Liana menatap murid-muridnya dengan hati senang, mereka memainkan harmony musik yang di ajarkannya dengan baik. Ia membuka ponselnya melihat pada layarnya, yang menampilkan dirinya bersama pria tampan dalam balutan pakaian pernikahan. Kenangan indah itu masih terpatri dalam ingatannya
Flashback...
Sore itu di bulan November Deva mengajaknya makan malam di private room sebuah restoran mewah di kotanya, saat itu musik romantis mengalun indah membuat Liana yang memang sangat menyukai musik itu terpana. Ia menikmati lembutnya alunan biola, lalu gitar akustik yang sangat indah melantungkan instrumental lagu My Love dari Westlife.
Saat Liana asik menikmati musiknya, tiba-tiba Deva memeluknya dari belakang membuat Liana mendongah. Deva berputar di hadapan Liana dan mengajak kekasihnya untuk berdiri, lalu merogoh kantong celananya mengeluarkan sebuah kotak dengan warna merah maroon di tangannya. Liana terpana di tempatnya namun ia menahan diri, untuk menunggu yang akan di lakukan Deva selanjutnya.
"Liana... " panggil Deva dengan suara lembut, matanya menatap wajah cantik kekasihnya dengan gaun merah di depannya itu.
"Ya.. " jawab Liana menahan getaran suaranya.
"Maukah kamu menjadi istriku, sayang ?"
Akhirnya keluar juga kata-kata yang di tunggu oleh Liana dan dadanya semakin berdebar kencang, ketika Deva membuka kotak merah yang berisi cincin berlian bermata putih berkilau.
"Liana Evelyn Martin maukah kamu menikah denganku Kelvin Atmadeva Diratama ?" ulang Deva karena Liana hanya terpaku di tempatnya berdiri.
"Ya... Aku mau kak Dev, aku mau... " jawab Liana cepat dengan mata berkaca-kaca, ia masih tidak percaya kalau hari ini akan tiba di hidupnya.
"Oh God... Syukurlah. Aku bahagia Lili, bolehkah aku menyematkan cincin ini di jarimu ?" Deva tersenyum lebar ketika mendengarkan kesedian Liana yang telah membuat hari-harinya jauh lebih nyaman dan tentu saja bahagia.
"Apa kak Dev berpikir aku akan menolaknya ?"
"Bisa jadikan kamu berubah pikiran, aku gugup tau sedari tadi untung alunan musik itu menolongku untuk berani melamarmu !" jawab Deva apa adanya, karena memang seperti itulah perasaannya ketika ingin melamar kekasihnya.
"Apa kakak pernah punya pengalaman di tolak seorang wanita, aku kekasihmu kak... tentu saja aku menerima lamaran dari kekasihku. Justru aku takut kakak ingkar janji untuk melamarku setelah kelulusanku. " ucap Liana sendu, menatap tangan gemetar Deva yang memasang cincin di jemarinya.
"Aku takut kamu beralasan belum siap, karena kata kakekku dulu kurang baik saja kalau lamaran kita di tolak atau di tunda hingga kekasih kita siap." ucap Deva senang, ternyata cincin itu pas di jemari Liana.
"Aku mencintaimu kak Dev, dan aku selalu berdoa semoga kamulah yang akan menjadi suamiku dan aku menjadi istrimu. Kita akan bangun rumah tangga kita bersama, saling melengkapi dan mengasihi. Dan saat ini aku sangat bahagia tidak mungkin aku menolak lelaki sebaikmu, apalagi menunda jika kamu dan aku sudah siap menuju ke jenjang yang lebih serius lagi."
Deva memeluk Liana dengan lembut dan Liana mendekap erat dada Dave yang hangat, perasaan nyaman dan damai bisa keduanya rasakan lewat detak jantung yang berirama sama. Tak ada keraguan di antara kedua pasang kekasih itu, keduanya sama-sama siap mengarungi rumah tangga dengan apapun yang akan jadi batu dan juga ombak di tengah perjalanannya.
"I Love you kak Dev, " bisik Liana ketika Deva mengajaknya berdansa.
"I love you more, Lili. Kamu wanita terindahku sayang." bisik Dave merengangkan pelukan mereka menatap lembut wajah cantik kekasihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]
Tajemnica / ThrillerKelvin Atmadeva Diratama menikahi kekasihnya Liana Evelyn Martin, dimana keduanya membangun keluarga kecil yang bahagia dengan seorang putri angkatnya. Dimana kedua pasang suami dan istri muda ini yang belum memiliki anak sendiri, memutuskan untuk m...
![21 Jam Yang Mencekam [TELAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/368240188-64-k960265.jpg)