Bel pulang pun tiba, Akram dan Vichandra menyusuri lorong kelas sampai ke ujung untuk pergi keluar gerbang sekolah, tetapi saat sudah sampai di gerbang sekolah Akram izin pergi kekamar mandi sebentar, lalu di balas anggukan oleh Vichandra yang artinya ya/boleh/setuju
"Kenapa harus sekarang sih..." Ucap Akram sembari mengaca di kamar mandi, tiba tiba ada beberapa orang laki laki memasuki kamar mandi dan memojokkan Akram di ujung tembok
"Cth... Orang kek lu bisa berteman dengan Vic? SUNGGUH AIB BAGI DIRINYA!!!" nada ejekan dari salah satu dari segerombolan orang itu, Akram hanya berdiam diri tak kuasa.. Bagaimana tidak? Akram hanya sendirian sedangkan mereka banyak "sepertinya lu perlu sesuatu biar ga deketin Vic lagi" senyuman smirk muncul dari orang itu, dan mendekat ke arah Akram, Akram yang di dekati nya langsung menjauh... dan Ya! Pembully-an fisik pun terjadi Akram di pukuli, di tendang, sampai Akram tidak sadarkan diri, lalu segerombolan orang itupun pergi dari kamar mandi....
Vichandra yang heran harus Bagaimana hanya mondar mandir di tempat, karena pasalnya Akram belum kembali sedari tadi, lalu Vichandra pun langsung berlari ke kamar mandi karena khawatir Akram tidak kembali "A-Akram.... Akra!?" Vichandra terbelalak kaget karena melihat keadaan Akram yang tidak sadarkan diri dan badannya di penuhi memar, Vichandra pun langsung menelpon Ayah dan ibunya untuk langsung menjemputnya dan mengantarkan Akram kerumah sakit, Ibu dan ayahnya hanya bebicara 'iya nak tunggu kami, kami segera sampai di sana' sungguh orang tua yang baik kan? Apakah Akram bisa mempunyai keluarga seperti itu? Tentu saja tidak... Bagaimana mungkin. Keluarga Akram saja selalu bertengkar karena masalah ekonomi.*~*~*
Mereka sampai di rumah sakit, Akram memasuki ruang IGD karena banyak sekali luka, setelah berselang lama dokterpun keluar dari ruangan IGD "maaf tuan,nyonya.. pasien mengalami koma karena benturan di kepalanya terlalu keras, jadi pasien bisa saja mengalami gagal otak karena hal ini, atau kemungkinan hilang ingatan permanen" ucap dokter meyakinkan, Vichandra tidak percaya dengan perkataan sang dokter, tubuh nya melemah dan terjatuh ke lantai "ini salah Vic ayah ibu... Ini salah Vic hiks.." Vichandra menangis karena merasa bersalah sudah mengizinkan Akram sendiri kekamar mandi, seharusnya Vic menunggu di depan pintu luar kamar mandi, saat ini dirinya benar benar merasa bersalah, setelah itu Vichandra memasuki ruangan pasien dan memegang tangan Akram"akra... Maafin Vic karena Vic izinin Akra sendiri ke kamar mandi... Akra bangun dong akra.. hiks... Akra..." Air matanya kembali membasahi pipi Vichandra, Kedua orangtuanya Vichandra tidak kuasa melihat anak nya bersedih dan merasakan sakit yng pilu karena teman dekat nya itu berada di kasur pasien dan tidak sadarkan diri, Kedua orangtuanya langsung menenangkan Vichandra yang tengah menangis sembari meminta minta maaf beberapa kali kepada Akram karena kejadian ini
*~*~*
Sudah satu minggu Vichandra mengunjungi Akram yang berada di rumah sakit dan tidak ada perubahan, kondisinya tetap sama, yaitu Koma. "Akra, ayo bangun.. Akram pengen punya keluarga yang harmonis kan..? Ayo pulang sama Vic ayo akra bangunn! Kalau akra ga bangun nanti Vic sendirian, akra ga punya teman lagi, ayo bangun bangun.. Vic mohon akra... Ayo akra bangun..." Vichandra pun mulai meneteskan air matanya, karena pasalnya Vichandra tidak mempunyai teman, Vic mempunyai teman hanya sekedar di manfaatkan jadi dia memilah milih teman dan Akram lah yang terpilih menjadi temannya, pasalnya Akram itu anak yang jujur, dia selalu mencurhatkan isi hatinya kepada Vichandra maupun itu senang,sedih,kecewa, pasti Akram selalu menceritakan nya, Akram sudah dianggap adik oleh keluarga Vichandra karena Vichandra itu adalah anak tunggal, mereka hanya berbeda 1 tahun, tetapi Akram lompat kelas karena pintar jadinya Vichandra dan Akram satu kelas, di kelas yang sama. "Akra kapan bangunnya? Vic capek nunggu dede akra, akra pengen cerita cerita lagi kan? Vic punya cerita bangus loh~, orang orang yang bully akra udah kena hukuman skors 2 minggu, dan sekarang akra masih belum bangun juga, hm.... Vic masih bingung dengan mood akra, di saat senang,sedih,kecewa, akra selalu saja terlihat biasa saja padahal hati akra hancur berkeping-keping karena hal itu, akra punya masalah keluarga ya? Ayo dong bangun nanti Vic bantuin cari solusi nya ya??" Ucap Vichandra sembari memegang tangan Akram, berbicara layaknya seperti berbicara dengan orang yang sadar, tetapi dia hanyalah berbicara dengan orang yang sedang tidak sadarkan diri, malang sekali...

KAMU SEDANG MEMBACA
Pembunuhan Rahasia
RandomDua bocah SMA terlibat dengan kasus pembunuhan, ya ternyata mereka benar benar terlibat kasus ini. tetapi tidak di ketahui oleh para anggota polisi. nama saya akram al-gibrani nur dzamil, saya mempunyai satu teman yaitu Vichandra ah.. sial saya melu...