꒰>1<꒱

1.2K 70 8
                                        

Helaww..
Happy reading 🌷


꒰>𝐂𝐀𝐍𝐃𝐀𝐋𝐀<꒱


7:00 PM

"NGAPAIN LO?! ITU PUNYA GW!!"
Tepat pada saat waktu makan malam seorang pria dengan tubuh tinggi duduk di salah satu kursi meja makan itu marah pada sang adik perempuannya yang tengah mengambil sepotong daging rendang yang telah ia tetapkan itu miliknya.

"Iya iya gausah marah sih"
gerutu shafa sang adik yang memang harus mengalah pada sang kaka laki² nya.

"Hei hei udah gausah berantem"
celah sang ibu yang memang telah memperhatikan anak² nya sedari tadi.

"Shaka, harusnya kamu bilang pelan² gausah marah² jangan bikin ayah naik darah!"
Sang ayah telah lelah pada anak laki² nya yang memang sangat pemarah, namun memang dari awal sang ayah tidak menyukainya..

" Udah lah Satya duluan"
Satya Anargya, kembaran shaka Anargya yang memiliki sifat yang sangat terbalik dari shaka, ia bangkit dan siap² pergi ke kamarnya dengan kesal karna kehilangan selera makan akibat shaka yang membuat nya muak.
Sebenernya dia sayang sekali dengan shaka bahkan dia sangat peduli pada kembarannya itu namun pagi ini dia sedang tidak dalam mood yang baik karena semalam ia habis cekcok dengan pacarnya.

Tak butuh waktu lama ruang makan keluarga Anargya telah sunyi meninggalkan sepasang suami istri yang tengah duduk memikirkan yang macam².

" Gimana kalau shaka ga kunjung menghilangkan sifat pemarahnya mas?"

" Pasti hilang ko butuh waktu aja, penyakit tempramental nya memang menyebabkan banyak perubahan pada dirinya..nanti kita bicarakan lagi sama dokter yoga.."
kalimat diusaikan dengan helaan nafas berat dan pergerakan sang ayah ke belakang kursi istrinya.

"Bahkan kita baru konsul sekali, belom tentu shaka mempunyai penyakit tempramental, dia seorang mahasiswa kedokteran mana mungkin dia mempunyai penyakit tempramental! Shaka hanya marah padamu dan shafa! Tidak padaku dan satya, dia mungkin hanya membenci kalian! Bukan punya penyakit begituan!"

" Ke kamar yuk? Kita bicarain nanti.."
Ajak sang ayah dengan lembut melihat istrinya memasang wajah marah.
Hanya dibalas anggukan dan pergerakan sang istri.

꒰>𝐂𝐀𝐍𝐃𝐀𝐋𝐀<꒱

Pagi hari ini disambut dengan hujan dan angin yang kencang tiada sedikit pun matahari untuk menunjukkan sinarnya.
Pagi ini keluarga anargya tidak ada yang
Memulai percakapan di meja makan,
Sampai akhirnya shafa harus menerima kesalahan yang harusnya tak ia lakukan,
Dengan tidak sengaja shafa menumpahkan kuah sop nya di lantai tepat bersebelahan dengan kaki shaka, semuanya terdiam sambil memperhatikan shafa..

"1..2..3.." hitung shafa dalam hati..

"BISA GA KALO NGELAKUIN APA² ITU YANG BENER!! SENENG BANGET BUAT SALAH"
Shaka berteriak pada shafa yang membuat rumah yang tadinya sunyi menjadi berisik.

"Maaf bang tangan gw tremor tadi"

Shafa mencoba tidak membalas abangnya dengan emosi agar masalah tidak semakin membesar.

"YA TAPI ITU KENA CELANA GW DAN DENGAN LO MINTA MAAF ITU GABAKAL NYELESAIN APAPUN !!"

"Udah shaka pake celana gw gih, mau ganti sendiri apa gw gantiin?"
Satya mencoba untuk tidak membuat suasana makin panas.

"Udah gila lo sat!"
Shaka bangun dan pergi ke kamarnya..

"Shafa, besok kamu duduk di tempat abang aja ya? Biar abang yang di sebelah si shaka"
Satya sangat menyayangi adik perempuan nya ini, dan dengan satya, shafa masih dapat merasakan kasih sayang memiliki abang..

"Maaf ya..shafa selalu buat ka shaka tantrum"
Shafa menunduk, dia merasa bersalah tidak seperti biasanya yang bodo amat jika shaka marah, kali ini dia sedih karena melihat piring shaka yang masih utuh karena tadi shaka baru saja ingin menambahkan sop pada piringnya namun karena keteledoran shafa berakhir shaka tidak makan.

"Shafa.. udah ya nak.. makan gih abistu kalian bebas mau ngapain, ini kan hari minggu"
Sang ibu tampak merasakan perasaan shafa kini mengelus pundak anaknya..

Tiba-tiba shaka turun dari lantai atas dengan pakaian serba hitam dan jaket kulit hitam yang dia bawa di tangan nya.

"Shaka mau kemana nak? Lagi hujan loh.."
Sang ibu menanyakan shaka, bagaimanapun shaka masih menghormati nya.. jadi dia sangat menyayangi anaknya ini.

"Shaka mau kerumah jay"

"Yaudah hati-hati ya.. ni pegang uang.. kamu kan blom makan"
Sang ibu merogoh kantongnya lalu hendak bangun ingin memberikannya pada shaka.

Shaka yang baru selesai memakai sepatu pun bangun dan menolak uang dari sang ibu.

"Shaka punya uang sendiri, yaudah shaka pamit"

"Udah ini pegang aja.."
Sang ibu menaruh uangnya di kantong jaket shaka lalu merapikan sedikit rambut putranya.

"Makasih bu.. yaudah shaka pamit"

"Sebenarnya shaka adalah anak yang baik kalo dia di perlakukan dengan baik, ini salah kamu mas, dia pantas membencimu dan jangan salahkan shaka kalau dia marah padamu"
Ucapan dingin samg ibu membuat mereka yang sedang makan di meja makan diam terpaku..

꒰>𝐂𝐀𝐍𝐃𝐀𝐋𝐀<꒱

"Shak..gw masak pasta nieh.. mau ga?"
Kini shaka berada di apart jay, pemuda ini sangatlah kaya jadi shaka beruntung punya temen seperti jay.

"Mau lah.. gw blom makan anjr gegara si anak bangsat"
Shaka mendekat pada jay.. dan melihat pasta yang baru saja matang.

"Benci banget lo ama adek lo"

"Beban keluarga anjr dia"

"Jahat lo"

"Bodo"

"Shak gw ada baju buat nanti malem"

"Anjr lo.. kek mana?"

"Ya..biasa.."

"Nyaman ga?"

"Ngeremehin lo? Gw dikirim sama temen gw yang di Prancis"

"Anjay lah.."

"Wkwk goyang kita"

"Lets have money tonight"

TBC

Hehe..ini book kedua gw setelah enigma..

Thanks buat yang udah baca dan jangan lupa vote nyaa...
Bubayy

𝐂𝐀𝐍𝐃𝐀𝐋𝐀 || 𝐇𝐞𝐞𝐡𝐨𝐨𝐧Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang