berdua berjalan menuju kelasku,setelah sampai didepan kelas ku Haga pun berkata " Ni,semangat belajarnya"

Aku pun mengangguk,"udah sana masuk kelas" ucap Haga,aku pun mengangguk dan membuka pintu kelas ku,sebelum masuk ke kelas aku pun menganggil Haga,"Ga"

"Kenapa?" Tanya Haga

"Lu tadi nembak gua,dengan bilang i love you ? " Tanyaku pada Haga

Haga hanya tersenyum,lalu ia pun berjalan ke arahku,dan memegang tanganku," gua sayang sama lu,tapi untuk saat ini kita jangan pacaran dulu ya,tunggu gua oke " jawab Haga

Aku pun hanya mengangguk,lalu aku melepaskan genggaman tangan Haga dan berkata "yaudah gua masuk dulu yaa,bye Ga jangan bolos ya"

Haga pun mengangguk,aku pun lalu masuk kedalam kelasku.

"Hari ini begitu aneh,teman Haga berkata aku harus hati-hati terhadap,lalu dengan tiba-tiba Haga berkata i love you,tapi ketika aku nanya tadi dia nembak,dia bilang jangan pacaran dulu,berarti kita hts,lagian Ni lu kenapa nanya dia nembak deh,udah jelas-jelas dia gak ngucapin kata-kata yang pengen jadiin lu pacarnya,aduh ni lu tuh yaa"ucapku dalam hati dan berusaha untuk berpikir agar dapat mencerna semua hal yang terjadi hari ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 26, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Jika Tak Lagi BersamaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang