Disebuah jalan yang mulai sepi karena para pegawai kantoran dan mahasiswa sudah mulai pulang kerumah masing-masing, atau masih di suatu tempat, atau mungkin melakukan hal yang sama dengan dua 'calon sejoli' kita malam ini.
Restoran seafood bertema vintage itu duduk manis di pinggir jalan besar, dengan pencahayaan kuning hangat—mampu menarik perhatian Nara maupun Nueng, dan alunan musik jazz instrumental yang terdengar seperti soundtrack film romantis tahun 2000-an—sangat bukan tipe musik Nara yang cenderung lebih ke hip-hop khas Thailand, namun saat Nara bisa menebak saat Nueng melihat ke arah sana—ia menyukainya.
Mari kita do'a-kan semoga restoran pilihan pasangan kita pada malam hari ini tidak mendatangkan kesialan kepada mereka, dan semoga dinner mereka hari ini berjalan dengan lancar—sesuai keinginan.. amin.
Nara menggenggam telapak tangan Nueng yang sepertinya sudah mulai melemas karena perilaku yang Nara berikan kepadanya secara bertubi-tubi sejak sore tadi, ke tempat duduk di pojok ruangan, di sebelah jendela, pemandangan langsung ke jalan malam, dan sesekali angin sepoi-sepoi masuk lewat celah terbuka—sudut yang sangat cocok untuk mojok, ya, kan, Nar?
Nueng duduk di seberangnya, mengenakan kemeja putih bersih karena tadi ia baru saja menyelesaikan ujian tertulis—yang menurut Nara, sukses bikin cowok itu kelihatan criminally pretty. Tapi dia tahan buat bilang. Karena belum saatnya—menurutnya.
"Phi, pesen aja yang kamu mau. Aku suka semuanya kecuali… cumi yang masih ada matanya," kata Nueng sambil membuka menu, dengan ekspresi geli—sepertinya ia mulai mengingat bentuk cumi yang masih memiliki mata.
Nara ketawa pelan. "Noted. Nueng geli sama cumi yang masih ada matanya, coret." Nueng hanya ikut ketawa pelan, nyaris tidak mengeluarkan suara.
Tak butuh waktu lama sampai meja mereka dipenuhi berbagai jenis seafood. Ada kepiting saus pedas, udang saus tiram, kerang hijau, dan tentunya… satu baskom besar sup tom yum yang aromanya bikin satu ruangan ikut lapar, bahkan chef nya sendiri pun ikut lapar—iyakah?.
Hingga saat ini, terlihat acara makan malam mereka pada hari ini masih berjalan lancar. Mereka saling berbagi cerita santai, berusaha melontarkan pertanyaan-pertanyaan seputar diri masing-masing agar dapat saling mengenal lebih jauh, juga mulai saling bercanda, tentunya
Nara sudah mempersiakan jokes terbaik yang ia miliki—surprisingly Nueng terlihat enjoy dengan candaan Nara. Syukurlah.. Dan wah, ternyata tuan Nara kita bisa mengupaskan udang buat di makan oleh orang lain, pemirsa sekalian. Bahkan ingin menyuapkan ke orang yang di depannya juga—kalo ini, sepertinya sudah too much ya.
Lalu, pada akhirnya..
Insiden yang sudah di antisipasi sejak awal..
Terjadi juga. Siapa yang menyangka kecerobohan terbesar hari itu, yang hampir saja menghancurkan dinner 'romantis' mereka malam ini datang dari semangkuk kuah seafood berwarna merah—oranye lengkap dengan sisa-sisa daun bawang di dalamnya.
Kronologinya dimulai saat.. Nara sedang asik cerita tentang rehearsal dance terakhirnya, tangannya bersemangat—terlalu bersemangat, memberikan gesture. Nueng dengan senang hati mendengarkan ocehan Nara sambil menikmati udang yang terkupas dengan sendirinya beberapa menit lalu. Lalu tanpa disadari, tangan Nara menyenggol mangkuk yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya itu..
/strettt—BYUUURRRR~~
Mangkuk itu sukses melayang ke arah Nueng, kuahnya mengenai kemeja putih bersih Nueng—dari dada mengalir hingga ke celana kain berwarna hitam khas seperti yang dikenakan mahasiswa di Thailand pada umumnya.
Nueng membeku. Sedetik. Dua detik. Lalu.. tepat di detik ke tiga..
"PHI NAARAAAAA!!!" Nueng teriak, Nara terkejut, ia berdiri, reflek akan melakukan sesuatu, dan di detik selanjutnya.. ia sudah menuangkan semangkuk kuah seafood lainnya ke dirinya sendiri. Mari kita beri A+ untuk tindakan tuan NARA yang tidak berguna ini, namun mampu meredam amarah Nueng yang sedikit lagi akan meledak—mungkin mampu menjadikan restoran seafood ini hancur lebur hingga hanya menyisakan puing-puing betonnya saja.
Nueng terdiam—begitu pun dengan Nara. Pelayan yang datang membawa tisu dan air mineral pun ikut terdiam melihat kondisi mereka saat ini. Nueng dan Nara masih terdiam, sesaat hingga kedua mata mereka saling bertemu dan "HAHAHAHHAHA KAAMUU NGAPAIN SIH PHII" pecah sudah ketawa Nueng yang jarang orang dengar. "jujur ini reflek, tapi bagus juga ya reflek phi—jadinya kamu ga malu sendirian" sebuah kalian yang terucap sebelum Nara ikut bergabung di tengah meriahnya tawa Nueng.
Sungguh harmonis pasangan utama kita pada malam hari ini. Jika saat ini ada seorang anak kecil di dekat mereka, pasti orang-orang yang juga berada didalam restoran itu sudah berfikir mereka adalah pasusu yang baru saja menikah dan memiliki anak—sangking romantisnya.
"Maaf banget Nueng sumpah, Phi ga sengaja.. Phi bakal gantiin kemeja nya, mau pergi beli sekarang?" wah wah Nara tiba-tiba saja berlagak seperti bos muda, tapi untunglah ternyata ia masih memiliki sisi seperti ini.
Nueng hanya menatapnya dengan tatapan ngambek setengah geli.
"ga usah.. tapi, Phi besok harus bawa aku ke laundry ya. Deal?"
Ga usah di tebak kalimat selanjutnya yang akan di lontarkan oleh Nara, sudah pasti "DEAL. Sama boba mixue tambahan." senyum Nara merekah, disusul dengan senyuman Nueng yang tak kalah merekah
Di luar restoran, angin malam masih sama. Tapi suasana antara mereka berdua berubah jadi lebih ringan— meski baju Nueng dan Nara sekarang penuh motif abstrak dari seniman bernama 'semangkuk kuah seafood'.
First date mereka hari ini di tutup dengan Nara si asbun yang tiba-tiba nyeletuk bilang "tapi sumpah kamu tetep keliatan cakep, kayak.. bakso tahu dalam rendaman kuah, lembut, menggoda." oh apakah Nueng akan terpancing emosinya? tentu saja, "Phi juga menggoda kayak lauk nasi padang, hehe" ternyata tidak kawan—padahal jika ini Nueng 'yang asli' pasti sudah lari karena malu. Kemana pergi nya Nueng kita yang imut dan pemalu itu?.
Baiklah sekian dari chapter PDKT dan first date NaraNueng kita yang berakhir.. kacau? ga juga, lancar? ga juga, tapi yang jelas dari raut wajah mereka sudah tergambar jelas bahwa—mereka sama-sama puas dengan dinner malam ini.
WADUH WADUHH AKRAB BANGET NIH NARA NUENG GUA LIAT² YAAAA
gimana gimana guyss kalian bisa ngebayangin kejadiannya gaa? WKWKWK
seperti biasa, jangan lupa vote.. pls..
hope u like it!! 🫶
TBC 🩷
KAMU SEDANG MEMBACA
I will never be him. ||PondPhuwin|| ||Joongdunk||
RomanceJangan terkecoh sama judul dan sampul ceritanyaa, alurnya ga seberat itu kokk coba ajaa baca duluu
