Thirteen

6.4K 216 41
                                        

"KAK ELLA." teriak anak laki-laki berusia 10 tahun itu sambil berlari kecil menghampiri Ella dan di ikuti Papa Arkan di belakangnya.

Ella tersenyum saat Arsya sudah berada di sampingnya, "jangan lari-lari Arsya, nanti jatuh."

Arsyaka Ephraim adik kandung Arkan yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, masih kecil memang tapi ketampanannya tidak perlu di ragukan lagi. Badannya yang cukup tinggi untuk ukuran anak seusianya, bersih putih selayaknya laki-laki pada umumnya, hidungnya yang mancung seperti Papinya, sorot mata yang tajam seperti kakaknya dan bulu mata yang lentik seperti Maminya.

Bagaimana tidak, Tuan Ephraim selaku Papi Arkan dan Arsya adalah asli orang Canada. Begitu tampan dan gagah di usianya yang sudah berkepala dua tapi dia masih terlihat muda. Dan jangan lupakan, Mami Clara di balik kecerewetan nya dia begitu terlihat anggun, cantik, dan awet muda juga tentunya.

"Hehehe, Arsya terlalu seneng karena ada kak Ella disini." jawabannya di iringi dengan cengiran.

Mami Clara tersenyum tipis melihat putra kecilnya yang selalu sangat antusias saat melihat kedatangan Ella, "udah-udah, Arsya duduk ya. Ayo kita makan, kasihan kak Ella udah laper."

"Iya mam." Arsya duduk di samping kursi Ella bersamaan dengan Ephraim yang duduk di samping istrinya.

"Bi, ambilin makanannya ya." wanita dengan dress rumahannya itu menatap asisten rumah tangganya, menyuruh untuk membawa makanan yang ada di dapur.

Wanita paruh baya itu mengangguk, "baik nyonya."

"Ella bantu ya bi." Ella berdiri dari duduknya hendak melangkah membantu wanita paruh baya itu tapi di cegah lebih dulu oleh bi Surti.

"Nggak usah Non, biar bibi aja."

"Iya sayang, biar bi Surti aja, kamu duduk disini, ngobrol sama Mami." Clara menarik pelan pergelangan Ella agar gadis itu kembali duduk.

Ella mengangguk pelan, dia kembali mendudukan dirinya di kursi itu.

"Arsya gimana sekolahnya?" tanya Ella pada Arsya sambil mengusap pucuk kepala anak itu pelan.

"Seperti biasa kak, nggak ada yang spesial." Arsya menjawab sambil menatap Ella dengan senyuman, jika ditanya soal kedekatan mungkin Arsya akan menjawab jika dia lebih dekat dengan Ella dari pada abangnya Arkan. Arsya bahkan hampir tidak pernah berbicara dengan abangnya, sebab abangnya itu selalu sibuk dengan dunianya sendiri.

"Oh ya, Mama sama Papa kamu masih di luar negri, sayang?" tanya Mami Clara pada Ella.

Ella yang awalnya menatap sepenuhnya pada Arsya pun menoleh beralih menatap Clara yang duduk di samping kanannya, kepalanya mengangguk pelan. "iya mam, Mama sama Papa belum pulang."

"Kapan?" Ephraim yang awalnya fokus pada ponsel nya, mendongak menatap Ella datar.

Ella menyergit tidak mengerti apa yang di maksud Papi Arkan, "maksudnya Pap?"

Mami Clara terkekeh melihat kebingungan Ella dengan ucapan sibgkat suaminya, "maksud Papi, kapan Mama sama Papa kamu pulang sayang?"

Ella mengangguk-angguk kepalanya faham, "oh, kalau itu Ella belum tau Mi, Pi."

Sepasang suami istri itu mengangguk bersamaan.

Rumah Tanpa Jendela [SEGERA TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang