⟩ Surprise!

581 34 10
                                    

Luna membuka matanya, ia merubah posisinya dengan duduk. Ia melihat sekeliling, masih di klinik tapops. Luna melihat luka lebam di tangannya, luka itu tidak lagi sakit, hanya lebamnya saja yang belum memudar.

Tapi, tangannya masih terasa nyeri sedikit. Sudah 2 hari Luna begini, kerjanya hanya makan dan tidur. Tidak melakukan apa selain itu, karena badannya yang lemas. Juga, setiap malam Boboiboy dan temannya termasuk Fang selalu mengunjunginya. Tapi, kalau Fang berusaha setiap waktu agar bisa mengunjungi Luna.

Seperti sekarang ini, Fang sudah datang pagi-pagi untuk bertanya keadannya, seperti biasa. Dan membawakan Luna bubur lalu menyuapinya. Itu yang setiap pagi Fang lakukan.

"Eh, Luna nak kemana? Jangan bangun dulu lah" Kata Fang ketika melihat Luna berusaha untuk turun dari ranjangnya.

"Aku nak jalan. Kalau macam ni terus, kapan aku nak sehat?"

"Hm, yelah. Tapi aku temankan kau" Kata Fang, Luna mengangguk.

Fang membantu Luna untuk turun dari ranjangnya. Luna sedikit meringis, tapi tak apa. Badannya hanya kaget saja karena sudah lama tidak berjalan.

Fang memegang bahu Luna, agar ia tidak terjatuh nantinya. Luna meminta Fang untuk pergi ke kantin, karena pasti teman-temannya akan berada disana. Benar saja, ketika Luna datang temannya ada disana untuk sarapan. Oh, ada Sai dan juga Shielda yang sudah pulang dari misi.

"Luna!" Pekik Boboiboy.

Semua orang yang berada di kantin menoleh kearahnya, mereka terlihat sangat khawatir. Fang membawa Luna menuju kursi tempat Boboiboy dan kawan-kawan berada. Lalu, membantu Luna untuk duduk.

"Luna, kau dah oke?" Tanya Yaya yang terlihat sangat khwatir.

"Ha'ah, kau macam belum sehat lah" Tambah Ying.

"Ish, aku dah oke. Kalau aku tidur je kat klinik, macam mana nak cepat sembuh"

Setelah itu, Fang mengambilkan Luna bubur. Fang ingin menyuapinya, tapi Luna menolak. Ia akan makan sendiri, ia tidak mau jika terus terusan di suapi.

"Luna" Ucap Sai, ia duduk di sebelah Luna sekarang.

"Eh abang Sai!" Luna langsung memeluk Sai erat. Itu sukses membuat Fang yang berada di sebelah Luna kesal. Ia menatap Sai dengan tajam.

'Cih, tak payah nak peluk peluk lah'
Batin Fang.

Luna melepas pelukannya dan tersenyum. Ia berbincang-bincang dengan Sai sepanjang sarapan. Hingga yang disebelahnya merasa terabaikan. Boboiboy dan kawan-kawan pun sepertinya mengerti kalau Fang sedang cemburu.

"Ekhm" Gopal terbatuk.

"Macam panas lah kat sini, yekan Boboiboy?" Kata Gopal sambil melirik ke arah Fang.

"Ha'ah lah, panas sangat ni, adoh" Kata Boboiboy sambil mengibaskan tangannya seperti kipas.

Fang yang mendengar itu menatap Boboiboy dan Gopal tajam. Ia mengepalkan tangannya hendak ingin memukul dua orangg di depannya ini. Tapi, ia menahannya dan mengelus dada sambil mengucapkan sabar Fang sabar.

...

Setelah sarapan tadi, Sai mengantar Luna kembali ke klinik. Luna juga tadi mengajak Fang untuk menemaninya, tapi Fang berasalan akan berlatih di ruang latihan. Luna hanya mengedikkan bahunya dan mengajak Sai untuk cepat mengantarnya karena harus meminum obat.

Disinilah mereka sekarang, Luna dan Sai di klinik tapops. Luna mengambil obatnya yang diletakkan di nakas dan meminumnya. Sementara Sai, ia duduk di sofa dekat ranjang.

"Kau lepasni nak lanjut misi kat mana, abang Sai?" Tanya Luna setelah meminum obat dan duduk di sebelah Sai.

"Hm, aku dan Shielda diberi masa cuti. Entah sampai bila, katanya sampai Laksamana tugaskan aku dan Shielda" Jawab Sai.

Mon Chéri [ fang x reader ] On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang