Siang itu entah mengapa perasaan Liana sangat tidak enak, ia merasakan jika sekujur tubuhnya sering meremang padahal cuaca cukup terik siang itu.
Melanjutkan mengajar murid-muridnya yang sedang memainkan alat musik harmonika dengan beberapa lagu anak yang ceria, guna mengalihkan rasa gelisahnya yang tak kunjung reda. Hingga akhirnya ia mendengar suara ponselnya yang bergetar, di atas meja yang ada di sudut kelas itu.
Dengan cepat ia melangkah ke bangku di depan kelas dimana ia meletakkan ponselnya di atas meja, dekat tumpukan buku-buku tugas dari murid-murid yang sudah di periksanya tadi. Di ambil ponselnya itu dan di sana tertera nama sahabatnya Melisa, segera ia menekan icon telepon berwarna hijau untuk menerima panggil telepon itu.
"Hai Lisa... Apa kabarmu ?" sapa Liana mencoba menciptakan suasana bahagia, mendapatkan telepon dari sahabatnya yang telah bertahun-tahun lamanya tidak menghubunginya.
Namun entah mengapa ada perasaan sedih di sudut hatinya, perasaan yang sejak tadi pagi menganggu aktivitasnya. Dan itu benar-benar membuatnya terus berpikir apakah ia akan menerima kabar tak enak, entah dari keluarga atau teman terdekatnya.
"Benarkah ini ibu Liana Evelyn ?" tanya suara di seberang sana.
Dada Liana semakin bergemuruh mendengar suara yang bukan suara Lisa, bahkan orang itu menanyakan kebenaran namanya.
"Ya saya Liana Evelyn, ini siapa ? Kenapa bukan Melisa yang berbicara ?" tanya Liana dengan dada yang bergemuruh dan juga rasa khawatir yang besar.
"Saya dokter Maura dari rumah sakit Kasih Bunda, menghubungi Ibu sesuai dengan keinginan ibu Melisa sebelum.... Sebelum beliau tutup usia..."
"APA ? Bagaimana bisa ? Sebenarnya Lisa sakit apa dokter ?" potong Liana kaget, dan kakinya terasa lemas bahkan ia sempat terhuyung beberapa langkah.
"Kenapa bu guru ? Ada apa ?" tanya salah satu muridnya yang bergegas mendekatinya.
"Tidak apa-apa nak, ibu guru hanya kaget. Lanjutkan menghapal nadanya sebelum istirahat makan siang ya." sahut Liana jadi tersadar jika ia masih ada di kelas tempatnya mengajar.
"Maaf... Ibu Melisa mengalami gagal jantung, ia sendiri datang ke rumah sakit dan di rawat selama dua hari disini dan sempat mengalami koma. Tapi kehendak Tuhan berkata lain walau ia sempat tersadar beberapa menit saat tengah malam, namun pagi tadi ia mengalami serangan lagi dan jantungnya tidak bisa berfungsi kembali. Kami sudah melakukan pertolongan semaksimalnya, tapi kami kehilangan ibu Melisa." jawab dokter Maura menjelaskan kondisi kesehatan Lisa.
"Astaga Lisa... Kenapa begini ? Sekian tahun kamu tidak mengabariku, tapi hari ini aku justru mendengar kabar kematianmu hiks..." isak Liana pecah, setelah ia keluar dari ruangan kelas karena tak ingin menganggu konsentrasi belajar anak muridnya.
"Bu Liana...?" suara dokter Maura menyadarkan Liana dari rasa pedih kehilangan sahabat terbaiknya itu, selama masa kuliah dan di saat kesulitan mencari pekerjaan sebelum ia menikah.
"Halo bu...." Liana terperanjak dan menjawab dengan cepat, "Ya... Dokter." sahutnya.
"Apa ibu bisa ke rumah sakit, karena ada surat yang ibu Melisa titipkan sebelum ia... meninggal dunia bu. Apa ibu tinggal di kota ini juga ?"
Liana yang masih kebingungan bahkan untuk menangis pun ia tidak sempat, sampai tak menyadari jika ia belum menanyakan rumah sakit Kasih Bunda cabang kota apa, "Rumah sakit kasih bunda di kota apa Melisa di rawat dok ?" tanyanya.
"Di pusat kota Surabaya, bu Liana." dokter Maura memberitahukan tempat Lisa di rawat.
Liana langsung berpikiran untuk menelepon suaminya, karena tempat tinggal mereka yang berada di luar kota walau masih sama-sama di Jawa Timur. Suara dokter Maura kembali menyadarkannya dengan kesibukannya sendiri, "bagaimana bu Liana apa anda juga berdomisili di pusat kota Surabaya ?"
KAMU SEDANG MEMBACA
21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]
Misteri / ThrillerKelvin Atmadeva Diratama menikahi kekasihnya Liana Evelyn Martin, dimana keduanya membangun keluarga kecil yang bahagia dengan seorang putri angkatnya. Dimana kedua pasang suami dan istri muda ini yang belum memiliki anak sendiri, memutuskan untuk m...
![21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/368240188-64-k960265.jpg)