lingkaran persahabatan

9 2 1
                                        

... Menjumpai hal-hal indah di dunia ini dengan seseorang untuk tetap bertahan-----

                                    •••

Adakalanya hidup memang terlihat rumit. Mungkin.
Namun, tuhan menciptakan manusia tidak hanya satu bukan? Lalu tak ada salahnya mahluk sosial mulai menghidupkan lampu untuk berjalan di atas terang secara bersamaan.

Memang tidak semua orang di dunia ini beruntung karena memiliki seorang teman. Ya aku setuju. Namun bagaimana jika kita berusaha untuk mencari keasyikan di dunia ini dengan bertemu dan menghabiskan waktu bersama-sama untuk suasana yang baru?

Mungkin di sini cerita persahabatan dimulai.

Putih biru di 3 tahun yang sempurna.

...

"Kamu masih marah sama Ferly?" Tanya melina yang kini tengah duduk di samping ku .

"Ya aku jelas lah marah sama dia,dulu aja waktu dia belum kenal siapa-siapa mau dekat sama aku sekarang? Kaya kacang lupa kulit tau nggak!.

Nadaku dengan sedikit kekecewaan.

"Ya maafin dong, kita temenan aja bertiga plis damai ya? " mohon melina , walau si Ferly sendiri tidak tau kalau aku marah karena kelakuannya kemarin.

"Ya gimana ya? Okelah aku maafin."

Aku tetap saja menghitung dan menimbang- nimbang perlakuan Ferly kemarin. Siapa sih yang  ga jengkel ketika dilupakan begitu saja setelah seorang telah menemukan teman baru.

"Nah gitu dong."

Jawabnya lega setelah mendengar aku memaafkan Ferly.

"Hai? Boleh gabung gak?"

Suara lembut itu sangat terasa saat aku dan melina sibuk bercerita bersama.
Sangat jelas nama unik itu terbaca, wajahnya yang putih bersih, tinggi, senyum nya terlewat manis. Cella namanya. Dengan teman sebangku nya yang sering di panggil dengan aluva.

Aku dan melina tidak tahu ada perihal apa mereka akan bergabung dengan orang orang gila seperti kami. Yang jelas aku dan melina saling berhadapan. Aku kagum melihat si cantik cella , dan juga aluva yang hidungnya sangat mancung persis sekali dengan orang arab.

Awalnya kami berpikir mereka hanyalah orang asing yang tidak ingin aku dan melina dekati. Tapi siapa sangka, tuhan akan memperkenalkan kami secara lebih jauh.

"Hai juga? Oh-ya Tentu saja."
Jawab melina ramah kepada mereka.

Setelah itu cella dan aluva duduk tepat di  hadapan kami untuk ikut bergabung.

Namun terdapat satu seorang lagi , dengan auranya yang justru pendiam yang terlihat introvert dan tertutup.
Entah tapi sepertinya belum terlalu dikenal. Di papan namanya terletak huruf - huruf kapital yang tersusun dengan nama aissy.
Tubuhnya tinggi, memakai masker dan bulu matanya lentik.

Bahkan jika dipikir-pikir sama sekali aku tidak memperhatikan jika ada keberadaannya. Mungkin karena kelewat dingin.

Di sisi yang berbeda, seolah angin membawa suasana hangat di antara kami. Cella yang ceria , aluva yang jail , melina yang asik juga terlihat sangat nyambung. Namun entah juga mengapa aku merasa tidak ada ketertarikan awalnya dengan mereka, terutama dengan yang namanya aissy. Aku rasa tidak ada hal yang menarik dan aku juga tidak terlalu tertarik.

Setelah berlama - lama bercanda, ada Ferly dan juga Riska yang ikut mengisi riuh lepasnya kami. Mungkin dengan senang kami ungkapkan hari itu.

.

"Gimana kalau kita bentuk grup aja?"
Tawar melina dengan kegirangan.

"Iya setuju kita udah nyambung banget mah ini''
Aluva angkat bicara untuk kesetujuannya.

Dan tawa demi tawa berlalu. Dengan penuh semangat melina langsung terfikir untuk membentuk sebuah lingkaran yang berisi kami bersama.

Meski penuh liku, kami berharap dengan itu pertemanan akan semakin berarti dan berharga. Saling mengenal,  membantu ,dan berusaha untuk selalu ada dalam keadaan apapun. Selamanya.

Dalam proses pembuatan julukan yang sesuai untuk  ini kami masih terlalu bingung. Masing -masing ikut berpikir untuk mendapatkan ide yang unik dan menarik untuk di jadikan sebuah nama yang terbaik.

Akupun ikut serta namun anehnya selalu saja mendapat penolakan.

Dan sangat terfikir di benakku yang akhirnya dengan seru aku katakan..

"Emaizwaaaaa!!!"

dengan penuh lantang dan kesal karena berkali - kali mendapat penolakan ini untuk terakhir kalinya aku mendapat ide yang menurut nya sangat pas karena ada unsur-unsur dari kami.

"Amazonnn!!!!"

Melina juga bersikeras untuk tetap menamai grup kami dengan nama yang sama dengan sungai panjang di dunia.

Awalnya aku sangat tidak setuju, namun karena usaha melina untuk membentuk dengan nama itu maka seisi grup pun akhirnya menyetujui.

"Ih apaan bisa- bisanya kepikiran sungai Amazon." Kata aluva dengan nada khasnya yang suka bercanda.

"Iya, tapi lucu tauu"
Imbuh Riska menambahi dengan tingkah lakunya yang langsung di imut-imut kan.

"Hihihi. amazonn xixii amazonn kok geli ya?" Begitupun cella yang terpingkal pingkal mengatakannya.

Dan begitulah awal dari pertemanan kami dengan melina sebagai leader nya, aisyy, aluva, cerly, Riska, dan Ferly.

Belum lama kami semua dekat, tapi dari firiasatku pertama berjabat langsung erat ,  kebetulan juga sudah yakin jika beberapa pembicaraan saja sudah sangat cocok untuk membuat hari-hari kami selalu hangat.

Isian- isian tawa, semakin membuat kami langsung oke untuk membentuk sebuah circle pertemanan yang akhirnya ada sebuah lingkaran dengan nama yang unik dan aneh , tapi kami percaya itu adalah nama yang terbaik.

Amazon is a jungle.

Sebuah nama yang terbentuk karena makna dari pertemuan kami yang tidak di sengaja sebelumnya.

Meski hanya terdapat 7 manusia di dalamnya, tapi kami selalu yakin bahwa kami akan selalu bertahan dari apapun keadaannya.

Tujuh  manusia untuk satu tujuan yang sama yaitu selalu bersama.

Kami berjanji untuk mengingat hari istimewa ini. Di tempat ini cerita kami dimulai.

Bangku pojok belakang pun turut menyaksikan ini. Tanpa basa- basi di deretan inilah titik perkumpulan anggota Amazon.

Menghias sudut kelas dengan momen momen indah yang akan kami ciptakan. Hal - hal yang setiap langkah nya akan dilewatkan bersama-sama.

Hal- hal kecil yang membuat bahagia.

Di antara banyaknya harapan dan keinginan di dunia ini aku memilih untuk selalu berdoa semoga pertemanan ini akan selalu abadi .

Layaknya sebuah prolog yang semoga tidak akan pernah ada epilog nya.

 

   

  

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 05, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

love in silenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang