PART SEBELAS

887 32 0
                                        

"Maaf Mas Bima. Aku tidak bisa" Ucap Mayang. Ia masih mengingat rasa sakit dan luka yang selama ini membelenggunya

Setelah hari itu, Bima terus memberikan seluruh perhatian pada Mayang. Ia akan mencoba menunjukkan semuan perasaannya meski Mayang terlihat masih begitu ragu. Ia yakin dengan seluruh usahanya lagi. Ia akan bisa mengembalikan Mayang yang dulu, mayang yang selalu terlihata memujanya. Bima merindukan masa-masa itu. Dulu ia sangat menikmati seluruh perhatian Mayang. Hanya saja ia tak pernah ingin untuk mengatakannya.

"Kita masih tetap suami istri May, aku akan tidur dimana kamu tidur " Ucap Bima setiap Mayang mengusir diirinya dari kamar tidur wanita itu.

Mayang yang mendengar perkataan Bima hanya bisa menghela nafas. Percuma ia mengusir laki-laki ini, karena Bima akan memiliki seribu satu cara untuk membuat dirinya menyetujui keinginan laki-laki ini.

"May" Ucap Dimas meanggil istrinya. Saat ini mereka sedang berbaring dan sama sama menghadap langit-langit kamar.

Bima merasa begitu nyaman seperti ini. Padahal mereka sering tidur bersama dulunya. Namun entah mengapa ia merasa setelah sepenuhnya hatinya menerima mayang. Ia merasa saat seperti ini sangatlah berarti. Bima merasa sangat bahagia.

"Sejujurnya saat kamu mengalami keguguran, aku merasa begitu hancur May. Tapi karena egoku padamu. Aku tak ingin menunjukkan semua itu. Aku begitu malu terlihat rapuh di depanmu" Ucap Bima merubah posisi tubuhnya menghadap Mayang. Ia bisa melihat istrinya itu masih terdiam menatap langit-langit kamar tidur mereka.

"Aku merasa bersalah pada anak kita. Aku tak pernah mengetahui keberadaannya, namun ia telah memutuskan pergi. Mungkin ia membenciku, yang tahu bahwa ayahnya bukan lah orang yang baik. Rasanya begitu sakit May" Ucap Bima menerawang saat mengetahui mayang megalami keguguran.

Sejujurnya ketika ia menelusuri jalan menuju ruangan Mayang. Ia berjalan dengan berderai air mata. Ia kemudian menghentikan dan merubah rautnya sebelum saat itu ia masuk dan menemui mayang yang terlihat lemah terbaring di ranjang.

Mayang yang mendengar perkataan Bima langsung berderai air mata. Ia merasa luka kehilangan itu kembali membuat hatinya berdenyut sakit. Ia tak pernah membayangkan sakitny akan sebesar ini.

Bima yang melihat Mayang menangis langsung mendekati mayang dan memeluk istrinya itu. Ia tahu mereka masih berduka dan entah kapan derita kehilangan ini akan hilang dari hati mereka.

"Mas Aku begitu menginginkannya. Aku menginginkan anakku mas" Ucap Mayang meracau dalam pelukan Bima. Ia merasa begitu rindu pada anak mereka. Rasanya sungguh sangat menyakitkan.

****

Mayang mencoba membuka matanya. Ia bisa merasakan pelukan erat melingkari tubuhnya. Mayang kemudian mengingat bahwa ia begitu larut dalam tangis sehingga ia sampai tertidur dalam pelukan Bima. Meski berusaha menyangkal namun mayang mengakui merasa begitu nyaman berada dalam pelukan laki-laki ini.

Ia memperhatikan wajah bima yang terlihat masih begitu terlelap. Dulunya inilah yang ia sering lakukan ketika ia menemukan dirinya terbangun lebih awal dari suaminya. Ia sangat suka berlama-lama memandang wajak itu. Karena hanya pada saat tidur Bima tak akan menunjukkan wajah kesal jika Mayang ketahuan memperhatikannya. Mayang sangat menyukai wajah suaminya ketika terlelap. Laki-laki ini terlihat begitu manis berbanding terbalik dengan jika ia dalam keadaan sadar maka tak akan menahan diri untuk memarahinya.

Setelah puas memandangi wajah suaminya, mayang memutuskan untuk ke kamar mandi. Dia harus bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Namun saat ia memindahkan tangan Bima. Laki-laki itu malah semakin memeluknya erat. Mayang hanya bisa menghela nafas karena tahu menyadari suaminya itu sebenarnya telah terbangun.

"Mas Aku harus bersiap-siap, atau aku nanti bisa telat" Ucap Mayang mencoba kembali melepaskan diri dari pelukan Bima. Namun Bima seakan tak mendengarkan nya dan kembali mengeratkan tangannya yang masih melingkari tubuh Mayang.

"Nyamannya Yang" Ucap Bima merapatkan tubuhnya ke tubuh mayang.

Mayang yang mendengar perkataan Bima merasa terkejut dengan panggilan pria itu untuknya. Tak biasanya pria itu memanggilnya seperti itu. Mayang merasa hatinya ikut bergetar, ia merutuki diri yang selalu terpengaruh dengan apapun yang dikatakan oleh laki-laki ini.

"Mulai sekarang aku akan memanggilmu Sayang. Seharusnya aku melakukan itu dari awal jika egoku tak ku pentingkan. Aku merasa benar-benar menyesal yang" Ucap Bima. Ia hanya ingin mereka selalu seperti ini. Bersama dan saling berbagi kasih sayang. Ia berjanji pada anak pertama mereka yang telah pergi. Bahwa akan menjaga mayang selalu.

"Janagn seperti ini Mas. Sebentar lagi kita akan berpisah" Ucap Mayang memperingati Bima dan sekaligus hatinya. Ia tak ingin kembali tersakiti untuk kedua kalinya lagi.

Bima yanng mendengar itu hanya bisa menghela nafas. Ia kira Setelah malam itu, mayang akan bisa menerima nya kembali. Namun ternyata semua tak semudah itu, mayang nya masih ingin pergi dan meninggal kan dirinya.

Mayang yang merasa Bima sedikit memberi jarak sedikit pada pelukan mereka, ia langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri dari laki-laki itu. Ia tahu Bima cukup terusik dengan apa yang ia ucapkan tadi.


***

Mayang menatap ponselnya dengan ekspresi datar. Ia sangat tahu siapaa yang mengirimkan ia gambar pasangann yang terlihat begitu mesra. Mayang memperhatikan Gambar suaminya dan seorang wanita yang sangat ia kenal terlihat begitu mesra duduk di ruang kerja laki-laki itu. Mayang tak tahu apa maksud wanita itu mengirimkan gambar itu padanya. Padahal tanpa gambar tersebutpun ia sudah bisa membayangkan apa yang telah mereka lakukan di belakangnya, dan Mayang merasa saat ini ia harus mencoba untuk tak terpengaruh. Ia tak ingin terlalu memikirkannya dan hanya akan menyakitinya saja.

Padahal baru kemarin laki-laki itu mengatakan telah mencintainya, namun saat ini ia sudah mendapatkan kiriman bagaimana mesra nya mereka bersama Mayang merasa sudah tepat dengan tak mempercayai semua perkataan Bima. Mayang memutuskan untuk meletakkan kembali posnelnya. Ia inging melanjutkan pekerjaannya saja dibandingkan mengurusi hal yang hanya akan menyakitinya saja akhirnya.

Namun ketika ia akan meletakkan ponselnya. Ia mendengar sebuah pesan masuk kembali dari nomor yang sama. Akhirnya mayang kembali melihat apa yang dikirimkan wanita itu

+6287861*****

Lihat lah, Kami saling mencintai. Kamu tak bisa memisahkan cinta kami.

Besok temui aku di Grand, aku ingin membicarakan sesuatu

Mayang yang membaca pesan itu tertegun melihat gambar dan pesan yang dituliskan oleh wanita itu. Rupanya wanita itu ingin sekali menyakitinya. Kali ini mayang akan menghadapinya. Ia tak akan pernah menghindari semua lagi.

Anda

" Oke. Saya tidak sabar menunggu ceritamu"

Mayang segera mengirimkan balasan pesan itu. Ia kali ini tak akan diam dan tersakiti lagi. Ia akan membuktikan semuanya pada wanita jahat itu. Jika dia setega ini, maka Mayang aakn melawannya dengan hal yang sama. Mayang tak sabar menantikan hari esok.

.
.

Vote ya Guys...!!!

BELAHAN JIWA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang