Chapter [03]

1.3K 225 25
                                    

Jungkook dan Mingyu berada di ruang recording. Sudah hampir dua jam mereka di sana. Tetapi, tidak seperti biasanya, hari itu Jungkook harus mengulang beberapa bagian karena dirasa kurang. Bukan hanya sang produser, Mingyu pun heran. Pasalnya, Jungkook bukanlah orang yang tidak maksimal dalam melakukan pekerjaannya tetapi tidak hari itu. Seperti ya ada yang mengganggu pikirannya. Jungkook menghela nafasnya pelan, sepertinya ia pun kecewa pada dirinya. Ia bahkan tidak ingin mengecewakan sang produser ataupun orang-orang yang tengah berada di sana. Jungkook memutuskan keluar ruangan. Sang produser menatap Mingyu dan Mingyu hanya menggeleng pelan. Mingyu pun tidak tahu pasti apa yang terjadi pada Jungkook.

Mingyu lalu mengikuti Jungkook keluar ruangan sejenak. Biasanya, ia bisa menjumpai Jungkook duduk di kursi tepat di depan ruang rekaman. Tetapi tampaknya tidak. Mingyu mencoba menelpon Jungkook, namun ia lupa bahwa Jungkook menitipkan ponsel padanya saat rekaman. Akhirnya Mingyu pun memutuskan mencari Jungkook, namun sudah hampir tiga puluh menit Mingyu tidak menemukannya. Ruang serbaguna, cafe, toilet, ruang tunggu vip, ruang tunggu artis, tidak ada sosok Jungkook disana. Mingyu mengusak belakang kepalanya kasar.

"Ada apa denganmu, huh?!" gumam Mingyu pelan. "Kemana kau pergi?" lanjutnya.

Hingga tampak dua orang melewatinya, mereka sedikit mengobrol dan menuju ke suatu tempat, rooftop. Tidak butuh berpikir lebih lama, Mingyu akhirnya menuju rooftop. Dan nyatanya benar, Jungkook berada di sana. Rooftop di gedung itu terbilang sangat nyaman, tampak di salah satu sudutnya ada sebuah gajebo kecil. Di sekililingnya terdapat pohon perdu dan beberapa bunga yang tampak bermekaran. Untung saja cuaca tidak terik hari itu. Jungkook berada di sana. Ia duduk dengan memejamkan matanya, tubuhnya sedikit ke belakang dan bersandar pada kedua tangannya yang ia posisinya sedikit di belakang tubuhnya. Semilir angin menyapu lembut wajahnya. Kulit putih bersihnya semakin terlihat jelas di alam terbuka seperti ini.

Mingyu datang lalu duduk di sampingnya. Hanya menatap Jungkook sekilas lalu ia menatap jauh ke depan. Jungkook bahkan sadar bahwa ada seseorang di sampingnya, namun sepertinya ia tahu siapa sosok itu maka ia pun hanya diam, masih memejamkan matanya. Hampir lima menit mereka diam, hingga akhirnya Mingyu berdehem. Itupun tidak membuat Jungkook menoleh dan membuka matanya.

"Aku hanya ingin mencari angin segar," ujar Jungkook tanpa menatap Mingyu.

"Ada apa denganmu? Tidak biasanya kau mengulang dan terus mengulang?" tanya Mingyu. "Menurutku lagumu bukan lagu yang susah, tidak terlalu tinggi dan sebaliknya. Di bagian yang sama kau melakukan kesalahan, ada apa?"

"Kalau menurutmu mudah, kau saja yang bernyanyi!" jawab Jungkook datar. Akhirnya Jungkook membuka matanya pelan. Mingyu menatapnya. "Coba saja!"

All these lights are colored in by you
All these times are precious due to you
Four seasons have passed with you
Four scents were left 'cause of you

Mingyu menyanyikan satu bait lagu dimana Jungkook melakukan kesalahan. Ya, mungkin tidak sebagus saat dinyanyikan Jungkook tapi setidaknya nada, lirik yang Mingyu nyanyikan tidaklah salah. Jungkook hanya diam, memang sebenarnya tidak ada bagian yang sulit tetapi entahlah...Jungkook selalu mengulang bagian itu.

"Apa yang membuatmu tidak fokus? Siapa yang membuatmu tidak fokus? Apa orang itu? Orang yang tadi menemuimu? Taehyung?"

"Jangan menyebut namanya!" titah Jungkook.

"Berapa kali kukatakan padamu, katakan saja kalau kau masih mencintainya. Mengungㅡ" ucapan Mingyu terjeda saat Jungkook menatapnya tajam.

"Dan berapa kali kukatakan padamu, aku tidak mencintainya! Aku membencinya, kau tahu?!"

SerendipityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang