Shimai - 45

3K 349 36
                                        

.
.
.
.
.



Pagi pagi sekali, Jinan sudah berada dirumah Chika untuk menjemput sang sahabat lalu pergi ke sekolah, tempat mereka kumpul sebelum berangkat menuju lokasi camping hari ini.

"Gak ada yang ketinggalan kan chik?" Tanya Jinan saat mereka sudah hampir masuk kedalam mobil, karena ia tau temannya ini sedikit ceroboh, ia harus memastikan semua barang barang Chika tidak ada yang tertinggal.

"Aman kok" Jawab Chika yakin,

Barulah setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil milik Jinan,

"Bye papa! Kakak berangkat ya" Teriak Chika dari dalam mobil, sambil melambaikan tangan ke arah Papa Fadly yang berdiri diteras, menunggunya sampai berangkat.

"Bye sayang, hati hati ya, jangan lupa jaga diri! Saya titip Chika ya Jinan" Balas papa Fadly dengan nada yang sedikit keras supaya mereka mendengar.

"Siapp om papa!"

Menit berikutnya, akhirnya mereka kini benar benar berangkat.

Selama diperjalanan pun Chika banyak mengutarakan seberapa excited nya ia pada acara kali ini, karena ini kan acara terakhir mereka bersama teman temen Osis yang sudah berjuang sejak awal mereka masuk. Meraka sudah banyak melewatkan banyak hal bersama, canda, tawa, air mata semuanya pernah mereka rasakan.

Sampai akhirnya saat saat perpisahan ini tiba, makanya Chika tidak akan melewatkan berbagai moment selama disana nanti.

"Sumpah gue bener bener excited banget, udah ngebayangin nanti kita seru seruan bareng disana, nyanyi bareng sambil mengelilingi api unggun, waaa seru banget gak sih Ji!"

Lain halnya dengan Chika, justru kali ini Jinan nampak melamun saat mereka sudah berada di dalam bus rombongan dari sekolah menuju lokasi camping yang ada di bogor sana.

"Ih, Jinan!" Chika memanggil sahabatnya itu sambil menepuk pelan pundaknya,

"Hah, eh apa chik?"

"Lo kenapa sih ngelamun mulu dari tadi gue liat liat, dari semenjak kita berangkat dari rumah gue loh lo banyak diam, lagi ada masalah kah?"

Jinan diam beberapa saat, "Enggak kok"

"Serius? Lo gak lagi bohong kan sama gue?"

"Iya serius Chika, gue gak kenapa kenapa, cuman pusing dikit tadi" Jawab Jinan lalu menyandarkan dirinya di sandaran kursi.

"Oh lo sakit? Kenapa gak bilang?"

"Gak sakit, cuman pusing dikit aja, palingan gara gara jalannya belok belok nih"

Chika mengangguk paham, lalu membiarkan sang sahabat memejamkan mata untuk beristirahat, sementara dirinya membuka handphone. Pesannya yang sejak pagi tadi ia kirimkan kepada Azizi ternyata baru mendapat balasan.

Hari pertama Azizi berada di Thailand ternyata cukup banyak kegiatan yang ia laksanakan. Tadi pagi pagi sekali ia sudah dibangunkan untuk mengikuti olahraga pagi bersama para peserta dari negara negara yang lainnya. Setelah itu mereka melaksanakan sarapan bersama, dan barulah sekitar pukul sepuluh pagi ia diberi waktu untuk membersihkan diri sekaligus siap siap untuk latihan.

Saat saat itu lah dia mencuri waktu untuk membalas pesan sang kakak, ia mencoba memberi paham kepada Chika bahwa ternyata kegiatannya cukup padat, dan tentu saja Chika mengerti akan hal itu.

Dan ternyata kegiatan Chika di hari pertama camping juga cukup banyak, mulai dari mendirikan tenda, memasak bersama teman temannya, mendirikan api unggun, dan masih banyak hal lain yang ia lakukan.

Shimai (END) | Segera TerbitCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang