Fourth memasuki backstage dengan wajah bahagia diikuti Felix di belakangnya dan juga suami-suami Fourth.
Jujur saja Felix mau pergi dari sana lagipula kenapa juga sepupunya itu mengajaknya padahal sudah ada lima suaminya yang menemaninya, tetapi ia memutuskan untuk tetap ikut karena tak ingin sang sepupu sedih apalagi ia memang memanjakan adik-adiknya ditambah saat ia mendengar kabar kehamilan adik sepupunya itu ia seakan tidak bisa menolak semua permintaannya.
Seorang menghampiri mereka yang memperkenalkan diri sebagai manager Jisung, setelahnya mereka diarahkan ke salah satu ruang.
"P' Jisung?" Sapa Fourth kesenangan saat melihat Jisung di depan matanya.
"Halo Fourth" sapa Jisung mendekat ke arah Fourth, sedangkan Felix sedang memanfaatkan tubuh suami-suami Fourth yang besar itu untuk bersembunyi.
"Bagaimana, kau mau berfoto?" Tanya Jisung yang diiyakan Fourth.
"Saya ijin berfoto dengan istri kalian ya" ujar Jisung pada kelima suami Fourth.
"Lakukanlah" ujar Pond.
Sedangkan Felix yang masih berusaha bersembunyi membuat seseorang tersenyum padanya namun ia tidak menyadarinya. Felix pun tidak berpikir kenapa Jisung seperti mengenal Fourth sangat dekat.
"P' Yongbok ayo berfoto juga" panggil Fourth.
Felix yang mendengar itu langsung kaget, matilah ia, kenapa juga Fourth mengajaknya, sia-sia saja ia berusaha bersembunyi dari tadi.
"Ti..tidak usah Fourth" jawab Felix tergagap.
"Tidak apa-apa P' nanti dia merajuk lagi"ujar Phuwin yang mendorong pelan Felix untuk mendekat.
Jisung berada di tengah saat mereka berfoto dan Felix tidak tahu bagaimana hasil fotonya karena badannya sudah sangat tegang apalagi saat merasakan sebuah tangan memeluk pinggangnya.
"Sudah? P' keluar duluan ya" ujar Felix ingin segera pergi dari sana.
"Lewat sana, jalan itu sudah ditutup oleh staf" beritahu Jisung pada Felix yang buru-buru pergi.
Mendengar itu Felix segera berbalik dan menuju ke pintu yang ditunjukkan Jisung, namun saat masuki pintu itu ia sedikit bingung karena terlihat lorong yang lumayan panjang dan juga penerangan yang kurang.
Felix terus berjalan menyusuri lorong itu sampai dirinya keluar dan tiba di taman samping stadion, ia kembali terkejut saat lampu-lampu taman menyala.
"Kami datang sayang" Felix segera menoleh saat suara yang ia kenal terdengar dari belakangnya.
"Kalian?" Suara Felix sedikit bergetar saat melihat orang-orang yang sebenarnya sangat ia rindukan berjalan ke arahnya.
"Jangan menangis" ujar Minho tersenyum menghapus air mata Felix.
"Sesuai janji, kami kembali sayang" ujar Changbin yang lalu memeluk Felix saat Minho sudah melepaskan pelukannya.
"Maaf karena membuatmu lama menunggu" Hyunjin mengecup bibir merah mudah Felix dengan lembut sebelum menariknya dalam pelukannya.
Setelah Hyunjin melepaskan pelukannya Felix ditarik pelan ke samping oleh Jeongin yang langsung menenggelamkannya dalam pelukannya, lelaki itu semakin bertambah besar dari terakhir Felix melihatnya terbukti sekarang ia seperti tidak terlihat dalam dekapan Jeongin.
"Jangan menangis Hyung, aku tidak suka melihatnya" ujar Jeongin tersenyum manis lalu kembali mendekap Felix.
Seungmin mendorong Jeongin yang terlalu lama memeluk Felix.
"Aku juga ingin memelukmu, rasanya aku ingin menenggelamkanmu dalam tubuhku" ujar Seungmin memeluk erat Felix sambil mengecup kepala Felix beberapa kali.
