Hari ini hari minggu dan Sunghoon gajian jadi ia berniat untuk membayar biaya rumah sakit yang di tanggung oleh pria yang menendang kepala nya beberapa hari yang lalu..
"Ck gaji cuma sedikit harus di kasih buat bayar utang lagi" decak Sunghoon sambil besiap siap untuk pergi
Sunghoon memesan ojek dan bersiap ke mansion Lee bersaudara karena pria yang menendang kepala nya itu telah memberi kartu alamat beserta perusahaan nya
Note: Lee bersaudara tinggal di mansion sendiri
Sesampainya Sunghoon di mansion Lee bersaudara
Sunghoon tidak berhenti berdecak kagum melihat keindahan mansion tersebut
Mansion mewah bernuansa Eropa di tambah dengan warna putih dan sedikit emas menambah kesan mewah mansion trsb
"Siapa orang yang bisa nolak kalau tinggal di rumah mewah begini" batin Sunghoon
Sunghoon kini telah masuk ke mansion mewah itu ia di suruh untuk menunggu Jay di ruang tamu
Asik memandangi nuansa ruangan trsb Sunghoon tidak sadar bahwa ia tidak sendirian saat ini saat Sunghoon mengalihkan pandangan nya ia tidak sengaja bertatapan dengan orang yang pernah ia tabrak di taman?
Yaa itu Heeseung
Manik keduanya bertemu di mana tatapan dingin Heeseung bertemu dengan manik bulat binar Sunghoon
"Ehh" Sunghoon terkejut ketika melihat pria itu
"Kakak serem kok ada di sini" cicit Sunghoon sangat pelan tetapi Heeseung mendengar itu
"Ini mansion keluarga ku wajar saja kalau aku di sini" ucap Heeseung
"Berarti pria yang kemarin dengan pria ini memiliki hubungan" batin Sunghoon
"Dan kau apa yang kau lakukan di sini "ucap Heeseung memecahkan Heningan Sunghoon
"Eungh Sunghoon di sini buat bayar utang sunghoon sama kakak jay" ucap Sunghoon dengan wajah polosnya
"Membayar hutang? Hutang apa?" Tanya Heeseung
Kemarin.....
"Owh jadi begitu, trus kamu gimana masih sakit gak kepalanya?" Tanya Heeseung
"Tidak sakit lagi tapi kalau Sunghoon mau bobok kepalanya sering sakit" ucap Sunghoon berbohong
"Lihat saja kau akan kubuat kau bertekuk lutut di bawahku" batin Sunghoon
Sangking asiknya keduanya bicara mereka tidak menyadari bahwa jay ada di sana
Ekhem
Batuk jay di sengaja
Heehoon yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangan mereka
Sunghoon yang melihat kedatangan pria itu Sunghoon langsung menunduk [pura pura takut cerita nya]
"Mengapa kau kesini" ucap jay dingin
"Sunghoon mau ngembaliin uang yang Sunghoon pinjam kemarin" ucap Sunghoon dengan nada bergetar sbil memilin ujung baju yang ia
"Oh baiklah mana uang nya" ucap jay menusuk
"Ini uang nya" ucap Sunghoon memberikan seluruh gajinya
"Baiklah sekarang kau boleh pergi" ucap jay
"Sial kok dia gak iba sih sama gw" batin Sunghoon
"Iya terimahkasih kakak" ucap Sunghoon
Ia berdiri dari duduknya
"Kalau begitu Sunghoon pamit dulu maaf mengganggu waktunya" ucap Sunghoon pelan sambil membungkukkan sedikit badan ny
"Tunggu" ucap Heeseung
"Eughh? Kenapa kak? Tanya Sunghoon heran
Kau pulang naik apa? Tanya Heeseung
"Sunghoon jalan kaki" ucap Sunghoon pelan
"Hah berjalan? memang rumah mu di mana" tanya Heeseung
"Rumah Sunghoon di jalan cinta terhalang norma"
"Rumah mu jauh dari sini mengapa tidak naik taxi atau bus? Tanya Heeseung
"Sunghoon tidak punya uang lagi" cicit Sunghoon
"Benar benar tidak ada?" Tanya Heeseung
"Iya tidak ada sama sekali"ucap Sunghoonlai
"Lalu jika kau tidak memiliki uang sepeserpun bagaimana kau makan" Tanya Heeseung
,Sunghoon tidak makan minum air aja kalau tidak sunghoon bisa makan roti yang di buang di belakang supermarket "ucap Sunghoon sepenuhnya berbohong😇
"Bukannya itu makanan yang sudah Expayers? Tanya Heeseung
"Iya sudah Expayers tapi kan masih bisa di makan jadi tidak apa apa hehe" ucap Sunghoon dengan senyum manisnya
"Yakali gue makan makanan yang Expayers" batin Sunghoon
Heeseung dan jay yang mendengar itu sangat ibah dengan sunghoon
"Ayo Aku akan mengantarmu" ucap Heeseung
"Tidak usah kakak Sunghoon masih harus cari kerja" ucap Sunghoon
"Hah apa maksud mu? jika kau masih mencari kerja lalu bagaimana kau mendapat uang?" Tanya Heeseung
" Sebelumnya Sunghoon kerja tapi Sunghoon di pecat" ucap sunghoon
"Kenapa bisa di pecat?"
"Sunghoon tidak tau mereka bilang Sunghoon jalang terus Sunghoon juga di bilang jual diri sama kakek tua dan mereka nuduh Sunghoon mukul mereka padahal mereka yang pukul Sunghoon" ucap Sunghoon
"Lalu apa kau tidak membalasnya? Tanya Heeseung
"Hehe Sunghoon sebenarnya mau bales tapi Sunghoon takut, badan Sunghoon sakit di pukul terus" ucap Sunghoon polos
"Hah di pukul? Mereka sering memukulmu?" Kali ini jay yang menanyakan
"Iya mereka sering pukul Sunghoon, tapi tidak apa apa Sunghoon sudah biasa kok hehe" tawa Sunghoon
"Pasti kali ini mereka bakalan nanya luka luka gue" batin Sunghoon
"Bisa kita lihat luka luka kamu?" Tanya 2 Lee bersamaan
"Boleh kok tapi Sunghoon malu" ucap Sunghoon
"Tidak apa apa kok " ucap Heeseung
Akhirnya Sunghoon membuka kemejanya dan terlihat lah badan putih Sunghoon dengan puting merah mudah serta pinggang yang ramping, terlihat di sekujur badan Sunghoon terdapat beberapa memar
2 Lee yang melihat itu merasa iba anak polos seperti Sunghoon masih terlalu polos untuk menghadapi kerasnya dunia itu yang mereka pikirkan
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbccc
Sampai sini dulu yaa maaf pendek
Typo? Tandain
See youu the next chap guys
Semangat 🔛🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
Manipulative Sunghoon
Teen FictionPark Sunghoon dengan wajah cantik dan menggemaskan, sifat yang di buat seolah olah dia adalah lotus putih yang suci dan lemah, dan ahh jangan lupa kedua manik binar nya yang memancarkan kepolosan Park Sunghoon itu manipulatif ia akan melakukan segal...
