Duapuluhempat

252 26 2
                                        

Yerim menatap krystal dan minhyuk yang nampak tersenyum satu sama lain

"Lalu kalian menikah setelah itu?" Tanya yerim penasaran

Krystal menggelengkan kepalanya, "kami hanya berkencan saja setelah itu dan tak lama kami pun putus" ucap krystal menatap sedih minhyuk

"Nde? Waeyo?" Tanya yerim

"Itu karena soojung imo tidak mendapatkan restu dari halmeoni dan harabeoji saat itu, soojung imo kan pergi ke newyork tanpa memberitahu mereka bahkan eomma saja tak tau tentu saja hubungan mereka ditentang oleh keluarga Jung" ucap jaehyun

Yerim menutup mulutnya menatap krystal yang menganggukkan kepalanya

"Eum, kami putus dan aku kembali ke korea cukup lama. Bahkan jaehyun sudah masuk sekolah aku masih di korea" ucap krystal

"Wah lalu apa yang terjadi sampai akhirnya kalian bisa bersama?" Tanya yerim menatap krystal dan minhyuk

"Biarkan dia yang menjelaskan" ucap krystal menatap suaminya

"Baiklah, eum aku ke korea karena ada urusan bisnis setelah sekian lama meninggalkan korea. Aku tak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik di pesta perusahaan, tapi wanita itu menatapku dingin" ucap minhyuk mengelus pipi krystal

"Yak hentikan" ucap krystal menahan tangan minhyuk yang terus mengelus pipinya

"Tapi wanita cantik dan dingin itu malah mengajakku bertemu dengannya di sebuah hotel, dia wanita yang sangat agresif, dia menggodaku hahaha" ucap minhyuk tertawa

Yerim menatap bingung minhyuk yang tertawa dan krystal yang nampak malu.

"Aih hentikan ada clay disini" ucap jaehyun

"Yerim nampak sangat bingung" ucap krystal tertawa melihat yerim

"Eum apa yang terjadi memangnya?" Tanya yerim polos

Mereka langsung menatap yerim yang menaikkan salah satu alisnya.

Minhyuk melirik ke arah jaehyun lalu menatap ke arah yerim bergantian begitupun dengan krystal.

"Eoh astagaa, sayang kita tak seharusnya membahasnya. Ayo kita makan saja" ucap minhyuk menatap krystal yang juga menganggukkan kepalanya setuju

Mereka mulai menyantap makanan pesanan mereka. Membiarkan yerim yang kebingungan.

***

Jaehyun terus mengecup punggung tangan yerim sembari mereka berjalan menelusuri jalanan malam gangnam

"Yerim?"

Yerim dan jaehyun kompak menoleh ke arah sumber suara yang memanggil yerim

"Eoh yak mark" ucap yerim

Mark mengangguk sembari tersenyum canggung

Yerim melirik ke arah jaehyun yang menatap dingin mark

"Eoh oppa ini mark teman sekolahku dulu" ucap yerim

Jaehyun hanya mengangguk tak peduli

"Eoh yer aku harus segera pergi, mianhae menganggu waktu kalian" ucap mark paham situasi yang terjadi

"Eoh gwenchana, hati hati ya" ucap yerim

Mark mengangguk dan berjalan pergi meninggalkan jaehyun dan yerim

"Kalian dekat?" Tanya jaehyun

Yerim menoleh ke arah jaehyun yang menatap datar yerim

"Tidak kok oppa, kita hanya teman" ucap yerim merangkul lengan jaehyun

Our [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang