Part 6

1.7K 68 6
                                        

Title: Unpredictable Marriage 6
Author: Jikhovi
Genre: Romance, Friendship, Life
Main Cast:
-Kim Kibum
-Lee Hyo Min
Other Cast: Choi Minho, Krystal, Umma Lee Hyo Min, dll (msh terus berubah)
Length: Squel
Rating: NC-21

KEMBALI LAGI BERSAMA SAYAA!! AUTHOR YANG SUPER DUPER ANEH! ~T_T~
dear readers, kalian perlu tau yaa ini jikhovi ngerjainnya pas malem minggu saking ga ada kerjaannya dan ada beberapa masalah teknis(cielah) yang author alami. Bikin gue sempet frustasi beberapa saat dan hampir menyerah. Tapi.... Demi kalian AKHIRNYAAA!!! Masalah itu selesai! YEAY! Hahahahaha baiklah, tanpa menuggu lama langsung saja kalian baca cerita ff nista ini daaaannnn jangan lupa vote dan komen! ;) Terimakasihh :D :*

-

-Hyo Min POV-

Ke esokan paginya..

Aku sudah bersiap-siap di kamar ketika Kibum masuk ke kamarku tanpa permisi. Membuatku sedikit kaget. Ketika aku bersiap memarahinya dia hanya nyengir tak berdosa. Mau tak mau aku ikut tersenyum dan membatalkan niatku untuk memarahinya.

Kibum melangkah masuk dan memeluk pinggangku dengan mesra, menompangkan dagunya diatas pundakku dan menghembuskan nafasnya yang hangat dileherku.

"Kau sudah siap?" bisiknya pelan. Suaranya yang menggoda membuatku sedikit merinding. Jujur saja, aku belum terbiasa dengan sikapnya yang berubah seperti ini.

Aku mengangguk, "Semuanya hampir siap, kau?" balasku. aku meraih tas yang akan kubawa dan menutup resleting tas itu.

"Tentu saja. Sekarang lebih baik kita keluar." Sahutnya. Lalu Kibum mengambil tasku dan membawanya keluar. Dia menarikku ikut keluar dari kamar.

Hari ini hari sabtu, seperti janjinya dia akan mengajakku untuk pergi ke pantai. Awalnya aku bingung akan mengenakan baju apa, tapi akhirnya kuputuskan untuk memakai cropped tee dipadu warna putih yang dipadu dengan tanktop warna hitam dan hotpants. Sementara Kibum hanya memakai t-shirt warna krem dan jeansnya.

Diperjalanan tak henti-hentinya dia memandangiku, memainkan rambutku sambil tetap berkonsentrasi pada jalanan didepannya. Sementara aku hanya bisa tersenyum malu karena dia terus memandangiku dengan pandangan memuja.

"Chagi, hari ini kita tidak jadi pergi ke pulau Jeju ya. Mianhae...." Sahutnya membuka pembicaraan.

"Wae? Oppa tidak dapat tiketnya ya?" balasku sambil meledek.

"Ani.. aku baru ingat keluarga besarku punya satu pulau didekat sini. Kita akan menginap disana. Kau tahu, pemandangannya tak kalah indah dari pulau Jeju." Kibum menjelaskan dengan semangat. Matanya berbinar-binar ketika mengatakan itu.

"Jinjja? Wuaaah.. aku tidak menyangka kalian punya pulau.. Apa disana ada penginapan?" tanyaku.

Aku nyaris lupa bahwa keluarga Kibum merupakan keluarga berada dan terpandang. Mungkin bagi mereka membeli satu pulau kecil itu sudah seperti membeli beberapa rumah. Bukan berarti keluargaku biasa saja, hanya saja keluarga mereka lebih kaya raya. Apalagi keluarga mereka sudah membantu Appa-ku waktu perusahaan kami bangkrut dan rugi.

"Ne... disana ada beberapa penginapan. Wae? Kau berniat menginap disana?" Tanya Kibum sambil menatapku sekilas.

Aku terdiam. Aku ingin sekali menginap disana, tapi itu berarti aku akan satu kamar dengannya. Tidak mungkin kan kami tidur beda kamar, apalagi kami sudah menikah. Apa kata orang nanti. Tapi membayangkannya saja mukaku sudah memerah karena malu.

"Iya, aku memang ingin menginap disana Oppa. Kau keberatan?" balasku akhirnya.

Kibum menggeleng "Tentu saja tidak. Untung saja aku sudah membawa baju juga" sahutnya.

Unpredictable MerriageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang