Fifty

8.2K 269 13
                                        

"Bahkan di saat Haikal kesakitan pun, Mama nggak mau meluk Haikal, ya? nek, Haikal capek, jemput Haikal pulang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Bahkan di saat Haikal kesakitan pun, Mama nggak mau meluk Haikal, ya? nek, Haikal capek, jemput Haikal pulang."

- Haikal Mahendra.

"Sayang tunggu sini dulu ya. " tanpa menunggu jawaban dari Ella, Haikal beranjak dari duduknya dan berjalan menuju tempat penjual bunga yang tidak jauh dari tempat mereka bersantai.

Saat ini mereka masih berada di pantai untuk menunggu datangnya sunset sambil menikmati es kelapa muda yang sudah mereka pesan. Ella memandang gerak - gerik Haikal dari tempat duduknya. Dari mulai lelaki itu yang berjalan ketempat penjual bunga, dan kembali dengan sebuah kerajinan tangan dari bunga aster putih berbentuk melingkar.

Gadis itu pikir Haikal akan menghampiri nya setelah itu, tapi nyatanya dugaannya salah. Haikal bukannya berjalan ke arahnya, lelaki itu malah berjalan menghampiri segerombolan remaja seusiannya yang keberadaan nya 3 meja dari tempat Ella saat ini.

Ella menyergitkan dahinya bingung, "kak Haikal ngapain? kok nyamperin cowok - cowok itu bukannya nyamperin Ella."

Selang 2 menit Ella bergumam demikian, Haikal berjaln ke arahnya dengan satu kerajinan bunga dan gitar yang ada di tangannya. Entah dapat gitar dari mana lelaki itu.

"Maaf ya sayang lama." ucapnya sambil mendudukkan dirinya di samping Ella.
Ella mengangguk, "kak Haikal habis ngapain?"

Bukannya menjawab, Haikal malah tersenyum sambil meletakkan gitar itu di sampingnya. Setelahnya dia menatap Ella dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya.

"Cantik." puji Haikal saat dia sudah memasangkan bunga daisy berbentuk bandana itu ke kepala Ella.

Haikal menatap kedua bola mata indah Ella lekat, "disimpen ya sayang, biar kamu selalu inget sama aku."

Ella mengangguk dengan seulas senyuman manis terbit di bibirnya bersamaan dengan rona merah di kedua pipi chubby nya. "kenapa harus bunga daisy kak?"

Jari jemari lentik Haikal mengelus lembut kedua pipi gadisnya, "bunga daisy putih indah sayang, seindah Ella nya Haikal."

Lelaki itu mengecup dahi Ella lama setelah mengatakannya. Rona merah di pipi Ella semakin merona kala mendengar ucapan lembut Haikal, sepertinya wajah mengemaskan Ella sudah seperti kepiting rebus sekarang. Karena merasa malu gadis itu menghambur ke pelukan Haikal guna menutupi kesaltingannya.

"Jangan gitu kak, Ella malu." cicitnya dengan kepala yang dia benamkam di dada bidang Haikal.

Haikal terkekeh sambil mengelus surai rambut Ella lembut. Kedua tangannya bergerak untuk menangkup kedua pipi Ella yang merona karenanya.

Rumah Tanpa Jendela [SEGERA TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang