melelahkan

18 4 2
                                        

..Apa bagian paling tidak menyenangkan selain manusia?..

Matahari yang begitu terik.Seperti biasa , kami melakukan kegiatan upacara bendera. Aku berada di baris belakang bukan karena atribut tidak lengkap , tetapi karena aku tidak ingin kepanasan.

Ya meski peluh demi peluh mulai berjatuhan, upacara berlangsung begitu khidmat. Tapi kali ini serasa lebih lama dari biasanya. Mungkin karena memang perasaan nya saja. Dilihat para Petugas pun begitu tegas saat mereka melakukan upacara.

" Kepada sang merah putih hormat grak!! ''
Seperti itu kiranya. Jangan heran, karena mereka adalah anggota OSIS tentu saja mereka memberikan contoh bagi murid murid lainnya.

Setelah selesai upacara, mereka kembali ke dalam kelas masing-masing dan melakukan pembelajaran sesuai jadwal nya.

Bagi sebagian, hari Senin adalah awal dari semangat untuk menggapai hari yang indah. Namun tidak untuk semua orang.
Hari ini adalah hari apes yang menguji manusia yang paling tidak suka angka di dunia ini siapa lagi kalau bukan Febby.

..

"HAAA BU WINDAA!!!! ''
Teriak satu kelas sekencang kencang nya, gak mampu satu kelas harus mengerjakan ulangan beribu ribu angka matematika, aljabar lagiii. Hanya orang pintar saja yang tetap tenang . Tentunya ferly yang asik hafalin rumus, orang cerdas emang bedaa..

" melina? , ferly ?ama ara ?gak panikk . Tanya gea polosnya .

"Orang pinter mah beda. " Balas vian seolah- olah menyindir mereka yang sedang asik mempelajari rumus aljabar.

"Gimana gak pinter orang tirakatnya 3 hari tiga malem., tirakat hafalin rumus maksudnya.. "

Tanggapan ku sambil melirik ke arah ferly.

" Hih appan,,mending belajar daripada,: fer ajarin dong gak bisa nih, minta ajarin apa suruh aku yang ngerjain febb?"

Tak tahan emosi ferly pun meluap, seketika membangunkan sapi tidur. Sapi tidur ya bukan macan tidur karena ferly gak seganas itu hehe.

"Bercanda fer,, tapi kan emang iya. ''

"Gausah kasih contekan nanti kalau febby gak bisa biarin susah sendiri biar mampusss tuh.! "

Imbuh melina pun dengan nada memancing emosi .

" Awass aja nggak aku kasih jawab!!. " Ferly terkena hasutan melina bahaya bahaya.

"Jangan dong fer, nilaiku mau jadi apa dong"

"Ya nggak tauu. "

Gimana nih kalau dia udah bilang a ya a ngak bisa dirubahh.. pikirku cemass

"Selamat pagii semuanya,, jangan lupa hari ini ulangan materi aljabar , ibu kasih 20 soal essay, kerjakan dan selesaikan hari ini!!"

Terang bu Winda singkat padat dan tidak jelass.

"Mampuss!! "

Terdengar samar di telinga namun sangat jelas, tenyata ledekan melina

" Aarrggghh melina siallan !! "

20 menit kemudian kertas - kertas orang cerdas mulai terangkat namun apakah daya untuk orang yang memiliki nasib tak pandai bermain rumuss...

"Ini beraaatt sungguh, cobaan apa soal ini ya allah. "

Gerutuku dalam kesusahan amatt.

"Sstt fer" Suara sangat amat pelan yang hanya bisa didengar oleh ferly seorang.

Tak ada jawaban.

Mungkin benar-benar tidak merasa jadi akuu.

'' Oke b indo gak akan aku buatin puisi sama pantun !! "

Bicara ku ngasal agar ferly mau memberikan jawaban super duper nguras otak itu.

Ferly memang satu - satunya yang gak suka pelajaran b indo jadi apapun materinya ya gak pernah ia suka apalagi soal buat pantun , puisi jengah banget buat dia. Jadi waktu yang pas buat sekarang manfaatin ini.

"Iya nihh nihh salin jawaban nya.! "

"Ewumm mmakasiiii...!!"

"Cepetan."

"Iyya iya. "

Ahahahhhaha

tertawa ku dalam lubuk hati yang terdalam.

Kalah telak, Ferly akhirnya menyerah karena untung nya tuhan masih memberiku keterampilan berkata jadi manusia seperti ku ini masih sedikit berguna untuk orang lain meskipun itu untuk sedikit pamrih.

...

Udara yang sangat sangat panas membuat ku merasa ingin masuk ke kulkas sekarang juga. Tanpa sadar ada seseorang yang sedang berlari sambil menyugar rambutnya ke belakang.

'Tampan sekali.'

Monolog ku sendiri sambil membayangkan keindahan yang telah tuhan sempurnakan.

dengan posisi seperti itu serasa ingin aku foto dan aku pajang di kamar, eh tapi..

" Naomi? Sama abyan? Kejar kejaran?!!

Beneran ini abyan, bicara sama cewek aja gapernah ini sekarang kejar kejaran berduaan lagi sama naomi , sungguh diluar nalar.

Suara suara menggema dalam hati dan fikiran ini sungguh meresahkan.

"Pebbbb!!!.? " Tiba-tiba melina ngintil dari belakang,mengagetkan saja.

"Ckk." Jawabku ketus.

"Lagi kenapa sensi gitu.?" Pertnyaan yang sedikit ngilu dan tak diharapkan datang begitu saja.

"Nggak."

"Masih marah.?"

"Masih."

"Beneran masih marah, emmm maaf ya aku cuman becanda kokk sriuss. "

"Hemm, gak marah sih cuman lagi nggak mood aja."

''Ke perpus yuk? Cari novel gitu? '' ada ada saja orang lagi gak mood diajak membaca . Mungkin aja bukunya bisa jadi korban kalau lagi kayak begini.

"Males."

"febbyyy ih nggak asikk!." Nada kekecewaan dari melina tak sebanding dengan kekecewaan yang aku rasakan saat ini ketika melihat abyan bersama dengan naomi.

"Pergi sana aku mau cari ketenangan. ''
Walau sedikit mengusir tapi itu lebih baik untuk saat ini daripada mengeluarkan kekuatan singa kepada melina di waktu yang sangat tidak pas, ditambah lagi dengan suasana yang cukup panas bisa- bisa suara ku meledak saat ini juga.

Tidak pernah bermimpi untuk hari ini, lelah sungguh, aku ingin tumbang saat ini juga. Di bawah langit biru yang akan ku anggap abu karena suasana hariku yang menjadi buruk.

Aku kira ini mimpi oh ya lupa , ternyata hanya aku yang jatuh cinta sendirian.

Menyakitkan?.. apa aku mengenalnya? Marah? Setahu ku tak ada yang lebih  daripada di kecewakan.

love in silenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang