Duapuluhenam

179 20 1
                                        

Minhyun berdiri di depan loby perusahan the Kim dan tersenyum menatap yerim yang tersenyum berjalan ke arahnya

"Mianhae" ucap yerim memeluk minhyun

"Tak apa, bagaimana pekerjaanmu hari ini?" Tanya minhyun

"Baik, bagaimana dengan oppa?" Tanya yerim menatap minhyun

"Lancar hehe, mau makan diluar?" Tanya minhyun

"Eumm" ucap yerim mengangguk

Minhyun ikut menganggukkan kepalanya dan mencubit gemas pipi yerim

"Kajja" ucap minhyun membukakan pintu mobil untuk yerim

"Gomawo, biae kututup sendiri" ucap yerim

Minhyun mengangguk dan berjalan menuju pintu kemudi

Gerakan yerim terhenti, dilihatnya mobil sedan hitam yang baru saja tiba di depan loby

Yerim mengerutkan keningnya ketika beberapa petugas keamanan mendekat ke arah mobil sedan tersebut

'Apa appa kedatangan tamu?' Gumam yerim

"Yer" panggil minhyun yang sudah duduk di kursi kemudi menatap yerim yang masih melirik ke arah mobil di belakangnya

Minhyun ikut melirik ke belakang bersamaan dengan turunnya seorang pria dengan setelan formalnya keluar dari mobil

Minhyun dengan reflek menoleh ke arah yerim yang terlihat sedikit tak percaya dan dengan cepat langsung masuk ke dalam mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Minhyun dengan reflek menoleh ke arah yerim yang terlihat sedikit tak percaya dan dengan cepat langsung masuk ke dalam mobil

"Oppa kajja" ucap yerim dengan suara sedikit bergetar

"Eoh" ucap minhyun mulai mengemudikan mobilnya dan sesekali melirik ke arah yerim dan kaca spion mobil samping yerim.

Pria tersebut menatap sendu mobil mereka yang mulai pergi meninggalkan loby perusahaan the Kims

Minhyun melirik ke arah yerim yang diam sambil menundukkan kepalanya, minhyun menghela napasnya menatap yerim dan tak lama digenggamnya tangan yerim

Minhyun dan yerim nampak asik berbincang di salah satu restoran

"Oppa lihat? Lucu kan?" Ucap yerim sambil memperlihatkan sebuah dompet kecil yang baru saja dia beli ke minhyun

"Wah ini dompet yang kita pesan kemarin?" Tanya minhyun memegang dompet kecil tersebut

"Eum, lucu kan oppa?"

"Eum lucu kau suka?"

"Sangat sukaa, gomawo oppa" ucap yerim tersenyum senang dan minhyun yang mengusap kepala yerim

"Maaf ya aku baru bisa membelikanmu barang seperti ini, aku akan membelikan barang yang lebih baik lagi dari ini nantinya untukmu" ucap minhyun mengelus tangan yerim

Our [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang