10. Bimbang

454 41 7
                                        

: mature, using local porn, sorry for typo(s) etc..







B I M B A N G




"Maaf, mas boleh kasih aku waktu gak?" Senyum Haruto pudar, wajahnya terlihat murung dan Jeongwoo benar-benar merutuki dirinya.

Dengan panik Jeongwoo menggeleng tangannya meraih telapak tangan Haruto "Maksud aku bukan nolak lamaran mas, tapi bisa kasih aku waktu buat mikir dulu.." Jeongwoo rasanya ingin menangis. Sorot mata Haruto yang terlihat sedih kini berubah tampaknya lelaki dewasa itu mengerti bukan salah Jeongwoo jika pemuda itu meminta waktu untuk berfikir. Mungkin terlalu kompleks sehingga yang lebih muda kebingungan.

Haruto yang jauh lebih dewasa mencoba paham, senyum teduhnya hadir.
"Tidak apa apa dek, mas ngerti masih banyak yang kamu pikirin. Maaf ya mas tiba-tiba bilang kalau saya niat ngelamar kamu, jangan dipikirin. Ayo masuk udaranya semakin dingin, nanti kamu masuk angin."

Jeongwoo mengangguk, dibandingkan angin yang dingin entah merasa Jeongwoo lebih menggigil ketika menggenggam tangan Haruto.

***

Selepas kepulangan mereka dari libur dadakan hubungan keduanya masih seperti biasanya. Namun, kali ini Jeongwoo yang terlihat uring-uringan, begitu stres sampai membuatnya mengambil posisi berpikir ala Jeongwoo, kaki di atas bersandar pada dinding sedangkan kepalanya di bawah mencoba mengalirkan darah dan oksigen kedalam otanya yang tiba-tiba terasa menyempit.

Lama terdiam Jeongwoo mengambil hp miliknya, sedikit bantuan dari dua sahabatnya mungkin akan membantu. Suara sambungan operator terdengar, hingga suara Minji mengalihkan fokus Jengwoo.

'Halo, Zy?'

"Jiiii.. gue ganggu gak, kalo gak gue butuh saran dari lo.."

'Hmm. enggak kok, Pak Haru lagi?' Walaupun suara Minji terdengar malas karena sudah tau  bisa dibilang topik Jeongwoo itu tidak jauh dari Dosen mereka itu.

"Iyaa.. gue belum bilang ke lo sama Daniel kalo.... kalo Pak Haru niat ngelamar gue?"

'Ah? ngelamar? lo disuruh lamar pekerjaan?'

"Please Ji, jangan ketularan lemotnya Daniell.. Pak Haru pengen gue jadi suami dia."

'HHAHHH?!!!!!

...lo jangan ngadi-ngadi anjing!!'

"Gue gak bohong, serius sumpah." Jeongwoo bisa mendengar gedebuk dan segala bunyi dari sambungan telepon.

'Truss.. lo terima?'

"Belum gue jawab sih, gue lagi bingung ini makanya gue ngomong sama lo."

'Bokap sama nyokap lo tau?'

"Engga... lebih tepatnya gue udah nyinggung waktu makan malam tadi, gue bilang senadainya ada yang ngelamar gue gimana?"

'Terus?'

"Kata bokap ya gak apa apa asalkan dia mapan dan mereka tau bibit bobotnya."

'Itu artinya mereka kasih lo kebebasan buat milih toh yang mau ngejalaninnya itu lo bukan mereka, tinggal lo cari waktu aja. Tapi yang jadi pertanyaan gue lo mau gak nikah sama beliau?'

'.....'

'Zy.. lo belum mau ya?'

'.....'

'Paham gue, kalo lo diam kek gini pasti mumet banget ya? secara pernikahan nih buat seumur hidup, coba tanya hati dan diri lo sanggup dan bisa gak? jangan karena cinta doang lo nikah.'

"Gue udah mikir sampai kepala gue mau pecah. Pak Haru segitu percaya sama gue buat jadi teman hidup dia."

'Udah keliatan dari mata dia tiap natap lo, lagian yah usia dia udah mateng banget, kerja juga yaa lumayan gaji dosen walaupun gak sebanyak gaji para anggota dewan yang korupsi.'

"Gue pasti lupa bilang kalo Pak Haru itu tajir melintir..."

'Damn, what a hot daddy.'

"Enak aja, My Daddy tuh."

'HAHAHA yaudah nikah sono.'

"Entar."

Dan percakapan keduanya berlanjut hingga satu jam lebih. Tanpa menyadari bahwa Haruto mengirimkn pesan kepada Jeongwoo berisi sepenggal kata meminta izin yang mungkin saja akan mengusik mood Jeongwoo malam ini.

[Pak Dosen ❤️🥰]

Dek sayang, Mas izin ya besok mau seminar keluar kota bareng Ibu Wooyoung, dan Pak Jihoon. Cuma 3 hari mas tolong jadi anak baik ya nanti mas bawain oleh-oleh.

Mas sayang kamu, selalu.

-
-

tbc


*chap dpn bakalan ada badai dan huru hara hubungan pak dosen dan mahasiswa nakalnya nih, kita tungguin.
buat chp 18++ mngkin setelah mreka tertimpa badai wkwk. Kita lihat se brutal apakah pak dosen kita yang gaptek dan kalem ini.

maaf ya butuh wktu setahun buat lanjut work ini mumupung aku ada niat jdi langsung gas aja, makasih buat yg masih nungguin pak dosen dan mahasiswa nakalnya.

Jangan lupa berikan dukungannya sayang-sayang kuhh <3

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PAK DOSEN [HAJEONGWOO]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang