Ch 5 [P'Chen cepu?]

151 7 2
                                        

Setelah sekitar 5 menit menempuh perjalanan, terlihat mereka tidak  mengeluarkan sepatah kata pun, Nueng sibuk dengan pikirannya sendiri, begitupun dengan Nara, Archen yang menyadari hal ini memilih untuk ikut diam, seakaan memberikan ruang kepada mereka. 

Nara yang merasa situasi kini mulai kembali terasa canggung pun melirik kearah Nueng yang masih diam seribu bahasa, Nara tiba-tiba membuka pembicaraan lagi "Nueng mau denger musik ga?", Nueng yang tadinya sedang asik melamun dengan pikiran entah melayang ke mana, tersentak kaget mendengar suara Nara "Eh i-iya phi, mau" jawab Nueng dengan sedikit gugup, tanpa disadari senyuman tipis terukir di wajah Nara saat melihat reaksi Nueng.

"kaget?" Nara kembali bertanya dengan nada bercanda, "iya phi hehe, Nueng lagi mikirin tugas, biasalaa" balas Nueng dengan senyuman manisnya yang terlihat sedikit canggung, Nara pun mengangguk mengerti lalu kembali bertanya "kamu sekarang semester 3 ya?", "ngga phi, masih semester 2 hehe" jawab Nueng, "eh iya, lupa" balas Nara sedikit terkekeh, dan mulai memilih lagu yang akan mereka dengarkan,selama perjalanan mereka terus mengobrol. Archen yang duduk dibelakang hanya tersenyum tipis mendengar obrolan teman dan nongnya yang terdengar asik, tampaknya Nueng juga nyaman bercerita kepada Nara.

Tak terasa kini mereka telah sampai di depan kampus Nueng,  obrolan mereka pun terhenti "udah sampe Nueng" ingat Nara, karena Nueng sepertinya akan melanjutkan ceritanya "yahh kok udah sampe si, phi tadi bawa mobilnya ngebutkah? padahal Nueng masi mau cerita" oceh Nueng dengan raut wajahnya yang terlihat kesal, Nara kembali tersenyum melihat ekspresi Nueng yang menurutnya lucu "udah-udah, nanti bisa dilanjutin ceritanya, sekarang Nueng belajar dulu naa" bujuk Nara, "nanti?" tanya Nueng memastikan perkataan Nara, "iya nanti kalo phi ada waktu, phi jemput. Nueng chat aja yaa", "eh ngerepotin bangett. gausah phii, phi pasti nanti cape abis latian dance", Nara sempat berpikir dan benar juga perkataan Nueng "yaudah nanti malem call aja, mau?", tanpa pikir panjang Nueng langsung menjawab pertanyan Nara dengann penuh semangat "MAU MAUU", walau sedikit terkejut dengan reaksi Nueng,Nara hanya terkekeh dan mengelus pucuk kepala Nueng, Nueng yang terkejut pun buru-buru pamit dan keluar dari mobil "Nueng kekampus dulu ya phi, sawadhikhap" tak lupa ia juga pamit kepada Archen.

Setelah keluar dari mobil, ia sempat menoleh lagi ke arah Nara yang masih duduk di kursi pengemudi sambil tersenyum kecil, "Hati-hati di jalan, phi" ucap Nueng sambil melambaikan tangan pelan. Nara hanya mengangguk, lalu membalas dengan senyuman yang tak kalah manis. 

Begitu Nueng melangkah masuk ke pintu masuk gedung dkv, Archen keluar dari mobil dan menuju kursi penumpang yang tadinya di duduki oleh Nueng. Langkah Nueng terhenti, ia kembali menatap mobil hitam milik Nara yang perlahan menjauh. Dalam hatinya, ada perasaan lucu yang tidak bisa dijelaskan, "Pantes banyak yang suka sama dia, termasuk aku" gumam Nueng dengan senyuman lebar, sambil terus berjalan menuju kelas.

Di sisi lain, Nara yang masih menyetir juga terus terbayang wajah Nueng tadi. "Lucu juga dia" pikir Nara sambil tertawa kecil kemudian menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangan kirinya, ia bisa merasakan ada suatu perasaan aneh yang mulai timbul di hatinya saat ia memikirkan Nueng. Archen yang duduk di sebelahnya menyadari hal itu "Lo kenapa sih? happy banget nih gua liat-liat" ledek Archen sambil menatap Nara yang terlihat salah tingkah. 

"Apa sihh chenn" jawab Nara masih dengan senyumannya, tapi terlihat telinganya mulai memerah. Ia buru-buru melihat  ke depan lagi, tak mau Archen tau kalau ia sedang memikirkan Nueng. "Udahla bro, salting lo ketara banget. mending ngaca deh, liat tuh telinga lo udah merah banget" Archen nyengir lebar lanjut meledek Nara. "Udah, diem lo. Gue lagi mikirin koreografi doang" kilah Nara, meski dalam hatinya ia tau itu bohong. Ia tak bisa lupa bagaimana tatapan Nueng saat pamit tadi.

 Ia tak bisa lupa bagaimana tatapan Nueng saat pamit tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

[kira-kira gini lah ya ekspresi Nara]

Sementara itu di kelas, Nueng baru saja duduk di kursi nya, tepat di depan kanvas berukuran sedang berisi lukisan Nueng yang menunggu untuk di selesaikan. Baru saja Nueng ingin mengeluarkan alat-alat lukisnya, fourth dan satang, sudah duduk manis di sebelahnya sambil menatap wajah manis Nueng, seakan meminta 'klarifikasi' dari nya.

