Shimai - 43

3.7K 388 34
                                        

.
.
.
.
.






Tiga hari setelah kejadian yang menimpa Azizi di gudang sekolah waktu itu, akhirnya Bu Melody dengan bantuan Jinan berhasil mengetahui siapa dalang dibalik peristiwa itu. Benar seperti dugaan kalian semua, ia adalah Freya dibantu oleh dua temannya yaitu Eli dan Muthe.

Bukan tanpa alasan Freya melakukan itu semua, ia kalang kabut karena merasa Azizi selalu lebih unggul dari segala arah dibanding dirinya, ia merasa kesal karena tidak seberuntung Azizi. Juga, ia merasa cemburu Azizi begitu disayang oleh banyak orang. Padahal tanpa ia tau, Azizi baru merasakan itu semua setelah sepuluh tahun hidup sebatang kara dijalanan.

Ya, begitulah manusia, hanya melihat dari segi keindahan manusia lain. Kita tidak pernah tau seberapa berat kehidupan yang dijalani oleh manusia lainnya. Karena yang ditampilkan hanya bahagianya saja, hal itu pula yang akhirnya membuat seseorang buta atas rasa syukur.

Setelah semuanya terbongkar, Freya dan teman temannya mendapat hukuman berupa skorsing selama dua pekan lamanya. Dan juga, Freya di diskualifikasi dari kandidat yang akan dikirim ke 'Ongaku Konkuru Competition'. Dengan begitu pula, Azizi lah yang akan berangkat menuju Thailand untuk mengikuti kompetisi berikut.

Saat ini, Azizi dan Chika tengah berbaring bersama di kamar, ah lebih tepatnya Azizi berbaring di pangkuan Chika. Mereka sedang melakukan deeptalk malam hari ini.

"Aku gak nyangka freya setega itu sama aku kak, padahal aku udah anggap dia teman, dia juga keliatan baik dan lugu" Ucap Azizi sambil menatap ke arah langit langit kamarnya.

Chika tersenyum, tangannya terangkat untuk membelai rambut indah sang adik, "dek, hati manusia gak ada yang tau, maka dari itu kakak selalu pesen sama kamu, hati hati ya sama orang lain apalagi yang baru kenal atau baru deket. Lagian, kita juga gatau apa yang dirasain freya sampai dia berani berbuat sejahat itu, kita doain aja semoga freya sadar dan menyesali perbuatannya ya"

Azizi mengangguk paham, lalu beralih menatap Chika, "oh iya kak, maaf tadi zizi gak sengaja denger pas kakak lagi ngobrol sama ka Arga dan ka Jinan, aku denger kalian ngomongin camping camping gitu, sekolah kita mau ngadain camping kak?"

Senyum Chika tiba tiba saja memudar, "bukan sekolah kita sih, lebih tepatnya purna osis angkatan kakak, untuk ngerayain perpisahan kita bakal ngadain camping di daerah suka bumi"

"Kapan?"

"Hmm, minggu depan setelah ujian"

Sontak Azizi langsung bangun dari tidurnya, ia duduk sambil menghadap Chika.

"Minggu depan? Kakak kan tau aku minggu depan berangkat ke Thailand, kakak udah janji juga bakal dateng pas kompetisi dan bakal support aku secara langsung disana" Azizi berkata dengan nada yang sedikit kesal dan terdengar ada emosi disana,

"Iya sayang, kakak gak mungkin lupa, kompetisi kamu kan diadakan hari minggu malam. Kakak camping hari jum'at sampai minggu pagi, jadi pulang dari camping kakak langsung ke bandara sama papa buat nyusul kamu sama mama"

Azizi memang akan berangkat kompetisi di gara Thailand dengan ditemani oleh mama Rani, bu Melody dan juga ada beberapa guru pendamping lainnya.

"Gak bisa dong kak, nanti kakak capek pulang camping langsung berangkat ke Thailand" Bantah Azizi lagi,

"Kakak gak capek zi, lagian ini kan camping cuman buat seru-seruan aja, gak ada agenda yang gimana gimana kok, gak jelajah juga jadi gak akan capek" Chika berusaha meyakinkan

"Tapi kak-"

"Sstttt, udah kamu tenang aja, fokus sama kompetisi kamu, pokoknya nanti pas kamu tampil kakak bakal ada disana buat support kamu secara langsung"

Shimai (END) | Segera TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang