AND>6

283 44 3
                                        

larangan

___

"Yayu, Ana mau kemana?" ucap Jean melihat Ana sudah memakai seragam pagi-pagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yayu, Ana mau kemana?" ucap Jean melihat Ana sudah memakai seragam pagi-pagi.

"Mau sekolah," ucap Ana lalu menghampiri meja makan. "Loh, dah mau berangkat?" ucap Bu Lisa.

"Iya, Mii, aku berangkat ya, Mii... Bi," ucap Ana lalu bersalaman.

"Stop!" Ana pun serentak berhenti melihat ada yang menghalanginya. "Minggir, ih, Jean!!! Jangan halangi, nanti telat," ucap Ana menggeser badan Jean.

Melihat Jean yang kekeh masih berdiri di depan pintu, Ana pun mendorong Jean sedikit keras. Namun, dengan tindakan itu, Jean malah mendapat celah dan langsung menggendong Ana dan membawanya ke kamar Ana kembali.

"Ihh, turunin gak, turunin... Kalian dah mulai berani ya sama Yayu, turun ish, cepat turunin," ucap Ana berusaha lepas. Namun, juga tak berhasil.

Sementara Seno dan Sean yang masih duduk di sofa hanya bisa menggelengkan kepala pelan, meski gimana pun hati mereka menciut saat harus berhadapan dengan Jean karena tak bisa di pungkiri Jean sifatnya 11/12 dengan Ana.

"Selama Yayu Ana nurut, semua aman... Lagian ini juga buat kesehatan Yayu Ana," ucap Jean dengan datar.

Brukk!!!

Jean pun menutup pintu kamar dan menguncinya dari luar saat Ana sudah berada di dalam kamar.

"Duh, apa-apaan sih Jean, orang Yayu gak papa juga pake kunci pintu segala, lagi nanti telat gimana," ucap Ana yang lalu melihat jendela kamarnya terbuka.

Ana pun langsung bersiap-siap dan meloncat keluar dari kaca dengan pelan-pelan. Saat berhasil keluar, Ana pun langsung bergegas berlari menuju jalan persimpangan taman.

"Hallo, La."

"..."

"Kamu bisa kesini."

"..."

"Di persimpangan biasa." Ana pun mematikan ponselnya lalu mencari tempat duduk yang tak jauh.

"Woiii, Naa! Cepetan, bentar lagi masuk," ucap Ola dengan tergesah-gesah. Ana pun dengan cepat masuk ke dalam mobil Ola.

"Cepat, Naa..." ucap Ola saat sampai di parkiran sekolah. Dengan nafas yang susah diatur, akhirnya sampai di dalam kelas tepat waktu. Telat sedikit aja, bel masuk sudah berbunyi.

...

"Wah, gila loh kamu, Na..."

"Ups... lupa," ucap Ola lalu menutup mulutnya. Ana yang melihat Ola terus aja bicara panjang lebar sampai makanannya dingin pun memasukkan satu buah bakso ke mulutnya.

"Dah, La, lihat tuh makananya hampir dingin," ucap Ana. Ola pun langsung melanjutkan makannya dengan lesu.

Setelah selesai makan, bel masuk berbunyi lebih maju dari biasanya. Ana dan Ola pun dengan malas menuju kelas.

Anandra | univ 1 Laksana Langit Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang