Ch 4 [Bekal #2]

201 15 1
                                        

Disebuah ruangan yang dipenuhi dengan foto Nara yang tertempel disudut-sudut dindingnya, terdapat seorang pemuda manis yang sedari tadi hanya berbaring dikasurnya sambil terus memandangi handphonenya.
Sudah pukul 10 malam hari, namun ia belum mengantuk.
Ia pun tiba-tiba berfikir ingin meminta line Nara kepada Archen.

"Huh gabut bangett, mau ngelukis juga udah bosenn." -batin Nueng sambil melihat ke sekeliling kamarnya.
"Eh apa aku minta aja ya line p'Nara ke p'chen." -fikir Nueng.

Setelah berfikir beberapa saat, ia pun mulai mengetik di handphonenya.

Setelah berfikir beberapa saat, ia pun mulai mengetik di handphonenya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nueng kembali berfikir setelah phi nya mengirim pesan tersebut.

"Hemm kasi apa yaa, biar phi mau?."

Nueng berfikir sejenak.

"Eh coba ini aja dehh" -batin Nueng.

"ih langsung mau donggg" -batin Nueng kegirangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"ih langsung mau donggg" -batin Nueng kegirangan.

Dengan cepat ia pun langsung menyimpan line 'calon pacar' nya tersebut.

Sudah sekitar 10 menitan Nueng memandangi roomchatnya dengan Nara, ia tak tahu harus mengirim pesan apa kepada Nara.
Pasalnya sejak Archen mengirim line Nara, ia salah tingkah sendiri, dan berulang kali memukul boneka kerbau kesayangannya.

Pasalnya sejak Archen mengirim line Nara, ia salah tingkah sendiri, dan berulang kali memukul boneka kerbau kesayangannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I will never be him. ||PondPhuwin|| ||Joongdunk||Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang