Happy reading guys‼️
Sepulangnya Reyvaska dari rumah sakit, mereka langsung bergegas menuju markas besar untuk membicarakan apa yang telah terjadi kemarin.
Markas besar tak pernah kosong, selalu dihuni oleh anggota Reyvaska dari segala kawasan, anggota yang jumlahnya tak sedikit ini terbagi menjadi beberapa bagian yang mempunyai tugas tersendiri disetiap bagiannya. Saat tengah asyik dengan kesibukan masing masing, mendengar pintu besar menjulang tinggi yang terbuka bersamaan dengan para inti dari Reyvaska masuk, berhasil membuat mereka mengalihkan atensi.
"Wow para inti lengkap personil" Celetuk Baron, lelaki dengan rambut kribo yang merupakan ciri khasnya.
"Selamat datang bro bro sekalian" Sapa Jaden santai, ia merupakan salah satu anggota terpercaya Reyvaska.
"Ada masalah kah? Dari aura kalian rasanya ada sesuatu yang ga beres" Tepat sekali dugaan Rayn. Lelaki manis berdarah campuran Aussie itu memang sangat pandai membaca situasi.
"Masalah serius? Kubu mana yang mau diratain?" Ujar Arez, orang kedua yang menjadi kepercayaan inti Reyvaska
"Yaps, ada suatu masalah guys jadi ini kita mau naik keatas dulu buat diskusi sebentar, dan untuk identitas belum diketahui" Respon Erlian seadanya.
Sontak semua anggota mengangguk paham, memang setiap ada hal yang tidak beres, inti selalu berbincang terlebih dahulu lalu menyampaikan pada anggota, sekalian membahas rencana yang akan dijalankan.
Para inti langsung berjalan menuju ruangan yang biasa menjadi tempat mereka berbincang. Dengan sesekali menghela nafas gusar, Nathan mendudukan tubuhnya disofa besar yang ada disana, begitupun dengan yang lainnya.
"Dari hal hal janggal dan masalah yg datang terus menerus saat ini, tuduhan pertama gue jatuh ke dia." Ujar Nathan membuka pembahasan sambil menatap para teman temannya.
Hening, berperang dengan pikiran masing masing dengan perasaan kalut yang terus menerka nerka motif siapa seseorang yg selalu membuat masalah yang sampai saat ini belum bisa diketahui identitasnya.
"Tapi kenapa Zea yang jadi targetnya? Bukannya dipertemuan sebelumnya dia nargetin Sofia?" Sambar Darren bingung.
"Jangan gegabah dalam nerka Xabiru, dia itu licik. Rencana dia pasti udah tersusun dengan rapih." Balas Vano.
"Bajingan itu kapan berhentinya sih, bukannya tobat malah makin nekat" Ujar Mahesa mulai jengah.
"Menurut gue saat ini kita harus lebih hati - hati, siapa tau bukan Xabiru dalangnya dan kita juga jangan terlalu fokus sama dia, kalau ternyata malah orang lain? Gimana?" Sahut Jeano.
Erlian mengangguk menyetujui yg Jeano katakan, "Intinya kita harus selidiki dulu semuanya Nath, tapi main rapih. Jangan sampe dalangnya tau kalau kita lagi nyusun rencana buat nyari dia."
"Siapapun itu, secara ga langsung dia ngibarin bendera perang untuk Reyvaska. Mau main - main rupanya dasar keparat!" Nathan menggeram marah.
"Jadi apa langkah awal kita?"
••••••••
"Apa anggota lain juga berhak tau soal rencana ini?" tanya Erlian.
"Menurut gua jangan dulu, jaga - jaga aja rencana ini gaboleh sampe bocor" jawab Darren.
KAMU SEDANG MEMBACA
AODRA
Science FictionMenceritakan tentang 4 sahabat yang di keluarkan dari sekolahnya karena selalu membuat masalah, lalu mereka pun memilih masuk ke salah satu sekolah. SMA CAKRAWALA. Akankah mereka betah di sekolah baru mereka? Dan bagaimana jadinya ketika mereka bert...
