Kairi duduk dicafe sambil meminum minuman yang ia pesan tadi untuk menunggu kedatangan skylar, skylar memang sudah bilang dia akan telat tetapi ini sudah 45 menit skylar tidak menampakkan dirinya hingga kairi berpikir bahwa skylar melupakan janji mereka hari ini.
Kairi menghela nafasnya sebelum merasa ada yang menepuk pundaknya, kairi melihat kearah belakang dan melihat orang yang menepuk pundaknya tadi "sendirian?" tanya orang itu dan kairi mengangguk, "boleh gabung? gw juga sendiri soalnya" kairi berpikir sejenak mengira bahwa skylar tidak akan datang kairi mengangguk setuju, "iya boleh" jawab kairi.
Orang itu tersenyum dan duduk dihadapan kairi. Orang itu mengulurkan tangannya kearah kairi, "Rafly, panggil aja pai" ujar orang itu dengan tersenyum, kairi meraih tangannya dan membalas senyumannya "Kairi" jawab kairi "Lo beneran sendirian aja disini? gw ga ganggu kan" tanya pai sambil melepas genggaman mereka, "sebenernya lagi nungguin orang tapi dia ga muncul, kayaknya lupa" jawab kairi "sayang banget, orang secantik ini dilupain" ucap pai, kairi terkekeh kecil dan tiba tiba datang pelayan yang membawa pesanan.
"Ini waffle ice cream dan americano nya, tuan." ucap pelayan itu dan menaruh pesanan tersebut sebelum pergi meninggalkan mereka berdua, "Ah ya, ini waffle buat kamu ya, katanya waffle disini best seller" kairi mendengar itu menatap waffle yang dihadapannya dengan mata berbinar. Pai terkekeh pelan dan mendorong piring waffle tersebut agar lebih dekat dengan kairi, "enjoy your meal, kai." kairi mengangguk "thank u, pai" kairi tersenyum kearah kairi dan memakan waffle yang berada dihadapannya.
"Btw, lo sekolah dimana kai?" tanya pai, "disekolah xx, kalo lo?" jawab kairi dan menyuap waffle yang ia makan kedalam mulutnya, "pas banget, gw dikampus depan sekolah lo." jawab pai, kairi melihat kearah pai dan berpikir sejenak "kampwus xx?" tanya kairi dengan mulut penuh waffle dan pai mengangguk, pai menggapai tisu ditengah meja sebelum membersihkan bibir kairi yang kotor dengan tisu itu.
"Thanks.. berarti lo lebih tua dong? harus gw panggil pake kak ga?" ujar kairi, paii tersenyum "no problem, pake mas aja" jawabnya, kairi memotong waffle nya dan mendekatkan garpu yang berisi waffle dan ice cream kearah pai, "oke mas, aaa" pai memakan potongan waffle itu dengan senang hati, tentu senang, kapan lagi dia disuapi makanan oleh lelaki cantik.
Mereka berdua mengobrol dan menghabiskan waktu bersama sampai pai berpamitan dan mereka bertukar nomor, Kairi beranjak dari kursi nya untuk pulang tetapi dia melihat sosok yang ia tunggu tunggu akhirnya datang. "Seru ngobrol sama dia tadi?" tanya skylar yang mendekat kearah kairi, "dia siapa? udah ah aku mau pulang aja." kairi berjalan melewati skylar tetapi tangannya ditahan oleh skylar, "jawab dulu, kai. Seru gak? sampe nyuapin dia gitu." kairi tak menjawab dan mencoba untuk melepaskan genggaman skylar.
"Jawab kai." skylar menatap tajam kairi, "apasih, kalo mau berantem jangan disini sky." Skylar menuruti ucapan kairi dan menarik kairi kekamar mandi dan masuk kesalah satu bilik kamar mandi tersebut. "kamu ngerti gak sih kai? kamu itu cantik, banyak yang suka sama kamu. Kamu ngelamun sebentar diluar juga bisa tiba tiba udah diperkosa kai." ujar skylar, kairi hanya mendengarkan dengan alis yang mengkerut "aku bisa jaga diri." jawab kairi.
"Jangan ngelawan kai." ucap skylar dengan nada dingin, "ya siapa suruh kamu lupa janji kita karna nganterin irrad..." gumam kairi dengan suara kecil yang masih bisa terdengar oleh skylar, "tau darimana kamu kalo aku nganterin irrad?" tanya skylar yang terlihat sedikit panik.
"ngapain juga aku kasih tau, udahlah emang habit kamu gitu, ga pernah puas. Selingkuh mulu, aku kalo mau selingkuh juga bisa." skylar mendecak dan melihat kearah kairi "Maaf." ujar skylar dan kairi memutar bola matanya malas sebelum mendorong skylar dan keluar bilik itu.
Kairi berjalan sambil menelfon pai, sebenarnya dia tidak enak karena mereka baru saja kenal, telfon dari kairi diangkat oleh pai "kenapa kai?" tanya pai, "Maaf ganggu mas, aku boleh minta tolong jemput aku gak? aku masih di mall yang tadi kok." tanya kairi yang masih merasa tidak enak, dia terus berjalan untuk menghindari skylar.
"Oh iya boleh kai, tunggu dilobby aja ya gw muter balik dulu." pai mematikan telfon mereka dan memutar balikan mobilnya. Kairi berjalan ke lobby mall untuk menunggu pai.
Terdengar suara klakson dan kaca supir mobil itu terbuka menunjukkan pai ada didalam sana. Kairi berjalan menuju mobil itu dan masuk, "Maaf ngerepotin ya, mas." ujar kairi dan pai mengelus kepalanya "santai aja, gw malah seneng kalo lo repotin gini" jawab pai, kairi terkekeh dan tersenyum, "makasih ya".
Mereka berdua jalan menuju apartment kairi sambil mengobrol dan kairi juga mengarahkan pai kearah apartment nya
(actually ini ship apa adanya, maaf kalau kalian ngerasa ga cocok.)
