Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

1.Awal Baru

209 95 8
                                        

Hallo semuanya! Maaf sebelumnya cerita ini secara keseluruhan aku revisi ulang jadi kalian pasti mikir? "Lah kenapa alur ceritanya beda?"

MAAF SEBELUMNYA CERITA LANGIT SENJA AKU REVISI SECARA KESELURUHAN! MAAF YA!

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA!

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Matahari pagi menyelinap melalui celah jendela kamar Alya, membangunkannya dari tidur. Hari ini, dia harus menghadapi kenyataan—pindah ke sekolah baru. Bukan keinginannya, tapi demi melihat senyum bahagia Papa dan Mama, Alya memilih untuk menurut.

Di meja makan, Alya duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya. Sendok di tangannya hanya dimainkan tanpa niat untuk makan. Papanya, Pak Arman, membuka percakapan.

"Alya, Papa sama Mama sudah memutuskan sesuatu. Kamu akan pindah sekolah."

Alya menatap Papanya, terkejut.

"Hah? Kenapa harus pindah?"

Mamanya meletakkan tangannya di atas meja, mencoba menenangkan Alya.

"Kami cuma ingin yang terbaik buat kamu, Nak. Sekolah yang baru ini lebih bagus, lingkungannya baik, dan bisa membantu kamu berkembang."

Alya terdiam, menimbang-nimbang. Jujur, dia berat meninggalkan teman-temannya. Tapi jika ini keputusan terbaik menurut orang tuanya, apa boleh buat?

"Hmm... kalau itu bisa bikin Papa sama Mama senang, ya sudah, Alya ikut saja."

Pak Arman tersenyum lega.

"Papa yakin kamu bakal suka di sana. Namanya SMA Harapan Jaya. Minggu depan kamu sudah mulai sekolah."

Alya menghela napas pelan. Sekolah baru berarti lingkungan baru, teman baru, dan… mungkin saja kehidupan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.

"Baiklah… asal Papa sama Mama bahagia, Alya juga bakal bahagia."

Tanpa Alya sadari, keputusan ini akan membawanya bertemu dengan seseorang yang mengubah banyak hal dalam hidup seseorang.

Di meja makan, suasana masih terasa hening setelah Alya menyetujui keputusan orang tuanya. Ia sesekali mengaduk makanannya tanpa benar-benar berniat menyuapnya. Dari seberang meja, Reza yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya akhirnya mengangkat kepala dan menatap Alya.

DIANTARA DOA DAN HARAPAN  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang