*𝗗𝗜𝗔𝗡𝗧𝗔𝗥𝗔 𝗗𝗢𝗔 𝗗𝗔𝗡 𝗛𝗔𝗥𝗔𝗣𝗔𝗡
Athar dan Alya, dua hati yang bertemu di persimpangan takdir. Cinta mereka tumbuh dalam keheningan doa dan hangatnya kebersamaan. Namun, ada satu hal yang selalu menjadi batas di antara mereka-keyakina...
Hallo semuanya! Selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakan 😇🙏
Kalian lebaran pergi kemana aja? Kalo alya nemenin athar ibadah.
Jangan lupa vote dan komen ya!
Jangan lupa hargai penulis😍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•
•
•
Hari-hari berikutnya di SMA Harapan Jaya berjalan cukup cepat untuk Alya. Ia mulai terbiasa dengan suasana kelas, belajar mengikuti ritme baru, dan tentu saja, mulai mengenal lebih dekat Talia dan Keysha. Tapi satu hal yang tetap membuatnya penasaran adalah... Athar.
Lelaki itu selalu hadir dalam radius pandangnya. Kadang duduk menyendiri di perpustakaan, kadang terlihat tertawa bersama gengnya. Tapi setiap kali Alya mengira Athar hanya cowok cuek biasa, selalu ada momen yang membuat pikirannya berubah.
Seperti sore itu.
Sekolah baru saja selesai. Langit mendung, angin bertiup pelan. Alya menunggu jemputan Reza di depan gerbang sekolah sambil memainkan ponselnya.
"Lo nunggu siapa?" tanya suara yang sudah mulai dikenalnya.
Alya melirik. Athar berdiri di sampingnya, tangan masuk ke saku, pandangan mengarah ke jalan.
"Temen," jawab Alya singkat.
Athar mengangguk pelan. "Yang waktu itu duduk sama lo pas pertama masuk?"
Alya mendelik pelan. "Lo ngamatin gue terus ya, sampe hafal siapa yang duduk sama gue?"
Athar terkekeh. "Gue cuma perhatiin yang menarik aja."
Alya hampir membalas, tapi suara klakson mobil mengalihkan perhatiannya. Mobil Reza berhenti di depannya, kaca jendela terbuka.
"Yuk," ajak Reza.
Athar sempat melirik ke arah Reza, lalu balik menatap Alya. "Lo deket sama Reza?"
Alya tersenyum kecil. "Mungkin."
Tanpa menunggu reaksi Athar, Alya masuk ke mobil dan menutup pintu. Dari kaca jendela, ia sempat melihat Athar menatapnya... dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
Athar masih berdiri di tempatnya saat mobil yang ditumpangi Alya melaju menjauh. Angin sore mengibaskan ujung jaketnya, tapi yang membuat hatinya terasa aneh bukan cuaca, melainkan pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.