Seungmin menekan bell rumah itu beberapa kali karena tidak ada yang membuka pintu, saat akan kembali menekan bell mereka semua terpaku ke arah pintu yang terbuka.
"Ada apa" suara itu terdengar tidak bersahabat dan seperti tidak mau diganggu.
"Apakah itu mobil anda?" Seungmin bertanya sambil menunjuk mobil yang terparkir di depan rumah.
"Iya, ada apa dengan mobil saya?"
"Jadi anda yang menculik sepupu saya?" Tanya Felix dengan polosnya.
Pria itu terdiam sejenak sebelum tersenyum samar "maaf tapi sepertinya kalian salah alamat" ujarnya hendak menutup kembali pintunya namun Hyunjin dengan cepat menahannya karena melihat sedikit ekspresi panik di wajah pria itu.
"Ada apa tuan, apa masih ada keperluan" ujarnya namun dengan tatapan dingin.
"Kami akan masuk ke rumahmu" ujar Minho lalu berusaha masuk bersama Changbin namun dihalangi pria itu.
"Biarkan kami masuk, apa yang kau sembunyikan di dalam!" Ujar Changbin yang masih berusaha mendorong tubuh pria itu.
"Apa yang kalian lakukan! Pergi dari sini atau saya panggilkan keamanan!" Teriak pria itu terlihat marah saat dia berhasil mendorong Minho dan Changbin.
"Kami yang akan panggilkan polisi kalau kau tidak mengatakan apa yang anda sembunyikan di dalam" ujar Jisung dengan nada mengancam.
"Tidak ada yang saya sembunyikan dan lebih baik pergi dari sini sekarang" ujarnya lalu mengambil sesuatu dibelakang tubuhnya.
"Atau kalian bisa terluka" lanjutkan sambil menodongkan pistol ke arah Hyunjin.
"Hey apa kau gila!" Teriak Felix namun hanya dibalas senyuman oleh pria itu.
"Baiklah kami pergi" ujar Jeongin yang ada di belakang Hyunjin sambil menarik lengan saudaranya agar menjauh dari pria itu.
Baru beberapa langkah mereka membalikkan badan namun semuanya berhenti saat mendengar suara orang lain.
"Yeosang Hyung ada apa, kenapa ribut sekali?"
Suara itu sangat dikenal oleh Felix dan Jake oleh karenanya mereka berdua segera berlari kembali ke pintu itu yang belum tertutup untuk memastikan kalau mereka tidak salah.
"Wooyoung/ kak Wooyoung " panggil Felix dan Jake secara bersamaan.
"Jangan mendekat atau kalian mati!" Yeosang kembali menodongkan pistol ke arah Felix dan Jake yang hendak mendekati Wooyoung.
"Kak Yeosang apa yang kau lakukan, mereka berdua saudaraku!" Teriak Wooyoung takut saat melihat kedua sepupunya ditodong pistol.
"Tidak, mereka ingin mengambil mu sayang" ujar Yeosang sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada, mereka tidak akan" ujar Wooyoung.
"Yeosang, apa yang kau lakukan?" Semuanya menoleh kepada sumber suara itu dan di sana ada keluarga tunangan Wooyoung dan dan orang tuanya juga orang tua Felix dan Jake.
"Turunkan pistol itu!" Suara itu terdengar dingin.
"Apa kau pikir aku akan menuruti itu, lalu kalian akan mengambil Wooyoung dariku" ujar Yeosang entah bagaimana dia sudah memeluk pinggang Wooyoung.
"Apa maksudmu mengambil, dia itu tunangan kami juga!" Lelaki yang mereka tahu bernama Yunho itu berteriak marah.
"Dan itulah masalahnya!" Yeosang membalas berteriak.
"Aku juga mencintainya, menginginkannya dan ingin menikahinya tapi orang tua kita hanya menjodohkan kalian dengan dan melupakan aku!"
"Apa maksudmu melupakanmu?" Tanya ayah Wooyoung saat dia menangkap maksud Yeosang.
