Kebencian adalah akar kepahitan, namun kebencian tidak bisa di hilangkan dengan kebencian yang sama. Karena hanya cinta yang bisa melenyapkan kebencian.
Hiro Valentino
Jumat, pukul 20.17
Sekitar lima belas menit setelah kepulangannya suara bel rumah terdengar mengagetkan Liana, yang sedang memasak makanan sesuai keinginan penyusup itu yang terus mengawasinya. Bahkan saat ia datang tadi pria itu menggeledah seluruh barang bawaannya, dan untungnya ia tak sampai di telanjangi.
Dan pria itu menerima ponsel dan juga backpack yang berisi uang, pria itu tidak menanyakan bagaimana kegunaan ponselnya karena sepertinya ia bisa menggunakannya dengan baik.
Walau Liana berharap pria itu tidak akan memperhatikannya, karena ia sudah mengaktifkan beberapa fitur yang bisa melacak keberadaan pria itu. Tapi sekarang ada ketakutan lainnya menyerang Liana saat mendengar bel rumahnya berbunyi, jika tamu itu adalah orang-orang yang dia kenal yang akan ikut bernasib sama seperti mereka.
Ia melihat jam di dinding dapur yang menunjukkan jam delapan malam, ia bertanya-tanya siapa yang datang malam-malam begini. Ponsel Dave sudah kembali di sita pria itu sehingga ia tidak tahu siapa saja yang menghubungi mereka, kecuali pesan dari Mita yang tidak sempat ia balas tadi.
"Apa saat kamu di mall tadi kamu melanggar perjanjian kiya, Lisa? Kita lihat siapa yang datang, beraktinglah senormal mungkin seperti biasanya kalau kamu kedatangan tamu!" tanya pria dengan tatapan penuh kecurigaan.
Liana berjalan dengan langkah cepat, tapi tetap dalam pengawasan pria dengan pisau tajam di tangannya. "Jangan mencoba mengirim signal pada tamu yang datang, dan buka pintunya tanpa melepaskan pengait pada pintunya! Setelah itu beritahu saya siapa tamu yang datang, jangan coba-coba mempersilahkan mereka masuk kalau tidak kamu akan saya bunuh sekalian dengan tamumu itu, Lisa!"
"Kamu tahu? Tadi aku menghajar suamimu, karena dia coba-coba menyerangku! Suami sialanmu itu cepat sekali marah ketika aku berkata padanya kalau aku dan kamu sudah bercinta di dapur dan juga di ranjang tidurnya!"
Ucapan pria itu membuat hati Liana sangat marah dan juga kesal, karena pria itu sudah memprovokasi harga diri Deva sebagai seorang suami sedangkan ia tak berdaya untuk melawan penjahat sialan itu. Kenapa pria itu baru menceritakannya sekarang, di saat ia kedatangan tamu yang entah siapa di balik pintu rumahnya itu?
Apakah Deva terluka? Karena ia melihat sebuah sarung tangan dengan darah yang cukup banyak di wastafel? Belum sempat ia bertanya pada pria itu, justru bel rumahnya berbunyi berulang kali. Liana menahan air matanya karena ia tahu pasti hati Deva lah yang sekarang tersakiti, dengan kebohongan yang sengaja pria itu ceritakan pada suaminya.
Liana mengintip dari lubang kaca di pintu depan rumahnya, dan betapa kagetnya ia melihat ada Mita, Dina dan Arnold berdiri di teras rumahnya. Ia tahu pasti mereka datang untuk menemui Deva, yang tak datang menemui mereka di tempat pertemuannya.
"Siapa mereka?" tanya pria itu yang juga ikut mengintip, ketika Liana melangkah mundur dari pintu rumahnya.
"Mereka... Rekan kerja suamiku, mereka... pasti sedang mencarinya. Karena suamiku memang ... Ehmm... berjanji bertemu mereka di suatu tempat setelah makan malam!" Liana menjelaskan dengan suara bergetar, karena memikirkan keadaan Deva di dalam kamar yang tertutup rapat itu.
"Beritahu mereka kalau suamimu sudah keluar sejak tadi, walau salah satu dari wanita itu bisa saya nikmati malam ini. Karena kamu yang terkena penyakit terkutuk sehingga sama sekali tidak berguna! Atau mungkin aku bisa menikmati tubuh ibu mertuamu saja, setelah aku selesai menyantap makan malamku?" bisik pria itu dengan wajah yang memuakkan, membuat Liana ingin sekali meludahi wajahnya yang menjijikan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]
Mystery / ThrillerKelvin Atmadeva Diratama menikahi kekasihnya Liana Evelyn Martin, dimana keduanya membangun keluarga kecil yang bahagia dengan seorang putri angkatnya. Dimana kedua pasang suami dan istri muda ini yang belum memiliki anak sendiri, memutuskan untuk m...
![21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/368240188-64-k960265.jpg)