hal baru
___
3 TAHUN KEMUDIAN
🗣️ : wow! langsung 3 tahun!!
🦋 : hmm.. iya wkwk
Waktu berlalu begitu cepat. Hanya ada kata membiasakan diri selama berjalannya waktu. Ana dan Andra kini sangat terpental, sangat jauh.
"Kan sudah ku bilang," ucap seseorang.
Tutt!
Seorang pria berjas hitam dan tubuh tegap mematikan teleponnya dengan menggelengkan kepalanya beberapa saat.
Giandra Devantara, CEO SIFTS grup di negara pamannya, dan sekaligus kini ingin mendaftar di kampus Universitas AT di negara tempat tinggalnya, Yogyakarta.
"Paman, bisa kah saya menangani semua ini?" ucap Andra kepada seseorang di hadapannya. Seseorang itu pun mengangguk dengan senyum penuh kepercayaan, Pak Drend.
Dalam percakapan dengan Pak Drend, sangat yakin bahwa Andra bisa mengatur dengan benar antara kuliahnya dan juga perusahaannya, walaupun merasa akan ada sedikit masalah untuk kedepannya.
Kini Andra telah tiba di rumah yang bersuasana klasik dan cukup besar.
"Ndraa, sini dulu," ucap seorang perempuan dari arah kamarnya.
Dengan malas, Andra menghampirinya.
"Ada apa, ka Ailaa?" ucap Andra dengan sedikit tekanan.
"Aduhh, adik kakak yang masih lupa umur gambek nih," ucap Aila dengan sedikit usil melihat muka Andra yang sedikit kesal.
"Apalah ini, cepat!"
"Iyaa, yaa, kakak cuman mau ingetin kamu tentang acara yang kakak cerita ke kamu," ucap Aila yang takut Andra pikunan.
"Iyaa, yaa."
Pov Andra Off
Pukul 06.00, kini dengan semangat, Ana berpamitan dengan Bu Lisa dan Pak Luwis yang telah kembali lagi ke rumahnya setelah keadaan Ana kembali bahagia.
"Umii, Abiii, Ana berangkat, yaa, sama Kak Arsen. Assalamualaikum," ucap Ana yang menghampiri Arsen yang sudah menunggu di depan motornya.
Setelah berjalannya waktu, kini Ana dan Arsen menjadi dekat seperti teman, tapi tenang saja, mereka tahu batasannya. Arsen adalah anak kyai, sehingga ia memiliki kesadaran yang baik tentang batasan-batasan dalam hubungan.
"Ayuk, kaa," ucap Ana yang menaiki motornya sendiri. Begitu pun Arsen.
---
🦋 : harap maklumnya, ukhty jaman now naik motor, padahal mobil ada 🤫
---
"Naa, gimana rapat kemarin?" ucap Arsen yang membuka pembicaraan setelah diliputi keheningan selama perjalanan.
"Ihhh, kepo!"
"Sedikit repot, sih. Apalagi ada pendaftaran murid baru."
"Murid baru? Bukannya tidak terlalu ribet, ya?"
"Iya, biasanya tidak ribet, tapi kali ini entah mengapa sangat ribet. Apalagi Ana disuruh jadi tukang nganterin keliling sekolah yang Ana tidak tau mukanya kek gimana," ucap Ana panjang lebar dan menekan kata
KAMU SEDANG MEMBACA
Anandra | univ 1 Laksana Langit
Randomkata 'cinta' memang dapat ditafsirkan berbagai cara Namun... akankah cerita ini bisa di sebut dengan CINTA ✧ke ambiguan - - - Cinta langit yang selalu ada, namun tak pernah terlihat dengan jelas-hanya sebatas kabut yang menghalangi pandangan, men...
