Liana memberikan surat wasiat yang di tulis oleh Lisa pada suaminya, dan pria muda itu ikut terenyuh dengan permintaan Lisa pada istrinya. Ia adalah salah satu orang yang menjadi saksi persahabatan keduanya, yang layaknya seperti ikatan persaudaraan antara Liana dan Lisa.
"Mami mengenal Lisa ketika kamu dan dia bekerja di butik mami, pasti beliau nggak akan menolak jika kita menjaga Kinara, sayang. Tapi...." ucap Deva membuat Liana yang masih sesegukan itu mendogahkan kepalanya menatap tak percaya pada suaminya.
"Tapi apa kak ?"
"Semua tergantung pada Kirana nya Lili, kalau dia sudah kerasan di panti dan nggak ingin ikut kita biarlah dia di sana, tapi kita bisa mengunjunginya kapan pun dia membutuhkan kita. Setelahnya kita bisa melakukan proses adopsi."
"Benarkah kak ? Terima kasih kalau kak Dev juga setuju dengan apa yang kupikirkan sejak tadi. Kupikir kita akan membicarakan lebih dulu dengan mami dan papi soal ini ?" tanya Liana dengan suara bergetar antara sedih dan juga bahagia.
"Rumah tangga ini kita bangun berdua, maka kita berdualah yang menentukan kemana arah perjalanan rumah tangga kita. Mami dan papi hanya sebagai penasehat dan tempat kita bertukar pikiran, tapi kita sendiri yang menentukan keputusannya."
Liana menatap wajah tampan suaminya dengan senyum bahagia di wajahnya yang penuh air mata, Deva memang pria yang selalu berpikiran dewasa dan cara pandangnya juga berbeda dengan orang lain.
Seperti ketika Deva jatuh cinta padanya, yang hanyalah pegawai di butik maminya. Ia tidak memandang dirinya dan Lisa sebagai orang gajiannya yang di rendahkan, tapi mereka di anggap sebagai bagian dari keluarga besarnya. Begitu juga kedua orang tua dan adik perempuannya, yang sekarang berdomisili di Amerika karena berkuliah di sana.
"Sekarang kita urus keperluan kremasi dan juga ibadah di rumah duka untuk Lisa, setelah itu kita temui Kirana sayang." ucap Deva menarik Liana ke dalam pelukannya, karena ia tahu istrinya masih bersedih dengan kabar duka dari sahabat baiknya itu.
***
Ibadah kremasi jasad Lisa berjalan dengan hikmat dan syahdu, dan kembali Liana menangis terisak. Ketika peti mati Lisa di masukan ke dalam oven pembakaran jenasah, tubuh sahabatnya yang mungil itu pasti dengan cepat hancur menjadi debu. Selamanya ia tidak akan lagi bertemu dengan Lisa, tinggal menemui kenangan terindah sahabatnya yaitu Kinara.
Tubuh lelah Liana terlelap begitu menyentuh kasur empuknya, dan Deva membiarkan istrinya itu istirahat karena sejak semalam ia tak berhenti menangis.
Apalagi Liana memaksa dua hari setelah pemakaman Lisa mereka berkunjung ke panti asuhan, tempat dimana Kinara di titipkan. Liana tak sabaran bertemu dengan gadis kesayangan sahabatnya itu, untuk memberikan peluk dan juga ciuman sayang dari Lisa untuk putrinya.
Gadis kecil yang tidak tahu jika ia sekarang sudah sebatang kara di dunia ini, ayahnya lebih dulu pergi dan sekarang ibu tercintanya yang berniat mengajaknya hidup bersama justru pergi menyusul ayahnya ke tempat keabadian.
Walau Kinara tidak pernah di beritahu siapa ibunya, karena seperti itulah pesan Lisa pada ibu pengurus panti. Maka Liana akan datang dan mengatakan jika dialah maminya, dan semua itu sudah di bicarakannya dengan ibu kepala panti.
Kepala panti sudah di titipi pesan oleh Lisa jika ia sudah tiada, bahkan orang yang di tunjuknya juga tidak datang. Maka panti akan mengambil hak penuh atas kehidupan Kinara, dan juga mengijinkan putrinya untuk di adopsi.
Mendengar kabar kematian Lisa membuat kepala panti merasa sedih, karena sebelum Lisa meninggalkan putrinya ia selalu berulang kali berpesan seperti itu. Entah Lisa merasakan jika hidupnya tidak lama lagi, atau memang hanya firasat seorang ibu yang inginkan sesuatu yang terbaik untuk putrinya ketika ia tak lagi bisa menemuinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]
Mistério / SuspenseKelvin Atmadeva Diratama menikahi kekasihnya Liana Evelyn Martin, dimana keduanya membangun keluarga kecil yang bahagia dengan seorang putri angkatnya. Dimana kedua pasang suami dan istri muda ini yang belum memiliki anak sendiri, memutuskan untuk m...
![21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/368240188-64-k960265.jpg)