Semburat surat

7 3 0
                                    

" ini ada , surat non" ujar Bi Ina

" Taruh meja bi" balas Rissa

" Iyaa non" ujarnya Bi Ina lagi

" Permisi non" ujar Bi Ina pamit

" Surat dari siapa?" Tanya Rissa ke diri sendiri.

Karena penasaran Rissa membuka amplop tersebut.

Karena penasaran Rissa membuka amplop tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Isinya apa ya?" Pikir Rissa

Setelah melihat yang mengirim
"Devan?

" Udahlah, paling gabut " ujarnya malas soalnya yg mengirim surat ke dirinya Devan yang tak lain Calon Tunangannya.

Setibanya selesai membaca pesan itu dia memutuskan untuk keluar kamar dan makan siang.

Di tempat lain

" Rissa udah baca pesan dari gua belom ya, apa gua chat aja tapi gua ga ada nomer, Devan bodoh" makinya ke diri sendiri.

" Rissa udah baca pesan dari gua belom ya, apa gua chat aja tapi gua ga ada nomer, Devan bodoh" makinya ke diri sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Devannnnnn " teriak bunda Rere

Devan mendengar teriakan sang bunda dengan segera membalas tak kalah keras teriakan nya.

" Iyaaaaa Bundaa sayanggg" ujarnya Devan langsung bangkit dari tempat tidur.

turun ke bawah memastikan bahwa bundanya menyuruh nya untuk apa kali ini cuci mobil atau motor? Pikir Devan..

Selesai berpikir ia segera menuju dapur .

Ia melihat di dapur ada wanita yang sudah berumur tapi Masi canss sedang memotong cabai rawit dan bawang putih.

Dengan hati hati Devan bertanya?

"Knp Bun? Tanya Devan

" Kenapa- kenapa, kamu bantu bunda sini, masak"  ujar bunda Rere.

" Masak?? Devan ga bisa bund" ujar Devan santai.

" Yakin ga mau bantu bunda, oke nanti bunda aduin ke ayah kalau kamu semalam balapan motor " ancam bunda Rere.

" Hufhh jangan  lah bund, ntr motor Devan disita" ujarnya lesu

heii mana bisa seorang Devan tidak naik motor kesayangan nya itu?

" Yaudah sini bantu, lagian ini buat persiapan nanti ada arisan" ujarnya lagi lagi

"Arisann  sini?" Devan heran

" Iyaa prince bundaaa, gemes deh Ayuk bantu biar selesai kalau gamau bunda ngambek aduin ke Ayah , besoknya kamu naik angkot" ujarnya sambil motong sayur halus

" Hufh oke Devan bantu " ujarnya Devan.

" Rissa juga kesini sayang " ujarnya tiba-tiba.

Mendengar sang pujaan hati ingin kesini hati Devan tadinya diam jadi deh deg an denger nama sang tunangan ingin kesini, katanya?? Ucap Bantin Devan

" Oh, sama siapa?
Perlu Devan jemput?' ujar Devan lagi.

" bareng mama nya , ga perlu cukup kamu bantu bunda aja siapin hidangan" ujar nya Rere .

" Siap ibu negara, Devan bantu apa?" Tanya Devan.

" Potong wortel 🥕 itu kecil kecil sebelum itu cuci biar bersih"  ujar bunda Rere dengan segera ia mengerjakan tugas dari bunda Nya

2 menit kemudian

" Udah Bun " jawab Devan 

" Ya Allah Devan, ini potong nya kecil banget" ujar bunda Rere.

" Kan bunda bilang kecil, Devan potong kecil lah" balas Devan.

" Iyaa juga, tapi tetep kamu yang salah" jawab bunda Rere yang tak mau kalah dari anaknya.

" Ya sudah kamu , bantu angkat sup itu " ujar bunda Rere

" Berat Bun" Devan

" Berat berat , bunda tiap hari kuat angkat itu tanpa minta bantuan ayah kamu sama kamu tuh , jadi kamu juga bisa pasti angkat sup sendiri kamu kan cowo " tegas bunda Rere.

" Ya sudah" balas Devan dengan segera ia menghampiri sup iga itu dan menurunkan nya ke kursi dekat dengan meja makan.

" Jangan disini" ujar bunda Rere.

" Dimana Bun?" Tanya Devan.

" Taruh bawah , ambil mangkuk dan sendok buat ambil sup " perintah Bunda Rere dianggukin Devan

4 menit kemudian

" Udah Bun" jawab

" Yaaa" ujar bunda Rere

" Kamu ke kamar mandi buat mandi, bersih bersih, pakai pakaian yang sopan" ujar bunda Rere ke Devan

" Oke " ujarnya Devan langsung bangkit dari kursi.

Clarissa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang