Felix di tempat kerja tidak bisa fokus karena dia memikirkan bagaimana perkembangan pencarian Wooyoung saat ini, ia juga selalu memperhatikan Jeongin dan Minho yang datang ke tempatnya bekerja seperti biasa, sebenarnya Felix ingin bertanya sejauh mana mereka tapi ia juga sedikit takut apalagi mereka terlihat sangat serius, lagipula pasti mereka memberitahu kalau sudah ada petunjuk yang mereka dapat.
Felix sekilas menggelengkan kepalanya karena sejenak dia berpikir sesuatu yang buruk sudah terjadi pada sepupunya, tapi ia berusaha berpikir positif.
"Apa yang kau pikirkan cantik?" Felix segera menoleh saat mendengar seseorang di sampingnya dan dia dapat menemukan wajah Hyunjin yang hampir menyentuh wajahnya.
"Aku memikirkan Wooyoung, apa mereka sudah menemukan petunjuk?" Tanya Felix setelah menjauhkan wajahnya.
"Belum, aku rasa orang yang pergi dengannya tidak ingin kita tahu kemana mereka pergi." Jawab Hyunjin apa adanya, karena mereka memang belum menemukan jejak Wooyoung sama sekali.
"Lalu bagaimana sekarang?"tanya Felix.
"Tenanglah aku yakin sepupumu baik-baik saja, keluarga tunangannya juga sudah melepas orang-orangnya untuk mencarinya." Beritahu Hyunjin.
"Apa maksudmu orang-orangnya?" Tanya Felix heran.
"Sayangku, kau akan tahu nanti tapi mereka bukan keluarga biasa-biasa saja, apa kau tidak merasakan aura 'menakutkan' dari keluarga tunangan sepupumu itu?"Ujar Hyunjin sambil menatap Felix yang terlihat lucu di matanya saat serius mendengarkannya.
"Aku tidak berpikir demikian tapi ya mereka sedikit terlihat begitu" ujar Felix ragu.
"Kalian kemarilah" panggil Chan yang baru datang dan duduk di meja yang sama dengan Jeongin dan Minho.
"Ada apa Hyung?" Tanya Hyunjin terlihat sedikit judes karena pembicaraannya dengan Felix terganggu, padahal ia sudah merencanakan topik lain supaya ia dapat berbicara sedikit lebih lama dengan Felix.
"Ada sedikit petunjuk tapi tidak tahu apakah ini benar atau tidak" jawab Chan.
"Mobil yang dinaiki Wooyoung saat terakhir dilihat Felix tidak terlihat dalam CCTV manapun di jalanan dan tentu saja itu sangat janggal dan benar saja semua CCTV itu sudah di retas entah bagaimana caranya, tetapi pelakunya kurang teliti karena meninggal satu CCTV yang masih merekam mereka" jelas Chan.
"Di mana posisinya Hyung?" Tanya Jeongin.
"Jalan di dekat perumahan elit di ujung kota yang berbatasan dengan hutan" ujar Chan.
"Jika mobilnya lewat jalan itu berarti mereka memasuki perumahan itu, itu berarti orang yang bersama dengan Wooyoung atau Wooyoung memiliki rumah di dalam sana, karena hanya pemilik yang bisa memasuki kawasan itu" ujar Minho yang dari tadi diam menyimak ucapan Chan.
"Lix, apa keluarga Wooyoung memiliki rumah di sana? Tanya Hyunjin.
"Aku tidak tahu" jujur Felix, karena walaupun ia memang dekat dengan keluarga sepupunya itu tapi bagaimanapun ia masih baru dalam keluarga mereka lagipula tidak mungkin juga Felix menanyakan di mana saja rumah yang dimiliki pamannya.
"Lebih baik tanyakan langsung pada orang tua Wooyoung" ujar Chan.
"Baiklah, aku akan menelpon papinya Uyong" ujar Felix lalu segera menghubungi pamannya dan menanyakan yang ingin mereka ketahui.
"Apa mereka punya?" Tanya Jeongin.
"Tidak"
"Itu berarti orang yang bersama dengan Wooyoung yang memiliki rumah di dalam sana" ujar Minho menyimpulkan.
