Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Delapanbelas

230 22 4
                                        

Doyoung fokus menyetir mobil, yerim dan herin yang asik menyanyi bersama.

"Kita sudah sampai" ucap doyoung

Mereka berhenti di kawasan fifth avenue, yerim keluar dari mobil bersama herin.

"Yer, oppa mau cari parkir dulu. Nanti oppa telpon ya jangan terlalu jauh, liat liat dulu aja" ucap doyoung

Yerim mengangguk, mobil pun berjalan pergi. Yerim dan herin berjalan sembari melihat toko dari banyaknya brand terkenal yang ada.

"Selamat datang" ucap karyawan toko tersebut tersenyum sopan ke arah yerim dan herin

Yerim mengangguk dan melihat barang barang yang terpajang. Yerim melihat beberapa koleksi atasan yang ada.

Sesekali yerim dibantu oleh karyawan toko tersebut mencari barang yang yerim inginkan.

"Yer, doyoung oppa tadi menelpon aku bilang kita disini" ucap herin

Yerim mengangguk, "saya ambil ini dan ini ya. Herin mau yang mana?" Tanya yerim

Doyoung datang melihat yerim dan herin yang sedang duduk menunggu.

"Sudah selesai?" Tanya doyoung memberikan kartunya ke yerim

"Eum, oppa kita lihat kemeja kerja appa ya" ucap yerim dan melakukan pembayaran dengan kartu doyoung

Doyoung mengangguk, "kau sudah beli untuk eomma?"

"Eum, untuk herin juga" ucap yerim

Doyoung mengangguk, "kalo sudah ayo kita cari yang lain, karena ternyata penerbangan kita dimajukan sejam" ucap doyoung

Yerim mengangguk

"Gomawo yer" ucap herin tak enak

Yerim tersenyum, "aih tak apa" ucap yerim

Mereka keluar toko dan menuju toko toko selanjutnya dan doyoung yang mengikuti mereka sembari membawa paperbag belanjaan.

***

"Setelah ini mau kemana?" Tanya doyoung mulai menjalankan mobil

"Eum kemana ya? Herin kamu ada rekomendasi?" Tanya yerim

"Ah mau melihat pertandingan? Hari ini mereka tanding penentuan juara loh yer" ucap herin

"Ohya? Wah boleh kan oppa?" Tanya yerim

Doyoung menganggukkan kepalanya, "baiklah" ucap doyoung

"Yeay" ucap yerim melakukan tos dengan herin

Mobil pun melaju menuju kampus herin

Sesampainya dikampus yerim dan herin menunggu doyoung yang sibuk menelpon dan sepertinya sangat serius.

Yerim melihat banyak orang berjalan menuju lapangan kampus.

"Kajja" ucap doyoung setelah mematikan sambungan telponnya

Mereka mengangguk keluar dari mobil. Doyoung menganggukkan kepalanya menatap ramainya orang menuju lapangan.

"Aku tak tau jika akan seramai ini jika ada lomba ya" ucap doyoung

"Ini karena penentuan juara oppa" ucap herin

"Ini kita tidak membeli tiket?" Tanya doyoung

"Tidak oppa disini gratis karena antar kampus" ucap herin

Yerim dan doyoung mengangguk mendengarkan penjelasan herin layaknya tour guide.

Mereka masuk ke dalam tribun, nampak sudah banyak tempat mulai terisi.

Our [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang