Keandra memperhatikan langkah Jasmine, berjalan di lorong menuju kelas mereka.
"Tadi kenapa lo cium pipi Pak Direktur?" Tanya Keandra penasaran, ia sebenarnya di perintah untuk menemui Kepala Sekolah namun karena beliau tidak sedang di tempat maka Keandra diantar satpam menemui Robert, selaku Direktur Alexandrea.
Jasmine menoleh, langkahnya terhenti; kebetulan keduanya juga sudah ada di depan pintu kelas.
"Papa yang minta," jawab Jasmine jujur, begitu tangannya akan memutar knop pintu Keandra kembali bertanya.
"Papa? Dia bokap lo?" Keandra bertanya lagi dengan wajah penasarannya.
Jasmine sebenarnya tidak menyukai pertanyaan-pertanyaan yang menjurus pada ranah pribadi dan keluarga. Namun ada baiknya untuk hal ini ia jawab, karena dapat menimbulkan rumor jelek antara ia dan Robert.
Apalagi Keandra murid baru, sudah pasti ia tidak mengetahui siapa Jasmine. Berbeda dengan yang lain, mereka semua mengenal siapa Jasmine dan sudah tidak aneh lagi dengan bagaimana Robert berinteraksi dengan Jasmine. Tidak peduli di khalayak ramai pun.
"Paman," jawab Jasmine singkat, ia membalik tubuh dan langsung memutar knop pintu. Tidak ingin Keandra melanjutkan pertanyaannya lagi.
Keandra pun paham dan membiarkan Jasmine memilih keluar dari rasa penasarannya. Ia mengikuti Jasmine masuk kelas, disana sudah ada guru yang sedang memulai jam mata pelajarannya hari ini.
"Maaf Bu, Jasmine mengantar siswa baru," ucap Jasmine setelah mencium punggung tangan gurunya.
"Oh iya Jasmine, silakan duduk. Dan kamu, silakan memperkenalkan diri kamu ya singkat saja. Setelah itu kita langsung mulai pelajaran," titah sang guru dan diangguki Keandra.
Keandra kemudian berdiri menghadap ke semua murid kelas, paras tampanya mampu memanah hati para gadis dan mematahkan semangat para bujang di kelas —mereka berharap cewek cantik tentunya.
Keandra menarik nafas dan menghembuskannya pelan, mengusir rasa gugup yang tiba-tiba saja menerpa.
"Halo guys, kenalin gue Keandra Alfareza Laksamana. Pindahan dari SMA Cendrawasih Bandung. Kalian bisa panggil gue Kean," ucap Keandra dan mendapat perhatian penuh dari para gadis, mereka bersorak kegirangan.
"Hi Kean, gue Viona!" Viona dengan genit mengedipkan matanya berulang kali, sambil mengangkat tangan kanannya.
"Anjrit. Diem gak lo?!" Buk! Kevin meremas sobekan kertas dan melemparnya pada Viona. Ia geli sekali melihat Viona bertingkah seperti itu.
"Kean, makasih ya udah masuk kelas ini. Jadi mata gue segeran dikit, tiap hari empet liat si kepin dan kawannya burik semua," timpal siswi lain sembari tertawa melihat anak-anak cowok di kelas memasang wajah masam tak terima.
"Setelah blackmoon lulus, baru kali ini gue liat cowok ganteng lagi."
"Bener banget, cuci mata guys."
"Kean, lo anak keberapa bersaudara?"
"Kean, lo mau ikut ekskul memanah gak?"
"Lo semoga betah ya disini, biar gue semangat sekolah!"
Kecuali Jasmine, gadis itu menaikkan alis kirinya mendengar Keandra meminta teman-temannya memanggil dengan panggilan Kean? Bukannya tadi diminta Alfa saja?
"Salam kenal juga Kean, baiklah silakan kamu duduk di baris ketiga sebelah kiri ya. Kita langsung mulai pelajarannya, lanjut kenalannya nanti di jam istirahat," balas Bu guru.
Keandra pun mengangguk dan menutup salam perkenalannya, lalu berjalan ke tempat duduk yang di tunjuk gurunya.
Keandra itu tampan, para siswi kelewat senang mendapat teman kelas yang rupawan selain Jasmine, tentu. Padahal tidak hanya Keandra seorang yang tampan, rata - rata anak yang bersekolah disini memang memiliki paras yang rupawan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE LANGUAGE [ END | REVISI ]
Ficção Adolescente[ SEASON II | J Edition ] Setelah semua sakit, bukankah seharusnya terbit senyuman; seperti pelangi yang hadir sehabis hujan turun? Namun, hidup mu dalam kehidupan ini tidak berjalan dan tidak berhenti hanya karena kamu menginginkannya. Tuhan adalah...
![LOVE LANGUAGE [ END | REVISI ]](https://img.wattpad.com/cover/370326240-64-k856950.jpg)