"Oh jadi gitu ya sekarang, di anterin sama pacarnya tapi ga ada cerita apa-apa ke kita" goda satang yang duduk di sisi sebelah kiri Nueng, "Iya, cukup tau aja si. kaya nya sekarang kita emang udah bukan prioritas dia lagi Sat" lanjut Fourth yang ikut memojokkan Nueng.

Nueng yang mengerti maksud dari ucapan 2 bocah kosong nya itu pun hanya bisa geleng kepala. "Sabar please? aku baru duduk loh ini guys.." jawab Nueng lemah, "Ga ada kata sabar lagi ya Nueng, kamu kira kami ga liat kamu tadi di anter sama siapa?" oceh Fourth tak memberi jeda untuk Nueng menjawab pertanyaan² mereka sebelumnya, "Tau tuh! bener kata kamu fot, kita emang udah bukan prioritas dia lagi. Prioritas dia sekarang cuma phi Nara" lanjut Satang dengan nada sedih.

Nueng yang mendapat ocehan dari teman-temannya itu pun kembali mengeluh. Kemudian ia menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi dengannya dan phi Nara-nya itu sejak malam tadi, hingga tepat sebelum ia menginjakkan kaki ke kelas nya ini.

"HAH" suara itu keluar dari mulut kedua makhluk yang duduk di samping Nueng secara bersamaan. "BISA-BISA NYA CERITA SE-HOT INI BARU KAMU CERITAIN SEKARANG NUENG? APA GUNA NYA HP KAMU ITU, AKU TANYA" oceh Fourth yang tentu saja menggunakan suara toa nya yang bisa terdengar hingga ke gedung sebelah. "Kobisa tiba-tiba kalian jadi sedeket ini sih Nueng?" tanya Satang yang tak kalah penasaran, "Aku juga gatau guys, waktu aku chat malam tadi responnya tiba-tiba begituu. Apa mungkin pelet yang aku kasi manjur ya?" jawab Nueng dengan sedikit bercanda, "Pelet?" tanya Satang, "KAMU KASI DIA PELET IKAN NUENG?" Fourth ikut bertanya dengan pertanyaan yang.. sedikit bodoh.

Nueng hanya menatap datar ke arah Fourth dan menjawab pertanyaan Satang, "Iya peletnya sambel cumi masakan akuu, hehee" jawab Nueng cengengesan. "Ai sat, aku kira beneran kamu guna-guna" ucap Satang yang terdengar sedikit kecewa, "Kok kurang masuk akal ya? jangan-jangan phi kamu cepu ke phi nara, kalo kamu suka sama dia" balas Fourth. "Eh tumben kamu punya otak Fot, masuk akal juga loh yang dia bilang Nueng" Satang melirik ke Nueng, "EH KOK AKU GA KEPIKIRAN KESITU YA" ucap Nueng dengan nada panik, "Iyalah kan aku pinter" Fourth malah memuji dirinya sendiri–lagi.

"Kalo kata aku sih mending kamu langsung tanya aja ke phi Archen" tambah Satang, "Aku ga yakin dia mau jawab Tang, kamu tau sendiri la dia gimana" keluh Nueng. Satang hanya mengangguk mengerti, lalu mereka mulai melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.

*ting 
Saat Nueng sedang asik melukis, terdengar suara notifikasi yang berasal dari handphone nya. Ia meletakkan kuas di gelas berisi air yang sudah tercampur dengan cat, lalu segera meraih ponselnya untuuk melihat notifikasi tersebut.

"GUYS!" Nueng memanggil kedua temannya, orang yang dipanggil pun mendekat kearah Nueng "Apa Nueng?" tanya Satang, sedangkan fourth sudah lebih dulu melihat ke handphone milik Nueng

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"GUYS!" Nueng memanggil kedua temannya, orang yang dipanggil pun mendekat kearah Nueng "Apa Nueng?" tanya Satang, sedangkan fourth sudah lebih dulu melihat ke handphone milik Nueng. "SHIAA" ucap Fourth terkejut, Satang pun ikut melihat "TUHKAN NUENG, FIX SI DIA UDAH CEPUIN KAMU" ucap Satang yang tak kalah kaget. "Apasii, ngga lah. Dia motoin phi Nara gara dia pusing denger dia muji masakan aku teruss" kilah Nueng dengan nada bangga. "TAPI KALO KATA AKU SI-" belum sempat Fourth melanjutkan ucapannya, mulutnya sudah lebih dulu di tutup oleh Satang "Mending diem aja deh Fot, nambah polusi suara aja", "ai sat" balas Fourth kesal, "Nanti deh aku tanya sama phi Chen" ucap Nueng sebelum kembali melanjutkan pekerjaannya.





TBC

GOOD MORNING KHRUP~ (pake nada style)
happy new year semua nyaaa (telat dikit)
aku lupa sama cerita ini plss, maafinn 🙏🏻🙏🏻
eh anw aku ganti cara penulisan aku loh guyss, what do u think? kalo aku prefer kyk gini sii
CERITA NYA UDAH MULAI SERUUU NII GUYSS WKWK
alurnya emang sengaja aku buat lambat, banyakin sabar aja ya guys
JANGAN LUPA VOTE NYAAAAAAAAAA
BIAR AKU GA LUPA LAGI SM CERITA INIII WKWKWKW

I will never be him. ||PondPhuwin|| ||Joongdunk||Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang